Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 April 2008

Oke, keputusan pemerintah yang ngeblok site-site besar ini emang mulai nyusahin, apalagi rapidshare sama youtube juga diblok. Jangan salah, banyak orang yang make website-website ini sebagai tempat usaha mereka, contoh aja multiply, sama myspace. Banyak orang berusaha dan membuat katalog dusahanya di blogspot, banyak juga band-band yang memakai myspace sebagai media advertisingnya.
*) Buat temen-temen Milis yang ada di tanah air, hari ini mungkin tidak bisa akses ke blog erwin arianto yang beralamatkan di hosting di Http://blogger.com atau blogspot.com secara langsung menyusul nasib YouTube dan beberapa site/ blog yang lain.

Tapi jangan kuatir untuk tetap mengikuti tetap membuka blog atau melihat di Youtube… disarankan untuk menggunakan proxy, salah satucontoh gunakan saja: http://www.hidemyass.com/ atau http://www.anonasurf.com/ trus masukkan alamat blog atau website di kolomnya misalnya alamat http://erwin-arianto.blogspot.com
selamat mencoba.
* ) Dan yang ingin chat pada Yahoo Masangger (YM) atau Google Talk (Gtalk) dapat menggunakan situs Alternatif
atau
dan masukan Yahoo Id/Gmail anda pada situs tersebut
*) Tetap Akses RapidShare

Untuk Akses dengan rapidshare. Coba buka HideMyAss, kita bisa make ini buat nge-bypass proxy dan ngebuka situs-situs tersebut. Untuk download dari RapidShare (RS) pake HideMyAss cuma nganterin kita sampai halaman pilih download gratis atau pake premium account, selebihnya ga bisa. Tadi akhirnya gw nyoba-nyoba nyari website penyedia proxy bypasser yang kebetulan “lepas” dari blokir pemerintah, dan gw menemukan YouHide. Dari YouHide, udah terbukti sama gw kalo bisa download dari RS.

Caranya? gampang, masuk ke YouHide, masukin alamat RSnya, pilih FREE (kalo gw ga punya premium account). Nanti akan masuk halaman tunggu, terus masukin CAPTCHA (gambar huruf-huruf yang disamarkan) ke formnya, klik download. Kemudian, yang terjadi di gw adalah: (backsound: jeng jeng jeng!) Keluar halaman dengan pesan error dari RS kalau ternyata filenya ga bisa didownload, tapi ga ada gambarnya, hanya ada tulisan plain. Jangan panik! liat di address bar browser lo! alamatnya udah ganti jadi http://xxx.rapidshare.com/blablabla… (xxx dan blablabla… itu bisa apa aja) yang artinya: RS bisa langsung lo akses (bukan dengan proxy bypasser YouHide yang depannya pasti http://www.youhide.com/blablabla…). Emang jadinya ini cuma plain text aja, ga ada gambarnya, tapi ga apa-apa kan yang penting adalah file yang mau didownload, bukan gambar-gambar bau dari RS. Terus Klik aja link di antara tulisan warna merah yang tulisannya “Please click here.” Setelah itu, Lo akan masuk lagi ke halaman pilih download gratis atau pake premium account. Terus pilih lagi FREE (lagi-lagi ga punya account premium). Terus tunggu sebentar, terus masukin CAPTCHA, terus download aja seperti biasa. Perhatikan alamat RS adalah alamat RS sebenarnya, tanpa bantuan YouHide lagi.

Selalalu ada jalan untuk kebaikan & Kreativitas, tapi jangan akses untuk yang negatif ya
http://erwin-belajarblog.blogspot.com/2008/04/bloggerblogspot-ym-gtalk-rapidshare-di.html

Kamis, 17 Januari 2008

Suka, SAYANG, dan CINTA


Saat kau Menyukai seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu
sendiri.

Saat kau Menyayangi seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia
dan bukan untuk dirimu sendiri.

Saat kau Mencintai seseorang, kau akan melakukan apapun untuk
kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

Saat kau Menyukai seseorang dan berada di sisinya maka kau akan
bertanya, Bolehkah aku menciummu?".

Saat kau Menyayangi seseorang dan berada di sisinya maka kau akan
bertanya, "Bolehkah aku memelukmu?".

Saat kau Mencintai seseorang dan berada di sisinya maka kau hanya
akan menggenggam erat tangannya... .

SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan
menangis".

SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya dan
memeluknya.

CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis
dipundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masala h ini bersama-
sama".

SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Ia sangat cantik
dan menawan".

SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan
bukan matamu.

CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Buatku dia adalah
anugrah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku".

Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan
tak mau lagi bicara padanya.

Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis
untuknya.

Pada saat orang yang kau CINTA menyakitimu, kau akan berkata, "Tak
apa dia hanya tak tahu apa yang dia lakukan".

Pada saat kau SUKA padanya, kau akan Memaksanya untuk menyukaimu.

Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan membiarkanny a memilih.

Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu menantinya dengan setia
dan tulus.

SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.

SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.

CINTA adalah hal yang memberi dengan keikhlasan ¡Ã„..

SUKA adalah hal yang menuntut¡Ã„..

SAYANG adalah hal memberi dan menerima¡Ã„¡Ã„.

CINTA adalah hal yang memberi dengan ikhlas.... .

Pikirlah dengan dewasa, dan bedakan apa itu SUKA, SAYANG, dan CINTA¡Ã„.

Tetaplah Bersemangat.


Seringkali situasi berjalan tak sesuai kehendak. Atau
mungkin meninggalkan anda. Mulai dari, patah Hati, promosi terhambat, usulan
ditolak, hingga hal sepele: data komputer rusak. Semua itu
bisa jadi mengecewakan dan getir. Anda dipersilakan
memilih sikap apa pun yang anda mau, namun jangan sampai
kehilangan semangat. Saat anda memilih untuk tetap semangat dan
positif, sesungguhnya pilihan itu tak banyak. Pertahankan semangat
anda meski situasi sulit dan tidak memihak anda.

Percayalah, anda takkan sanggup kecewa selama dua puluh
empat jam terus-menerus. Pada saatnya semangat anda menemukan
harapan baru. Tetaplah optimis untuk mengerjakan segala
sesuatunya. Kesulitan itu hanya sementara datang untuk pergi.
Janganlah kehilangan antusiasme dan semangat, karena itulah pegangan
yang kokoh. Semangat adalah milik anda yang hakiki.
Bukankah semangat adalah kata lain dari "spirit"? Sedangkan
"spirit" adalah roh dan jiwa anda.

Meraih sesuatu bukanlah hal yang terbatas pada pekerjaan
tangan. Bila anda mau meraih dengan seluruh yang anda miliki,
tidak ada hal yang tidak tercapai.

Railah dengan kaki. Bila sesuatu saat ini tidak tergapai,
bergeraklah, hingga hal itu dalam jangkauan. Bergeraklah
menuju tujuan, ketimbang menunggu tujuan anda bergerak
kepada anda.

Raihlah dengan pikiran. Visualisasikan tujuan anda. Lihatlah
dengan jelas dalam pikiran anda, dan anda akan mulai bisa
menggapai. Gunakan daya pikir anda untuk mengembangkan
rencana realistis dan perencanaan tindakan.

Raihlah dengan imajinasi. Jadilah kreatif dalam menggapai.
Selalu ada banyak cara dalam mencapai tiap tujuan. Gunakan
imajinasi anda untuk bekerja dan mengembangkan segala peluang.
Bila satu jalur terhalang, bayangkan selusin alternatif dan
ikuti yang paling berpeluang.

Raihlah dengan semangat. Rasakan kegembiraan pada setiap
saat kehidupan dan anda akan mengembangkan dalam diri sendiri,
kesadaran akan pemenuhan. Sedemikian banyak hal yang bisa
anda raih bila anda secara tulus bersyukur atas hal-hal
yang telah anda miliki.

Depresi


Apa yang menyebabkan kita sampai menderita depresi? Sejauh depresi itu
diartikan sebagai sebuah kondisi batin yang tertekan dalam waktu panjang
(stress berkelanjutan) dan mengakibatkan hilangnya harapan hidup, makna
hidup, motivasi berprestasi, dan kepercayaan-diri (losing mood and
confidence), tentu saja sebab-sebabnya banyak. Namanya juga orang hidup.
Realitas kehidupan ini terkadang lebih kejam dari kekejaman yang sanggup
kita bayangkan.

Meski kita ingin segera dapat mengatasi depresi, tetapi tak jarang kita
malah mempraktekkan hal-hal yang memperparah depresi itu. Ini antara lain
bisa dijabarkan sebagai berikut:

1. Hanya mencari-cari tip, saran atau tehnik yang jitu untuk
mengatasi depresi. Tip dari buku, saran dan tehnik dari orang lain itu
sangat kita butuhkan tetapi posisinya di sini bukan sebagai penentu,
melainkan sebagai pembantu (bantuan. Kita membutuhkan semua itu tetapi tidak
boleh mengandalkan pada semuanya. Artinya, tip dan saran itu akan berguna
ketika kita dalam keadaan sedang berusaha untuk mengatasi depresi dan tidak
berguna kalau kita duduk dan diam saja.

2. Tidak percaya, menolak atau skeptis terhadap saran, pendapat atau
bantuan orang lain. Ini adalah bentuk padanan yang ekstrim dari yang
pertama. Menutup diri, menutup-nutupi, melecehkan semua orang atau menjauhi
orang kerapkali justru akan membuat kita semakin 'depressed' dengan keadaan
kita.

3. Hanya menyalahkan keadaan atau orang. Mungkin saja yang membuat
kita depresi itu adalah dunia ini yang telalu kejam atau orang lain. Tetapi
akan malah berbahaya kalau yang kita ingat dan yang kita lakukan adalah
hanya mengutuk dunia dan mengutuk orang lain. Harus ada inisiatif dari dalam
diri kita untuk mengobati diri sendiri.

4. Kurang kreatif dalam menemukan cara atau terlalu "taat" pada
rutinitas yang biasa-biasa. Ini juga bisa membuat depresi itu makin
mendalam. Ada saran agar kita membagi aktivitas menjadi tiga: a) aktivitas
positif yang wajib, b) aktivitas yang untuk fun atau pleasurable, dan c)
aktivitas yang untuk menabur kebajikan pada orang lain seperti membantu atau
menyambung hubungan.

5. Membiarkan munculnya definisi diri negatif, misalnya saja: saya
sudah tidak punya apa-apa lagi, saya muak melihat diri saya, hidup saya
sudah hancur dan tidak bisa diperbaiki lagi, dan seterusnya. Ini adalah
definisi atau kesimpulan atau label tentang diri sendiri yang kita buat
sendiri. Jika ini terus berlanjut akan mempersulit upaya recovery.

6. Menolak realitas dengan cara yang merugikan. Realitas itu kalau
ditolak dengan tujuan menolak yang asal menolak (denial), ini akan
memperparah pertengkaran yang membuat depresi itu makin mencengkeram. Tetapi
bila kita terima dengan pasrah dan kalah (larut dan hanyut), ini juga tidak
menyembuhkan. Yang diharapkan adalah menerima untuk memperbaiki. Seperti
yang ditulis Dr. Felice Leonardo Buscaglia, " Trauma yang abadi di adalah
penderitaan yang tidak diikuti dengan perbaikan."

7. Menganut paham perfeksionis yang tidak rasional. Dari pengalaman
sejumlah ahli dalam menangai penderita depresi, konon yang menghambat upaya
recovery adalah ketika seseorang berpikir bahwa dia harus bebas dari depresi
seketika itu dan langsung, tidak usah repot-repot. Mengatasi depresi butuh
proses yang berkelanjutan, dan jika kita menolak proses itu bukan malah
cepat tetapi malah semakin lama.

Tujuh hal di atas dapat kita gunakan untuk menjelaskan realitas di mana ada
orang yang semakin buruk langkahnya, makin buruk hubungannya dan makin buruk
caranya dalam menghadapi hidup saat depresi. Anda mungkin punya teman,
keluarga atau tetangga yang malah semakin tertutup, semakin tidak persuasif,
semakin tidak bijak, semakin sempit, semakin tertutup dan sejumlah "semakin"
yang negatif lainnya.

Tetapi ada juga sekelompok orang yang mulai menunjukkan bukti-bukti
perbaikan diri, perbaikan hubungan dan perbaikan cara dalam menghadapi
realitas. Semakin jelas langkah yang ditempuh, semakin open dan bijak,
semakin bisa memilih orang, semakin ramah, semakin soleh hidupnya, dan
seterusnya. Sebisa mungkin kita perlu berjuang untuk menjadi manusia
kelompok kedua.

Mengatasi Depresi

Secara umum, agenda mengatasi Depresi itu bisa kita buat berdasarkan
poin-poin berikut ini:

1. Membangun citra diri positif

Citra diri berasal dari bagaimana kita menyimpulkan diri sendiri atau
beropini tentang diri sendiri. Yang positif membuahkan citra positif. Untuk
membangun yang positif ini diperlukan tiga hal:

¡Ã¸ Anda perlu menciptkan definisi, opini atau kesimpulan yang
positif

¡Ã¸ Anda perlu melawan munculnya opini, definisi atau kesimpulan
negatif dengan cara menghentikan, mengganti atau membatalkan

¡Ã¸ Anda perlu menciptakan alasan-alasan faktual, bukti nyata untuk
mendukung kesimpulan positif yang Anda ciptakan

Sedikit tentang alasan faktual itu, saya ingin memberi contoh misalnya saja
Anda berkesimpulan bahwa hidup Anda memang masih bermakna (untuk diri
sendiri dan untuk orang lain). Kesimpulan ini lebih positif ketimbang Anda
punya kesimpulan yang sebaliknya. Tetapi jika yang Anda lakukan hanya
sebatas merasa atau menyimpulkan (tanpa diiringi dengan perbuatan dan hasil
atau pembuktian bertahap), lama kelamaan kesimpulan Anda ini akan kalah oleh
fakta yang ada tentang diri Anda. Jangan pernah berpikir bahwa perbaikan
diri itu bisa ditempuh dengan cara tidak melakukan sesuatu. Forget it.

2. Menjalankan agenda perbaikan berkelanjutan yang realistis

Kesalahan kita saat terkena depresi adalah: kita hanya merasakan bagaimana
depresi itu tetapi kurang berpikir tentang apa saja yang masih bisa kita
lakukan untuk memperbaiki diri di masa depan. Kita tenggelam ke dalam masa
lalu yang buruk dan lupa meng-imajinasi-kan masa depan yang lebih bagus.
Padahal, masa lalu itu sudah tidak bisa diubah. Padahal, masa depan itu
masih "open" buat kita. Agar ini tidak terjadi, Anda boleh memilih agenda
perbaikan di bawah ini:

¡Ã¸ Anda merencanakan program atau jadwal tentang apa yang perlu anda
lakukan
dan apa yang perlu Anda hindari agar hidup Anda menjadi lebih bagus di hari
esok berdasarkan keadaan Anda.

¡Ã¸ Anda mencanangkan target yang benar-benar ingin Anda raih sebagai
bukti
adanya perbaikan dalam diri Anda, misalnya mendapatkan pekerjaan,
mendapatkan orang yang lebih bagus, mendapatkan tempat yang lebih bagus, dan
seterusnya.

¡Ã¸ Anda merumuskan tujuan jangka pendek atau panjang yang ingin Anda
wujudkan, seperti misalnya menyelesaikan kuliah, meningkatkan penguasaan
bidang, menambah pengetahuan atau skill, dan lain-lain

Tiga hal di atas perlu dilakukan dengan catatan harus realistis: bisa
dilakukan dari mulai hari ini, dengan menggunakan sumber daya yang sudah
ada, dan dari lokasi hidup di mana Anda saat ini berada. Hindari membuat
program atau target yang "mengkhayal" atau hanya berfantasi atau terlalu
tinggi sehingga tidak bisa dilakukan dan tidak bisa diraih.

3.Menggunakan ketidakpuasan

Saat depresi, pasti kita tidak puas dengan hidup kita. Ini bisa positif dan
bisa negatif, tergantung bagaimana kita menggunakan. Bagaimana supaya bisa
positif? Salah satu caranya adalah dengan menggunakan ketidakpuasan itu
sebagai dorongan / motivasi unntuk melakukan sesuatu (menjalankan program,
meraih target atau tujuan). Anda bisa menggunakan ketidakpuasan atas masa
lalu dan hari ini sebagai pemacu untuk memperbaiki atau mengubah hari esok.
Jika PHK telah membuat Anda depresi, jadikan itu sebagai motivasi untuk
memperluas jaringan, memperbaiki skill, membangun karakter yang lebih
positif, dan seterusnya. Ini jauh lebih positif ketimbang kita hanya
merasakan depresi, mengasihani diri sendiri dan menyalahkan orang lain.

4. Memperbaiki / memperluas hubungan

Wilayah hubungan yang perlu diperbaiki adalah: a) hubungan dengan diri
sendiri: control diri, meditasi, dialog diri, dll, b) hubungan dengan orang
lain dan c) hubungan dengan Tuhan (meningkatkan iman). Memperbaiki hubungan
dengan diri sendiri akan membuat kita cepat mengontrol atau menarik diri
dari keadaan yang tidak menguntungkan kita. Kalau kita sadar bahwa kita
sedang depresi dan sadar bahwa kita harus segera mengambil tindakan,
tentunya ini akan beda persoalannya.

Memperbaiki hubungan dengan manusia akan membantu usaha yang kita lakukan
dalam mengatasi depresi. Kita tetap harus ingat bahwa manusia itu bisa
digolongkan menjadi dua: a) ada manusia yang menjadi sumber depresi buat
kita, dan b) ada manusia yang menjadi bantuan solusi atas depresi. Yang kita
butuhkan (sebanyak-banyaknya) adalah manusia kelompok kedua. Jangan sampai
kita menjauhi semua manusia, trauma kepada semua manusia, atau tidak percaya
pada semua manusia.

Bagaimana memperbaiki hubungan dengan Tuhan? Ada banyak cara untuk
memperbaikinya, antara lain: a) meningkatkan iman, b) menjalankan ajaran
agama yang kita pilih (formal dan non-formal) sampai benar-benar kita merasa
dan meyakini ada semacam "kebersamaan". Kebersamaan di sini bukan
kebersamaan yang "halusinasi" (tidak berdasar dan tidak berefek), tetapi
kebersamaan yang mendorong kita untuk melakukan hal positif dan menghindari
hal negatif. Kebersamaan seperti ini akan memperkuat dan mencerahkan.

5. Mengganti paham "perfection" menjadi "excellence"

Dengan bahasa yang sederhana dapat dijelaskan bahwa perfection adalah
menuntut kesempurnaan (dari orang lain, dari diri sendiri dan dari dunia
ini). Sementara, excellence adalah mengusahakan kesempurnaan secara
bertahap, perbaikan berkelanjutan. Perfection lebih dekat pada keyakinan
yang tidak rasional. Keyakinan seperti ini lebih mudah terkena depresi pada
saat kita ingin mengatasi depresi, misalnya saja kita tidak mau gagal lagi
(kemungkinan untuk gagal itu selalu ada), kita anti toleransi terhadap
kelemahan orang lain (semua orang punya kelemahan), dan seterusnya.

Menurut Susan Dunn, MA, (When Perfect Isn't Good Enough, www.selfgrowth.com,
perfeksionis dapat mengakibatkan hal-hal buruk yang antara lain adalah: a)
dapat mengantarkan kita pada isolasi diri, b)dapat mengantarkan kita menjadi
orang yang takut menghadapi resiko hidup, c) dapat mengantarkan kita pada
kesulitan dalam membuat keputusan atau sasaran hidup yang tepat, d) dapat
mengantarkan kita pada kesalahan dalam menilai diri (overestimate), e) dapat
mengantarkan kita menjadi orang kerdil yang sulit mempercayai orang lain.D

Senin, 07 Januari 2008

Mengatasi Kesulitan Bergaul


Mengatasi Kesulitan Bergaul

Banyak sahabat mengatakan Dari sekian masalah yang harus kita hadapi dalam
hidup ini, kesulitan dalam bergaul adalah salah satunya.
Bagi yang kebetulan sedang menghadapi masalah ini, mungkin ada dua hal yang
perlu diperhatikan dalam mengatasi masalah ini:

1. pergaulan itu erat kaitannya dengan kemampuan. Kemampuan di sini artinya
bukan hasil bawaan dari lahir tetapi merupakan kapabilitas yang diraih dari
usaha dalam mengembangkan diri (developmental process). Jadi, apapun
kepribadian anda, pada dasarnya anda punya kesempatan yang sama untuk
bergaul seperti juga orang lain yang punya model kepribadian lain

Sah-sah saja kita menyimpulkan, misalanya saja: saya orangnya termasuk
Melankolis yang introvert, pemikir dan pesimis. Dia kan orangnya termasuk
Sanguinis yang ekstrovert, suka ngomong dan optimis. Saya orangnya termasuk
Phlegmatis yang introvert, pengamat dan pesimis. Dia kan orangnya termasuk
Koleris yang ekstrovert pelaku dan optimis. Dan bla, bla, bla lainnya.

Tetapi ada satu hal yang perlu diingat bahwa dunia ini tidak peduli dengan
apakah kita termasuk orang berkepribadian ini dan itu. Dunia ini hanya tahu
satu hal: kalau kita mengalami kesusahan bergaul, hidup kita juga mengalami
kesusahan yang tidak kita inginkan. Titik. Ini adalah sebuah dalil mengapa
kita perlu mengembangkan potensi yang mendukung perbaikan kemampuan kita
dalam bergaul, terlepas apapun model kepribadian kita.

Sejumlah istilah ilmiah yang bisa kita temukan dalam buku-buku kepribadian
itu mestinya kita gunakan untuk melihat sisi plus-minus agar kita bisa
mengembangkan diri sejati kita (bukan jadi seperti orang lain). Sebab,
apapun model kepribadian kita pasti ada sisi plus yang perlu kita kembangkan
untuk memperbaiki hidup dan pasti pula ada sisi minus yang perlu kita
kontrol agar tidak sampai merugikan atau membahayakan.

2. Pergaulan itu tidak identik dengan banyak ngomong atau sedikit ngomong,
tidak identik dengan apakah anda seorang pendiam atau tidak pendiam. Prinsip
yang berlaku dalam pergaulan adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan
orang lain (to build) dan bagaimana kita menjaga hubungan itu (to
maintain). Karenanya, jangan heran bila menjumpai ada orang yang banyak
ngomong tetapi pergaulannya sempit dan jangan heran pula bila melihat ada
orang yang sedikit ngomong tetapi pergaulannya luas.

Sekali lagi perlu kita yakinkan pada diri sendiri bahwa bergaul adalah
bagian penting dari ketrampilan hidup. Kita semua sudah tahu bahwa di dunia
ini pasti tidak ada buku atau perpustakaan yang bisa mengungkap manfaat
pergaulan karena saking banyaknya manfaat itu.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah kesulitan
bergaul ini, antara lain:

1. Melatih kepedulian

Kepedulian itu bentuknya bermacam-macam dari mulai yang paling ringan bisa
kita lakukan sampai ke yang paling berat. Ini misalnya adalah showing
interest (menunjukkan ketertarikan) pada kehidupan orang lain, bisa diajak
berbicara tentang apa yang penting menurut orang lain, memberikan alasan
pada orang lain bahwa Anda tidak berada di pulau yang berbeda dengan mereka,
dan seterusnya. Di sini berarti Anda perlu meningkatkan wawasan yang terkait
dengan beberapa topik utama di lingkungan Anda.

Meskipun showing interest itu gratis tetapi kalau untuk kepentingan
mengatasi masalah kesulitan bergaul, biasanya berperan sangat penting. Untuk
selanjutnya, bentuk kepedulian ini bisa Anda tingkatkan, misalnya melibatkan
diri pada aktivitas bersama dengan orang lain, memainkan peranan yang
bermanfaat bagi orang lain, memberi bantuan pada orang lain yang membutuhkan
anda, dan seterusnya. Intinya, jangan sampai kita menyalahkan model
kepribadian yang kita miliki seiring dengan serangkaian kesulitan bergaul
yang kita alami sementara kita sendiri jarang menunjukkan ketertarikan pada
topik atau hal yang menarik buat orang lain. Kita merasa hidup di pulau yang
jauh dengan orang lain.

2. Fokuskan pada pengembangan dialog dan suasana

Seperti yang sudah kita bahas di muka, terlalu memikirkan diri sendiri dan
terlalu membuat penilaian atas orang lain pada saat pembicaraan berlangsung,
ini bisa mengganggu suasana. Karena itu, fokuskan pada suasana, topik
pembicaraan, dan kehangatan dialog. Bagaimana caranya? Di antaranya adalah:
a) mengajukan pertanyaan yang bisa kita pelajari dengan menggunakan kaidah
5W1H (what, where, who, why, when, dan how), b) mendengarkan dan
mengungkapkan, c) memunculkan humor atau guyonan yang mendukung dan sesuai
kebutuhan.

3. Menghormati "privay" orang lain

Ada beberapa hal tentang orang lain yang membuatnya akan lebih suka kalau
kita ketahui, tetapi juga ada beberapa hal tentang orang lain yang akan
membuatnya tidak nyaman kalau kita ketahui. Hal-hal tentang orang lain yang
membuatnya tidak nyaman kalau kita ketahui inilah yang saya maksudkan dengan
privacy. Biasanya yang kedua ini adalah masalah-masalah yang sangat pribadi.

Setiap orang itu biasanya memiliki tiga wilayah kehidupan. Pertama adalah
wilayah publik (diketahui secara umum, misalnya tinggal di mana, sekolah di
mana, dst), kedua, wilayah privat (diketahui hanya oleh orang yang dekat,
pacarnya siapa, musuhnya siapa, dst), dan ketiga adalah wilayah pribadi
(tidak ingin diketahui oleh siapapun kecuali dirinya atau suami-istrinya).
Untuk kepentingan kelancaran bergaul, akan lebih OK kalau kita memfokuskan
diri untuk mengetahui hal-hal yang memang orang lain merasa nyaman untuk
diketahui (wilayah publik) dan melupakan apa saja yang membuat orang lain
merasa tidak nyaman bila diketahui (wilayah pribadi)

4. Lihat orang lain yang lebih berhasil

Pergaulan itu erat kaitannya dengan seni (the art) atau permainan, (playing
the game) tentang bagaimana menjalin hubungan dengan orang lain. Karena
seni, maka gayanya berbeda-beda dan ini tidak terkait dengan apakah anda
orang yang tipenya banyak ngomong atau sedikit ngomong. Dan, dalam seni
permainan, biasanya ada dua hal yang mendasar, yaitu: a) bagaimana anda
mengontrol emosi, b) bagaimana anda mengimbangi emosi orang lain.

Dua hal ini memang agak sulit kalau dijelaskan dengan kata-kata. Akan lebih
cepat bisa anda pahami dengan melihat bagaimana orang lain yang secara
prestasi di atas Anda menjaga hubungan. Mereka yang telah berhasil menjaga
hubungan sampai bertahun-tahun, umumnya sudah memiliki kematangan emosi yang
lebih bagus. Ini bukan berarti mereka tidak pernah konflik, gap, berbeda
pendapat dan lain-lain, tetapi karena mereka sudah tahu bagaimana
bermain-main dengan emosi. Karena itu, ada hal-hal yang ditanggapi dengan
diam, dengan bicara, dengan ketawa, dengan biasa-biasa, dengan humor, dan
lain-lain.

Kalau Anda kesulitan mencari contoh, lihatlah bagaiman orang tua kita yang
telah bertahun-tahun mempertahankan hubungan dalam membina keluarga. Secara
umum bisa kita lihat bahwa kecanggihannya dalam memainkan emosi terletak
pada kemampuannya untuk tidak "meng-ekstrim-kan" sesuatu yang berpotensi
akan mengacaukan keadaan atau hubungan. Untuk mencapai kemampuan ini memang
perlu latihan dan ini tidak terkait langsung dengan umur tetapi terkait
dengan pengalaman hidup (life experiencing).

5. Tingkatkan prestasi Anda

Ini adalah kunci untuk mengatasi masalah-masalah kejiwaan umum itu. Semakin
banyak hal-hal positif yang bisa Anda realisasikan dari diri Anda, maka
semakin baguslah Anda merasakan diri anda. Bagaimana kita merasakan diri
kita akan terkait dengan bagaimana kita berhadapan dengan orang lain. Karena
itu, menurut teori kesehatan mental, orang yang sedang depresi (punya
perasaan negatif terhadap diri sendiri, orang lain, keadaan atau Tuhan)
tidak bisa membangun hubungan dengan orang lain secara positif dan
konstruktif.

Kamis, 03 Januari 2008

Dicari yang Berpengalaman


Dicari yang Berpengalaman

Renungan acara morning briefing kali ini berasal dari sebuah ide yang
datangnya dari sebuah iklan tentang lowongan pekerjaan di beberapa surat
kabar yang sepertinya sudah sering kita baca bersama dimana ada tertulis
salah satu bunyi syaratnya adalah Dicari yang Berpengalaman. hati kita
tergerak untuk menguraikan bagian tulisn tersebut sesuai dengan thema utama
yang akan kita sharingkan dalam acara pagi ini yaitu; Dicari Yang
Berpengalaman.

Supaya kita menjadi orang pengalaman. Karena kalau kita renungkan kata
berpengalaman itu sesuatu yang amat sangat penting. Kenapa penting! Sebab
bila karyawan di dalam perusahan semuanya memiliki pengalaman yang hebat
maka perusahaan juga bisa hebat dan kuat.

Tetapi sebaliknya bila semua karyawan pengalamannya hancur-hancuran maka
perusahaan juga bisa menjadi berantakan, oleh karena itu pengalaman adalah
penting dan sungguh sangat penting Semua orang rindu disebut sebagai orang
yang berpengalaman. Semua perusahaan rindu memiliki karyawan yang
berpengalaman sebab itu penting Nah.. selain persyaratan berupa latar
belakang dan pendidikan, ternyata pengalaman dalam disiplin ilmu kreatifitas
bisa digambarkan atau diibaratkan bagai seluas bidang tanah yang subur yang
siap ditanami dengan bibit yang unggul.

Sehingga muncul tunas muda dan secara cepat tunas itu, berubah menjadi
batang yang bercabang-cabang kemudian tumbuh daun-daunan dan kemudian
berbunga yang pada akhirnya bisa berbuah lebat dan buahnya tetap. Sehingga
sampai biji buah tsb siap ditanam kembali dan bisa berbuah lagi dengan hasil
yang berlipat ganda. Maka sekali lagi bisa dikatakan bahwa;pengalaman itu
adalah sesuatu hal yang sangat penting. Hal ini perlu disampaikan dalam
acara morning briefing kali ini.

Ada sebuah ILUSTRASI;zaman dulu kala hidup seorang nabi yang memiliki sebuah
mantera untuk menghidupkan tulang-tulang orang mati. Murid-muridnya
berkali-kali meminta agar sang nabi itu, memberikan rahasia mantera tsb
kepada mereka.

Tetapi nabi itu selalu menjawab Sabarlah,..kamu kan,..perlu pengalaman lebih
dulu. Kamu perlu belajar bijak dari pengalaman. Tunggulah sampai kamu
benar-benar menjadi matang. Toh pada akhirnya rahasia mantera itu pasti akan
saya berikan kepada kalian." Namun demikian para murid itu, tetap saja
mendesaknya dan mereka secara terus menerus mendesak nabi itu, dengan tidak
sabar.

Pada akhirnya dengan berat hati dan terpaksa.! Nabi itu memberikan rahasia
mantera yang mereka minta itu. Maka di saat itu juga hati para murid menjadi
terasa senang dan wajahnya tampak bergembira. Dan seketika itu juga, mereka
meninggalkan sang nabi.

Karena mereka ingin mempraktekan dan mencoba keampuhan mantera yang baru
saja diterimanya itu. Di perjalanan mereka melihat ada beberapa batang
tulang yang berserakan. Tanpa pikir panjang mereka berkata. "Mari kita coba
sekarang.!" Lalu mereka menggunakan mantera itu. Dan apa yang bakal
terjadi.?

Tulang-tulang itu mulai bergerak. Mantera itu benar-benar ampuh.! Dengan
mata terbelalak mereka melihat bahwa; tulang-tulang itu mulai menjadi
kerangka yang ditumbuhi daging. Ternyata kerangka itu berubah menjadi seekor
serigala. Serigala yang hidup dengan mata yang liar dan perangai yang
beringas serta menakutkan.!

Murid murid itu lari ketakutan. Tetapi mereka dikejar serigala itu. Mereka
diterkam. Dan pada akhirnya mereka tewas dengan tubuh yang terkoyak-koyak.
Nah dari kisah tersebut dapat disimpulkan bahwa; kepandaian dan kekuasaan
seseorang belum tentu merupakan segala-galanya.

Orang-orang yang pandai dan berkuasa belum tentu bisa bersikap bijak dalam
menggunakan kepandaian dan kekuasaannya. Sebab mereka belum berpengalaman.
Tetapi apakah arti sesungguhnya sebuah pengalaman.?

Disini perlunya dikisahkan bahwa; ada dua orang manajer di-suatu perusahaan
yang sama. Sebut saja manajer A dan manajer B dalam kisah ini dikatakan
bahwa; manajer A sudah sepuluh tahun bekerja, sedangkan manajer B baru lima
tahun bekerja. Siapa yang lebih berpengalman. ?? Apakah manajer A.?? Belum
tentu.!

Kedua manajer itu setiap tahun tugasnya adalah memimpin dan mengelola
perusahaan dimana mereka bekerja secara tekun dan rajin. Manajer A dan
manajer B. Telah berkali-kali dapat menyelesaikan semua permasalahan secara
serius dan konsentrasi ketika perusahaan atau beberapa anak buahnya sedang
menghadapi kesulitan besar dilapangan. Tetapi manajer A pada saat memberikan
beberapa alternatif untuk mencari solusi selalu tetap menggunakan pola lama
dan cara yang sama, begitu juga cakupan, urutan dan sistemnya selalu itu-itu
saja. Jadi sama sekali tidak ada perubahan. Sehingga hasilnya medioker
(pas-pasan) kurang efisien dan efektif serta tidak produktif.

Namun tidak demikian halnya yang telah dilakukan oleh manajer B. Dimana cara
kerja dia sangatlah berbeda. Karena pada saat dia memberikan alternatif
untuk mencari solusi pada masalah pekerjaan yang sedang dialami oleh anak
buahnya. Ternyata dia sudah menggunakan lima macam pendekatan dengan sistem
yang berbeda. Dia selalu membandingkan dan menilai kelima macam pendekatan
pada sistem yang berbeda tersebut, sebelum memecahkan setiap masalah yang
terjadi di dalam lingkup pekerjaannya. Dan semua perubahan selalu
disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Dia orangnya tidak
segan-segan mau keluar dari norma, sikap maupun perilakunya selalu dinamis.

Dia memiliki kemauan yang keras untuk terus menerus belajar dan selalu
berusaha untuk melakukan adaptasi terhadap semua lingkungan dimana dia
sedang berada. Maka hasil akhirnya benar-benar excelence sehingga nilainya
jauh lebih efektif dan efisien serta produktif jika dibandingkan dengan
hasil karya manajer A tsb. Nah.! siapakah kira-kira yang lebih
berpengalaman. ? Jelas dalam hal ini yang lebih berpengalaman adalah manajer
B walaupun masa kerjanya lebih singkat.

Jadi Pengalaman belum tentu identik dengan lama atau panjangnya masa kerja
seseorang. Untuk itu perlu diingat bahwa pengalaman lebih dari sekedar
mengalami sesuatu. Maka jangan salah sangka bahwa; apa yang kita lihat, kita
dengar atau kita kerjakan, belum tentu menjadi pengalaman. Jadi apa yang
kita kerjakan baru menjadi pengalaman kalau kita kelak' bisa memanfaatkan
kesalahan ataupun keberhasilan kita untuk pekerjaan kita selanjutnya.

Sebab kualitas sebuah pengalaman dapat diukur secara intensitas ketika
maksud dan tujuan dapat diuraikan secara jelas dimuka dan dimengerti. Serta
kemampuan kita untuk menarik pelajaran secara intens yaitu; lebih dalam,
lebih hebat, lebih padat dan berarah dari pengalaman itu sendiri.

Ada pakar pendidikan yang bernama Jhon Dewey ketika dia wafat usianya sudah
mencapai 93 Tahun (1859-1952) Dia selama hidupnya telah berhasil menulis
buku dengan judul EXPERIENCE and EDUCATION salah satu isi di dalam karya
tulisannya mengatakan bahwa; Cara belajar yang paling baik adalah belajar
dari pengalaman. Bukan pengalaman dalam arti lebih dari sekedar mengalami
sesuatu. Melainkan kita harus bertanya dalam hati nurani, apa yang dapat aku
pelajari dari apa yang pernah aku alami apa kelemahanku, apa kekuatanku, apa
yang perlu diperbaiki, apa yang perlu dirubah, apa yang sudah diperoleh bagi
orang banyak dari semuanya ini.??

Pengalaman baru bisa disebut pengalaman kalau apa yang dialami itu diuji
secara kritis. Untuk itu, dibutuhkan sikap jujur terhadap diri sendiri dan
mau mengakui kebodohan diri kita sendiri, serta yang terpenting kita mau
mendengar saran yang diberikan oleh orang lain. Sebab orang yang cepat
berpuas diri biasanya miskin pengalaman, walaupun apa yang dialami banyak.

Untuk itu agar kita bisa disebut sebagai orang yang berpengalaman. Maka
pertama kali yang harus kita lakukan dalam pekerjan kita sehari-hari adalah;
pentingnya belajar untuk bisa menjunjung tinggi standard mutu pekerjaan dan
etika profesi.

Sehingga dengan demikian secara otomatis kehidupan kita pasti berubah
menjadi bermutu atau berkualitas. Sebab kehidupan yang bermutu dan
berkualitas bisa menghasilkan pengalaman. Pengalaman bisa menghasilkan sikap
yang bijak.

Pengalaman bisa menjadikan orang lebih bersikap hati-hati dan bisa
mempertimbangkan segala sesuatu secara tenang dan matang. Dia melihat
persoalan bukan hanya dari satu perspektif saja atau dari kepentingan diri
sendiri, melainkan dari berbagai perspektif atau dari kepentingan orang
banyak. Dan untuk bisa jalan terus dia tidak begitu saja berjalan ngawur
melangkah maju kedepan lalu akhirnya malah kena celaka. Jika perlu dia juga
bersedia berhenti sejenak dan menepi atau malah bersembunyi ketika melihat
malapetaka akan datang.

Intinya selain memiliki self starter yang pasti diapun juga memiliki daya
nalar yang tinggi. Sekali lagi dikatakan bahwa; pandai dan berkuasa belum
tentu panya arti bijak dan berpengalaman. Murid-murid Nabi tadi sudah pandai
dan berkuasa karena mereka mempunyai mantera yang mampu menghidupkan kembali
tulang. Akan tetapi karena sikap mereka terburu nafsu ketika menggunakan
kepandaian dan kekuasaannya.

Maka tulang-tulang yang mereka hidupkan ternyata adalah tulang serigala.
Mereka coba menghidupkan sesuatu yang kemudian malah mematikan mereka
sendiri. Mereka sudah mempunyai kepandaian dan kekuasaan. Tetapi mereka
belum mempunyai sifat bijak dan pengalaman.

Untuk itu esensi yang perlu disampaikan dalam renungan pagi hari ini adalah:
Justru sebab dari akibat atas kepandaian kita selama ini. Maka hingga sampai
dengan sekarang ini kita telah diberikan suatu kepercayaan oleh perusahaan
dimana kita berkarya. untuk memegang posisi dan kekuasan tertentu. Maka yang
perlu diingat adalah; janganlah sampai kita terburu nafsu atau menjadi
sombong dan takebur seperti yang baru saja dilakukan oleh para murid nabi
tadi.

Yang pada akhirnya bisa merugikan diri kita sendiri. Untuk itu hendaknya
kita bisa menjadi orang yang bijak. Karena orang pandai kalah dengan orang
yang cerdik sedangkan orang cerdik kalah dengan orang yang bijak.

Oleh karena itu agar kita nantinya bisa menjadi orang yang bijak. Maka
perlunya belajar dari pengalaman. Sehingga pada saat kita sedang menjalani
kehidupan beragama, berkarya dan bermasyarakat. Benar-benar telah memiliki
sifat yang bijak dan pengalaman.

Namun demikian perlu kita sadari bahwa; dalam diri setiap orang itu yang
pasti mempunyai keterbatasan, tetapi demi kemajuan kita tidak boleh dibatasi
oleh keterbatasan itu sendiri. Maka mulai sekarang bangunlah kemampuan kita
diatas kemampuan.

Seperti sikap manajer B yang telah dicontohkan tadi. Untuk itu jangan cepat
berpuas diri jadilah orang pandai dengan cara bergaul dan belajar dengan
orang-orang berilmu atau ahli. Untuk itu jangan malu-malu belajar sambil
bertanya kepada orang-orang yang pandai. Seperti kata pepatah lama bahwa;
Orang kaya tempat meminta dan orang pandai tempat bertanya.

Maka sudah dapat dipastikan bahwa; kehidupan kita kelak di-kemudian hari
dapat diharapkan akan tampak jauh lebih sukses karena telah memiliki sifat
bijak dan pengalaman. Namun dari semua kemampuan yang kita pelajari. Yang
terpenting adalah semangat dan kemauan untuk belajar agar bisa berubah dan
berbuah serta berlipaat ganda.

Demikianlah renungan singkat ini disampaikan semoga bermanfaat untuk merubah
diri kita menjadi orang yang bijak dan berpengalaman

Menjadi Wanita


Menjadi Wanita
Jika setiap manusia yang dilahirkan ke dunia diberi pilihan untuk memilih,
menjadi laki-laki atau perempuan, mungkin yang memilih menjadi laki-laki
akan lebih banyak jumlahnya dari pada menjadi perempuan. Alasannya dapat
beraneka ragam, mungkin ada yang memberi jawaban karena laki-laki adalah
orang yang kuat sedangkan jika terlahir sebagai perempuan akan menjadi orang
yang lemah, atau ada yang memberi jawaban karena menjadi laki-laki lebih
baik dibanding jika menjadi perempuan, karena tidak akan merasa sakitnya
melahirkan, dan juga merasakan lamanya mengandung selama 9 bulan seperti
yang dialami perempuan. Alasan ini dapat saja kita terima karena sudah
menjadi hukum alam bahwa perempuan mengalami mentruasi, sehingga dapat
mengandung dan melahirkan anak.

Anda pun jika disuruh memilih untuk menjadi laki-laki atau perempuan Anda
mungkin akan menjawab laki-laki, dengan alasan yang hampir sama seperti
jawaban diatas. Hal ini memang tidak salah namun jika saat ini Anda terlahir
sebagai kaum perempuan tentu Anda tidak boleh menyesalinya, mengapa ? karena
sudah menjadi hukum karma jika Anda terlahir sebagai perempuan sesuai dengan
perbuataan yang telah dilakukan pada kehidupan yang lampau. Anda dapat saja
bertekad bahwa di kehidupan yang akan datang Anda ingin menjadi laki-laki,
itu boleh saja Anda lakukan dan tidak ada yang melarang Anda mempunyai tekad
demikian, namun yang perlu disadari hidup adalah saat ini, saat inilah yang
akan menentukan masa depan Anda sendiri. Untuk itu sekali lagi jangan pernah
menyesal terlahir sebagai perempuan, karena perempuan sesungguhnya memiliki
banyak keistimewahan yang tidak dimiliki oleh kaum laki-laki. Bukan berarti
kaum perempuan lebih unggul dibandingkan dengan kaum laki-laki, namun
ungkapan ini dikemukakan untuk mengajak Anda untuk melihat secara lebih
dekat tentang keistimewaan yang dimiliki oleh kaum perempuan juga untuk
membangkitkan semangat kaum perempuan agar tidak merasa menjadi manusia yang
lemah dan tidak berdaya. Dan yang perlu digaris bawahi disini adalah tidak
ada penting dan untungnya menbanding-bandingkan antara kaum laki-laki dengan
kaum perempuan karena pada dasarnya kaum laki-laki dan kaum perempuan memang
berbeda. Yang perlu untuk dicermati adalah antara kaum laki-laki dan
perempuan keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang keduanya tidak
dapat disamakan.

Perempuan memiliki peran yang cukup penting dalam bidang manapun, apakah itu
bidang politik, bidang agama, ataupun bidang-bidang yang lain. Kesemuanya
membutuhkan dan melibatkan kaum perempuan. Ada sebuah ungkapan yang cukup
terkenal, bahwa maju dan runtuhnya suatu negara adalah di tangan perempuan.
Mengapa ungkapan itu begitu lekat dalam ingatan kita, karena perempuan
memiliki peran dan tanggung jawab yang penting dalam mendidik dan merawat
putera-putera bangsa. Di tangan ibulah kita pertama kali di didik dan
dirawat, berkat ibulah kita dapat belajar berjalan dan berlatih untuk
mandiri.

Terlahir sebagai perempuan bukan berarti kita tidak dapat melakukan segala
bentuk kegiatan yang biasa dilakukan oleh kaum laki-laki. Kita dapat
melakukan segala bentuk kegiatan dengan syarat kegiatan itu tidak
bertentangan dengan kodrat sebagai perempuan, artinya bagaimana pun sebagai
seorang perempuan tetap memiliki batas-batas atau norma-norma yang tidak
boleh dilanggar.
Yang perlu diingat adalah jika Anda seorang perempuan jangan pernah merasa
bahwa Anda adalah orang yang lemah dan tidak mampu melakukan segala sesuatu
seperti yang dilakukan kaum laki-laki, Anda dapat melakukan apapun yang Anda
mau, karena semuanya terletak di tangan Anda sendiri, apapun yang Anda
inginkan tergantung kepada diri Anda sendiri, keberhasilan dan kesuksesan
seseorang bukan dilihat apakah dia seorang laki-laki atau seorang perempuan
namun lebih dinilai berdasarkan kemampuannya. Untuk itu tidak ada gunanya
memperdebatkan status mana yang lebih baik apakah terlahir sebagai seorang
laki-laki ataukah seorang perempuan, keduanya mempunyai peran masing-masing
yang saling mengisi satu sama lainnya.

Jadi jika Anda seorang perempuan, tidak perlu menyesal terlahir sebagai
perempuan, karena kaum perempuan dimanapun berada memberikan keseimbangan
dalam kehidupan ini.

teruntuk wanita-wanita terhebat dalam hidup ku (Ibu ku, Istriku, dan
sahabat-sahabat wanita yang luar biasa.

Depok, 2 January 2008
Setelah peristirahatan hati ini dalam beberapa waktu

Kamis, 13 Desember 2007

Pikiran adalah permukaan hati


Pikiran adalah permukaan hati

JANGAN pernah berkata benci, kotor, atau berpikir busuk. Itu nasihat nenek
saya. "Nanti, kalau ada setan lewat, bisa terjadi sungguhan," katanya.
Saya cuma mesem, cenderung menyepelekan petuah itu. Maklum, di mata saya,
orang sepuh itu suka berpikir aneh, termasuk yang tidak masuk akal.

Pokoknya, ucapan Nenek yang membawa nama setan, jin, dan malaikat saya
ibaratkan angin lalu. Tak perlu digubris. "Ya, sudah, kalau tak percaya,"
katanya. Esoknya, petuah serupa diulang lagi, dan diulang lagi, walau sang
cucu selalu menertawakannya.

Belakangan, "pelajaran" dari Nenek itu ada benarnya, walau tidak mutlak
--karena menyertakan setan, jin, dan malaikat sebagai penyebab. Tampaknya,
Nenek yang buta huruf dan tak mau memaksakan kehendak itu lebih memahami
hidup. Memang, makin berakal seseorang, makin mudah ia memahami alasan
orang lain.

Ternyata, pikiran manusia itu bisa "disetel" sesuai dengan daya kehendak.
Mengumpat disertai kutukan bisa mewujud nyata jika dilakukan serius. Yang
merampas daya itu adalah keraguan. Keraguan merampas keberanian, harapan,
dan optimisme. Berpikir busuk, misalnya, bisa melecut ketidakserasian.
Berpikir buruk itu hanya menyengsarakan diri. Membuat suasana jadi muram.

Pernah, suatu ketika, famili saya rekreasi ke Baturaden, Purwokerto, Jawa
Tengah. Usai menghirup udara segar pegunungan, mereka kembali ke kota.
Jalanan menurun. Tiba-tiba, di balik setir mobil terlintas pikiran
negatifnya: "Belasan tahun saya membawa mobil tapi belum pernah merasakan
rem blong!"

Belum sampai 10 menit otaknya berpikir rem blong, rem yang diinjaknya
jebol sungguhan. Kendaraan meluncur deras. Syukurlah, dia tidak panik.
Tahap demi tahap gigi persneling dipindahkan ke gigi kecil. Begitu
terkendalikan, mobil dipinggirkan dan rem tangan ditarik. Ia menghela
napas panjang.

"Kok, berhenti," tanya istrinya. ''Lha, wong remnya blong," katanya.
''Kok, tidak bilang-bilang?" tanyanya lagi. Tentu saja tak perlu dijawab.
Sebab, jika fakta itu disampaikan, kepanikan dijamin akan menular ke
seluruh penumpang. "Tuhan masih melindungi kita," ujar dia.

Sebaliknya, pikiran yang positif dapat menghasilkan sesuatu yang sangat
mengagumkan. Ia dapat menguasai materi, objek, dan urusan. "Ia bahkan
dapat bekerja dengan sangat mengagumkan, yang orang tak dapat
menjelaskannya," tulis Hazrat Inayat Khan.

Pikiran dan perasaan manusia itu memiliki getaran kekuatan. Ketenangan dan
kedamaian hati seorang pawang, misalnya, mampu menjinakkan singa liar.
Pikiran singa itu "terpengaruh" oleh si pawang yang cinta damai. Begitu
pula dalam arena adu gajah di India. Daya pikir ribuan penonton
menghendaki agar hewan itu berkelahi. Keinginan itu direfleksikan pada
hewan hingga menimbulkan kekuatan --sekaligus hasrat untuk berkelahi.

Ada pula penjinak ular yang bertugas "membujuk" binatang melata itu keluar
dari sarangnya, tanpa musik. Pikiran penjinak yang direfleksikan pada ular
itulah yang menarik ular keluar dari persembunyian. Ada orang yang
mengusir lalat dengan merefleksikan pikirannya pada makhluk kecil
tersebut. Kekuatan yang mempengaruhi pikiran serangga itu merupakan bukti
adanya daya, bukan keistimewaan.

Ada pula kuda yang mampu memecahkan soal matematika rumit. Jawaban itu
merupakan refleksi pikiran pelatihnya yang diproyeksikan pada pikiran
kuda. Dalam proses mediumistik, suatu gagasan matematika diproyeksikan
pada pikiran kuda. Daya proyeksi dapat ditingkatkan dengan peningkatan
daya kehendak, pemikiran, atau perasaan. Inilah rahasia terbesar
kehidupan.

Bila pikiran tak jelas, misalnya, terganggu atau terlalu aktif, maka
pikiran tidak dapat mengantar refleksi secara utuh. Pikiran dapat
diibaratkan danau. Jika angin bertiup dan air beriak, maka refleksinya
menjadi tidak jelas. Sebaliknya, jika berair tenang, bisa merefleksikan
dengan jelas.

Pikiran adalah permukaan hati, dan hati adalah kedalaman pikiran. Apa yang
datang dari dalam menyentuh kedalaman, dan yang di permukaan hanya berada
di permukaan. Maka, jangan heran jika dua jiwa yang berhati penuh kasih
dan berperasaan halus bisa berkomunikasi melalui pikiran dan perasaan.
Jarak bukan halangan.

Maka, si Binu yang lama tak bersua, misalnya, tiba-tiba menelepon atau
muncul di depan mata hanya karena "terpikirkan" oleh teman karibnya.
Kebetulan? Tidak! Di dunia ini tak ada sesuatu yang bersifat kebetulan.
Seluruh perilaku pikiran mempengaruhi urusan hidup.

Daya pikir memang punya efek yang dahsyat. Pikiran yang panas membuat
"api" di sekitarnya, hingga orang-orang di dekatnya terbakar oleh "api"
tersebut. Sebaliknya, pikiran yang tenang dan damai memberi kesejukan pada
orang-orang yang berada dalam ruang lingkupnya.

Tentu, semua refleksi ini bukan karena ada setan atau malaikat lewat. Di
dunia ini, tiada suatu yang tanpa makna. Juga bukan kebetulan. Tidak
sebutir atom pun yang terlepas dari liputan dan rencana Allah. Hanya
karena kita tak memahami kehidupan di dunia ini, maka kita berada dalam
kegelapan.

"Sesungguhnya, di antara ilmu itu ada yang laksana mutiara tersembunyi, ia
tidak diketahui kecuali hanya oleh orang-orang yang mengenal Allah," kata
Nabi Muhammad SAW. (disarikan dari Gatra-WY)

SUMBER : Internet


Senin, 03 Desember 2007

Pekerja Outsourcing


Hari ini ketika audit department lain saya berjalan melewati bagian produksi di kantor terlihat banyak pekerja pabrik yang anak-anak baru lulus smu sedang bekerja dengan riang dan gembira, tapi kegembiraan mereka adalah senyum kegetiran dalam menghadapi hidup, sebagai buruh kontrak dan buruh outsourcing....

Perusahaan saya, seperti mungkin banyak perusahaan lainnya saat ini banyak memperkerjakan karyawan kontrak dan karyawan outsourcing, karena outsourcing adalah suatu hal yang wajar dan sah dari segi undang-undang 13 th 2003.

tetapi dibalik itu, jika kita sebagai tenaga kerja outsourcing, kita tidak terdapat kepastian kerja dari perusahaan yang sedang bekerja, kapan pun kita dapat diganti kalau perusahaan tidak puas atau pun ada faktor like dan dislike. bagai mana dengan masa depan pekerjaa outsourcing...

Pernah terpikir jika seseorang pegawai atau karyawan menjadi karyawan kontrak atau pun outsourcing bagaimana hidup mereka, masa depan mereka, banyak perusahaan khususnya manufaktur mempekerjakan tenaga muda. dan mereka rata-rata hanya berpendidikan SMU. apakah ada perusahaan yang mau mengontrak mereka pada usia 30-50 tahun....? (Semoga masih ada), kalau tidak, bangsa indonesia siap menerima ledakan pengangguran yang lebih besar

Dari sisi management, perusahaan akan lebih senang mempekerjaan karyawan outsourcing untuk cost down (penekanan biaya), serta efesiensi, Untuk itu diperlukan suatu perubahan struktural dalam pengelolaan usaha dengan memperkecil rentang kendali manajemen, dengan memangkas sedemikian rupa sehingga dapat menjadi lebih efektif, efisien dan produktif.

menurut pemkiran pengusaha yang pernah saya baca "selama ini, buruh Indonesia selalu menuntut gaji yang lebih tinggi tanpa meningkatkan produktivitasnya. Sedangkan para pengusaha akan kesulitan melakukan pemutusan hubungan kerja, karena mereka harus membayar banyak kewajiban, seperti uang pesangon." itulah alasan suburnya bisnis penyedian jasa tenaga outsourcing

pekerjaan disub-kontrakkan (outsourcing) melahirkan persoalan, pada kenyataan sehari-hari outsourcing selama ini diakui lebih banyak merugikan pekerja/buruh, karena hubungan kerja selalu dalam bentuk tidak tetap/kontrak (PKWT), upah lebih rendah, jaminan sosial kalaupun ada hanya sebatas minimal, tidak adanya job security serta tidak adanya jaminan pengembangan karir dan lain-lain sehingga memang benar kalau dalam keadaan seperti itu dikatakan praktek outsourcing akan menyengsarakan pekerja/buruh dan membuat kaburnya hubungan industrial .

pada UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, tidak ada satupun peraturan perundang-undangan dibidang ketengakerjaan yang mengatur perlindungan terhadap pekerja/buruh dalam melaksanakan outsourcing. Kalaupun ada, barang kali Permen Tenaga Kerja No. 2 Tahun 1993 tentang kesempatan kerja waktu tertentu atau (KKWT), yang hanya merupakan salah satu aspek dari ousourcing.


karena rata-rata pekerjaa outsourcing, satpam, cleaning service, operator pabrik da lainya adalah yang berpendidikan rendah, inilah relasi dari kebijakan pemerintah tentang pendidikan, dimana pemerintah masih belum peduli untuk peningkatan SDM indonesia, yang berakhir pada rendahnya tingkat pendidikan rakyat sehingga banyak rakyat tidak bisa mendapat penghidupan yang layak.

Buat Sahabat yang saat ini terikat kontrak Outsource Janganberkecil hati dan khawatir. Ingat masa depan tetap ada ditangan dan hanya diri sendiri dan Tuhanlah yang akan merubah hidup. Kalau kita baru sebatas kerja kontrak ya terima dulu, sambil nimba ilmu, nambah ketrampilan, buat nambah "amunisi" dalam persaingan dunia kerja, Kemudian cari -cari peluang yang sesuai dengan keahlian kita.



Dalam perenunganku, Tidak setuju dengan sistem outsourcing...
Depok 2 Desember 2007
Erwin Arianto

Kenalan, Kawan & Sahabat


Kenalan, Kawan & Sahabat

Sepanjang perjalanan hidup kita selaku manusia kita berpeluang berkenalan dan mengenali banyak orang. Orang-orang ini pada amnya dapat dikatogeri kepada tiga kumpulan: Kenalan, Kawan dan Sahabat.

1.Kenalan(Known): Orang-orang ini adalah mereka yang kita kenali nama atau ingat nama mereka namun kita tidak rapat dengan mereka. Perhubungan adalah berputar sekitar "Hai atau Hello" lalu berjabat tangan dan bersoal-jawap beberapa soalan dan meminta diri. "Bah, minta maaf, saya ada urusan. Sampai jumpa lagi. Ok, bye..." Pendek kata, kita saling mengenali tetapi tidak rapat dan tidak merasa apa-apa meskipun tak berhubungan sekalian lama. Kerana mereka tidak mempangaruhi dan tidak menyentuh hidup kita. Tidak ada kerinduan untuk bertemu. Tapi kalau terjumpa secara tiba-tiba berteguran juga. Namun tidak dapat bercerita panjang. Macam mau cepat-cepat pergi saja dengan alasan ada urusan. Rasa seperti tidak enak bercakap lama-lama. Kalau dibawa pergi makan dan minum pun tidak mahu. Pasti menolak dengan alsan sudah "baru juga makan dan minum nii." Inilah yang dikatakan orang-orang yang kita kenali namun tidak rapat. Tetapi bagi orang-orang yang tiba-tiab kita jumpa dan mereka masih mesra dengan kita, mereka inilah yang dikatakan kawan atau "Companions".

2.Kawan(Companions): Mereka ini adalah orang-orang yang bersama-sama dengan kita terutama sekali semasa bersekolah, atau menuntut di pengajian tinggi atau sama mengikuti kursus atau latihan untuk suatu aktiviti. Malah sama sama membesar dan bersukan seperti bermain bolasepak. Dimasa-masa tersebut kita rapat sekali tetapi bila dah tamat sekolah, atau pengajian atau kursus dan masing-masing sibuk dengan pekerjaan dan kehidupan sendiri maka perhubungan itu menjadi renggang. "Lost contact" dah. Walau bagaimana pun kalau terjumpa dikedai atau dimana-mana pasti panjang cerita. Disamping meluangkan masa untuk makan dan minum. Inilah yang dikatakan kawan. Pendek kata, jarang-jarang berjumpa tetapi kalau tiba-tiba berjuma pasti ramai juga! Kisah-kisah lalu terungkit kembali. Kisah yang manis dan lucu pasti menjadi bahan percakapan. Tapi apa yang jelas ialah kawan biasanya tidak "keep in touch" dengan kita. Tetapi bagi beberapa orang yang "stay in touch" dengan kita meskipun pun tak selalu tetapi mereka tetap bertanya khabar sekali-sekala, orang-orang seperti inilah yang dikatakan Sahabat atau "Friends."

3.Sahabat(Friends): Orang-orang yang kita kenali dari dulu lagi sampailah sekarang. Meskipun tak selalu berjumpa tetapi rapat. Kalau ada apa masalah seperti merekalah yang kita cari dan mereka sedia membantu. Dan kalau ada keramaian seperti perkahwinan mereka pasti kita jemput. Walaupun tidak selalu bertemua namun sekurang-kurangnya ada beberapa kali bertemu didalam setahun. Misalnya pada hari-hari perayaan. Mereka pandai datang sendiri ke rumah atau tiba-tiba muncul dihadapan rumah kita. Kalau berjumpa pasti panjang sekali cerita dan makan bersama. Mereka ini kalau mendengar kita ada masalah besar mereka pasti datang dan memberi bantuan meskipun kita tidak meminta. dan mereka ini juga tidak meminta-minta daripada kita. Mereka iklas dan jujur didalam persahabatan.Inilah yang kita kenali sebagai sahabat sejati atau "best friend."

Memang banyak sekali orang yang kita temui didalam hidup kita. Namun bukan semua orang boleh dianggap sebagai sahabat. Sebenarnyanya kebanyakan ynag kita kenal sekadar menjadi kenalan dan kawan sahaja. Walau bagaimana pun, samada seseorang itu sekadar kenalan atau kawan atau sahabat, perkara ini terserahlah kepada kita untuk menilai orang-orang yang kita temui didalam hidup kita. Namun kalau kita telah berjanji kepada seseorang bahawa kita akan menjadi sahabatnya selama-lamanya maka kita ada kewajipan untuk membukitkan janji kita ini. Jangan hanya manis dimulut sahaja tetapi dihati lain-lain. Pendek kata, bersahabat biarlah selama-lamanya.


sumber milist

Kamis, 29 November 2007

Belajar Memaafkan


Belajar Memaafkan
Hidup ini adalah sebuah pembelajaran...
Dan satu hal yang sering kita lupa adalah... memaafkan.

Para Sahabat semua, saya menulis disini bukan sebagai seorang yang sempurna. saya mempunyai sisi lemah dalam hidup ini. saya juga punya pengalaman pahit di hari-hari yang lalu. Pengalaman yang mungkin lebih menyakitkan daripada yang munkin sedang Anda alami...saat ini.

Namun melalui tulisan ini izinkan saya sedikit share dan berbagi cerita... dan juga pengalaman tentang sepatah kata yang bernama.... maaf.

Tentang beberapa istilah atau pernyataan yang rasanya logis... namun pada kenyataannya... kok ndak begitu...

1. Kalau dia salah, ya dia minta maaf
saya ga salah, buat apa saya minta maaf. Gengsi ah. Biar dia tahu diri dong. Enak aja...
Sebuah kalimat, yang terdengarnya wajar... dan logis.

Namun perlu disadari memang itulah harga sebuah gengsi. Harga sebuah hubungan baik... seringkali mesti dibayar dengan satu hal yang namanya gengsi. Kita mesti mengikis apa yang disebut harga diri dan juga keangkuhan.

Hubungan baik dan gengsi itu berbanding terbalik. Anda harus mengorbankan salah satu, untuk memperoleh yang lainnya.

Dalam banyak pertengkaran dan clash... kesalahan umumnya tidak cuma ada di salah satu pihak. Kebanyakan dua pihak melakukan kesalahan... meski mungkin kadarnya tidak seimbang.

Yang sering jadi masalah itu karena kedua pihak sama-sama tidak merasa bersalah... berpikir bahwa orang lainlah yang sepantasnya datang kepada dirinya dan minta maaf. Dan sebagai akhir... tidak ada titik temu. Pertengkaran tidak berakhir.

Para Sahabat semua, mulailah dengan berkata, maaf... meski mungkin Anda tahu Anda tidak benar-benar bersalah. It's really better for your heart. Ingat bahwa salah satu kunci untuk hidup bahagia adalah: melepaskan diri dari perasaan marah dan dendam.

saya belajar menerapkannya, dan saya... lebih bisa merasa damai, (Walau sangat berat untuk memulainya)

Untuk orang-orang yang bahkan belum meminta maaf atas kesalahannya saya tetap berpikir, saya memaafkan mereka. Mungkin aja mereka ngga sadar atau belum tahu kalau mereka itu salah.

Satu contoh satu tindakan tidak etis dalam blog dan jurnalistik adalah meninggalkan makian di blog dengan nama anonymous. Tanpa penulis tahu... ia mendapat cercaan karena perbedaan pendapat.

Namun sekali lagi, belajar untuk bisa memaafkan. Mungkin mereka hanya... belum tahu kalau hal seperti itu tidak baik adanya.

2. saya mau balas dia supaya dia sadar dan berubah

Alasan yang terkesan heroik dan baik. saya melakukannya untuk kebaikan dia. Supaya dia bisa bertobat dan jadi lebih bener. Waw...

Namun sayangnya dalam banyak hal, perkataan semacam ini lebih sering untuk memuaskan keinginan diri sendiri daripada orang lain.

Secara sadar maupun tidak, manusia itu punya kecenderungan untuk merasa puas jika ia berhasil mempengaruhi orang lain. Dalam teori kepemimpinan, ini disebut dengan needs of power. Keinginan untuk dituruti.

Pembalasan bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah.

Andatidak akan menjadi orang yang terlalu pengecut dengan tidak membalas perbuatan jahat yang orang lain lakukan kepada km. Kasihilah orang lain, meski Andatahu mereka berbuat jahat kepada kamu. Mulailah dengan memaafkan... bukan dengan menuntut sebuah perubahan.

3. Waktu akan menyembuhkan luka hati
Biar waktu yang bicara. Hmm, terdengar bijak dan hebat. Waktu memang akan memulihkan semua kebencian dan dendam... jika diawali dengan kesediaan untuk membuka diri dan hati. Untuk mau memaafkan.

Waktu tidak akan membuat hubungan menjadi pulih... tanpa adanya kesediaan untuk memaafkan. Waktu hanya akan mengorek luka semakin dalam dan membuat semua perasaan semakin tak karu-karuan.

Jangan pernah berpikir bahwa waktu cukup untuk menyembuhkan. Kesediaan untuk memaafkan... itulah yang pertama-tama harus ada. Bukan sekedar mengharap... waktu bicara.

Andai semua orang mau meminta dan bisa untuk memaafkan, pasti akan tercipta kedamaian di dunia ini, khusnya di negera ku indonesia.kalau saya salah mohon dimaafkan, tapi jika ingin memberi masukan dan saran harap kirim ke erwinarianto@gmail.com

"Memafkan itu indah... tetapi meminta maaf itu lebih indah"
Dalam Perenungan, Minta maaf yuk...
Cikarang, 27 November 2007
Erwin Arianto
Find me on friendster http//www.friendster.com/erwinarianto

Hati-hati dalam berucap


Hati-hati dalam berucap
Kata-kata... sesuatu yang mungkin terkesan biasa. Mungkin kadang2 terkesan
tiada artinya. Hanya basa basi...

Apalagi toh, Saya orang yang "tadinya" selalu berpikir bahwa bekerja itu
lebih penting daripada sekedar ngomong doang. Lebih baik tenang2 tapi
menghanyutkan. Daripada yang beriak-riak namun tak dalam...

Namun perlahan waktu mengajar saya... bahwa berkata-kata itu penting... dan
krusial...

Melalui kata2 kamu bisa memotivasi seseorang.
Melalui kata-kata itu juga... pula kamu bisa menghancurkan hidup seseorang.

Dan efeknya.... LANGSUNG.

Perbuatan memang bisa berdampak. Dan efeknya bisa lebih besar dari sekedar
ngomong. Namun dalam banyak hal... perbuatan atau teladan... umumnya
mempunyai efek yang non-direct. Yang ga instan. Yang lebih lambat daripada
yang namanya... perkataan.

Dalam posisi seseorang di bawah tekanan, kata-kata netral pun bisa
diasumsikan sebagai serangan. Apalagi kalau kata2 itu yang jelas2 bernada
menyerang...

Saat Saya udah begitu cape bekerja keras untuk sebuah perusahaan. Namun
mendadak, sang presiden perusahaan datang padaku dan memberi reinforcement
negatif yang bertubi-tubi...

Anda seharusnya berterima kasih uda dikasih kesempatan bertahan disini...
Dasar perusahaan tidak tahu terima kasih. Itulah yg terkdang saya pikir dlm
hati...

Yah ada kalanya juga Saya mengucapkan kata2 yang semestinya bernada netral,
bernada memberitahu utk kebaikan, atau sekedar bercanda... namun konteksnya
salah. Yah jadinya... salah paham...

Saya: woii kerja2. Wakaka... main muluu ( dengan nada bercanda dan rileks
tentunya)
seorang teman : loe apaan sih kok nyolot banget.
saya: hah? (bingung)
seorang teman : Gw dah gede kok. Bisa ngatur diri sendiri. Ga usah loe kasi
tahu githu. Rewel...
saya: menggumam dlm hati... ( salah bicarakah aku?)

Ternyata, saat itu dia lagi dalam tekanan. Lagi stress. Cape... dan
sayangnya saya engga tahu. Jadilah emosinya tersulut.

Kisah lain... sebuah kata2 yang Saya maksudkan untuk menghibur... eh malah
jadinya terkesan sombong. :s :s... Masalahnya ya sama... Sang manusia
penerima pesan tidak dalam kondisi baik untuk menerima nasihat dan ajaran.
Yah jadilah... salah paham.
Menjalin hubungan itu tidak mudah. Memahami perasaan orang lain itu nda
mudah. Sehati-hati apapun aku berucap toh nyatanya masih ada aja kata2 yang
disalah mengerti. Kesannya kok malah jadi engga baik.

Yah yang pasti aku akan terus berusaha. Saya cuma percaya bahwa selama tidak
ada niat jahat... nda ada niat mencelakakan atau niat lain yang aneh2...
masih akan bisa berakhir baik kok.

Mohon maaf jika ada salah kata di postingan ini. Yup, I really mean it.
kritik saran ditunggu di erwinarianto@gmail.com

Selasa, 27 November 2007

Tentang sebuah kata bernama etika


Tentang sebuah kata bernama etika
Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan sebuah perumpamaan yang isinya begini...

Di sebuah rel kereta yang masih aktif, ada sekumpulan anak-anak yang bermain. Mereka bermain dengan gembira tanpa menyadari bahwa sesungguhnya mereka ada dalam bahaya. Di bagian lain, ada rel kereta yang tidak aktif. Dan disana hanya ada satu anak yang bermain. Dia dalam posisi aman, karena toh rel kereta itu udah tidak terpakai lagi.

Suatu ketika kereta datang dan melaju begitu kencang.

Ok... stop sejenak.

Bayangkan seandainya di saat itu Anda ada di posisi pemindah jalur kereta.

Dan Anda punya dua pilihan:
1.) Membelokkan kereta itu ke jalur tidak aktif
Pertimbangan: untuk menyelamatkan mayoritas anak-anak yang salah namun resikonya Anda mengorbankan satu anak yang tidak salah.
2.) Membiarkan kereta itu melaju apa adanya.
Pertimbangannya: anak yang benar tidak boleh dikorbankan hanya demi teman-temannya yang salah.

Dalam posisi semacam itu. Keputusan mana yang Anda ambil?

Pikirkan... dan renungkan.

Yup, ada sekelompok orang yang berdasar etika dan logikanya memilih nomer 1, alasan demi menyelamatkan banyak anak... meskipun mereka salah.

Ada pula orang yang memilih nomer 2... dengan pemikiran yang benar tetep mesti dijunjung tinggi... meskipun hanya sedikit.

Jadi, mana standar yang benar? Atau paling nda... yang lebih benar??
Pemilih (1) toh akan merasa benar karena menyelamatkan banyak orang.
Pemilih (2) juga akan merasa benar karena menyelamatkan orang yang benar.

bingung....

Semua memang sangat rancu... sebuah keputusan tidak bisa begitu saja dibilang benar atau salah.

Semua keputusan tentu ada baik dan ada buruknya. Dan Anda tidak akan pernah bisa men-judge yang satu ini pasti lebih baik daripada yang lain. Anda nda bisa berkata keputusan (1) lebih etis dari yang kedua... ataupun sebaliknya.

Yah... sebuah problema yang bernama... ETIKA...

Dari perumpamaan sederhana di atas, ada satu hal yang ingin saya tekankan, yaitu...
Anda tidak bisa... dan tidak aka pernah bisa... menetapkan standar etika yang benar dan baku pada semua orang...

Sebagai implikasinya, Anda juga tidak akan pernah bisa... begitu saja menganggap/menuduh orang lain tak punya etika, atau melanggar apa yang disebut etika.

Karena toh memang setiap orang itu... punya standar yang BERBEDA...

Belajarlah menerima dan memahami pemikiran orang lain...
Belajarlah berpikir positif dan mencoba mengerti...

Berhentilah untuk menjudge... orang seperti ini pelanggar etika. Orang seperti ini etikanya parah.

Nah yang jadi pertanyaannya:
Etika yang mana??

Etika siapa??

Karena toh... Standar etika adalah rancu.

Apakah yang dipercayai orang banyak adalah yang benar??
Apakah yang dipercayai oleh penguasa adalah yang benar??

Belum tentu...

Jika diukur melalui sebuah standar, Anda mungkin saja benar dan Anda toh melakukan sebuah tindakan yang wajar.

Jika diukur melalui standar yang beda, mungkin saja Anda dinilai sebagai pelanggar etika. Mungkin saja Anda adalah orang yang tidak tahu diri, tidak tahu tata krama...

Who knows?

Ok, saya coba berikan sebuah contoh... yang lebih realistis...

Satu orang mungkin beranggapan bahwa menunjukkan kesalahan orang secara blak-blakan di hadapan publik adalah sah dan etis. Kalau hal semacam itu nda etis, untuk apa jadinya ada hal2 seperti tajuk rencana atau surat pembaca??

Hal semacam ini umum diterapkan di negara2 liberal. Sistem di Singapura ini juga sedikit banyak bercampur hal2 ini. Blak2an untuk serang menyerang saat Annual General Meeting... saat kampanye pemilihan presiden... de el el.

Ada pula tipikal orang yang tidak mau terang2an... Gak mau ngomong langsung. Namun berbuat jelek di belakang... ngomongin jelek di belakang. Ini didasarkan pada pertimbangan menjaga agar orang tidak sakit hati di depan umum. Sistem seperti ini umumnya diterapkan di negara2 timur.

So, mana yang melanggar etika?! Standar mana toh yang lebih benar?

Mana yang salah?

Orang pertama... karena tidak tahu diri mempermalukan orang di depan publik??
Atau orang kedua... karena tidak mau terus terang dan diam-diam saja... bukannya itu sama saja menikam dari belakang??

Jadi mana yang tidak sopan? Mana yang berpikir aneh?!

Orang tipe pertama akan berpikir orang kedua aneh dan kejam.
Orang tipe kedua akan berpikir orang pertama aneh dan kejam.

Kalau saja satu orang "keukeuh" pada pendiriannya, maka ia akan selamanya menganggap orang lain itu aneh dan tidak etis.

Jika satu orang juga berpegang pada satu standar etika... ia akan mudah terpancing emosi dan berkata pada orang yang berbeda pandangan dengan kata-kata...
"Anda rancu. Gak punya etika..."

Tentang sejauh mana... sebuah perkataan akan dianggap menyinggung?
Tentang sejauh mana... sebuah tindakan dianggap melanggar batas?
Seperti apa... sikap yang disebut tidak menyenangkan?

Sampai batas inikah? Atau itukah?

Sebenarnya siapa sih yang berhak memberi batas?!?

Saya mungkin berpikir bahwa tidak membalas SMS adalah hal yang tidak sopan.
Ada yang beranggapan... ach itu kan biasa.

Saya mungkin berpikir bahwa datang terlambat tanpa memberitahu adalah kurang ajar.
Ada yang beranggapan... itu biasa kok.

Saya mungkin beranggapan... orang masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu itu gak sopan
Ada mungkin yang beranggapan... ach, kita kan teman...

Saya mungkin bisa menerima, kalo orang secara blak2an kasih tahu kesalahanku, dengan cara2 tertentu
Ada mungkin yang beranggapan... iih kurang ajar deh, emang Anda sapa

Bagi setiap orang... apakah standarnya serupa??
Batasan setiap orang untuk sebuah hal adalah berbeda... dan selalu akan berbeda...

Dalam keadaan stabil dibanding keadaan emosi
Standar seseorang pun bisa berubah

Apalagi pada orang yang beda...

Yah jadi kembali kepada intinya...
Belajarlah untuk mengerti...
Belajar untuk menerima...
bahwa setiap orang berbeda...

Bahwa banyak hal-hal di dalam hidup ini. Antara yang etis ataupun yang bukan...

bukanlah untuk dipaksakan...
bukanlah untuk ditekankan

tapi untuk DITERIMA... apa adanya...

"Tetapi saya tetap yakin anda tetap memerlukan etika... karena etika adalah hal kecil yang akan membuat anda menjadi orang besar"


Bagaimana kita memperlakuakan orang lain, sama dengan kita kita

bagaimana membuat Seseorang dapat dihargai dalam suatu pergaulan .. dimana
dengan hanya berjalan tanpa berbuat apa apapun orang sudah memandang dan
suka kepada anda...

menurut fikiran saya beberapa hal yang harus kita lakukan dalam diri untuk
menambahkan, sikap kharisma anda dan mempunyai Banyak teman adalah...

1. ramah dan murah senyum (Semua orang akan merasa senang bila kita
tersenyum, tidak percaya coba deh)
2.Ihkhlas dan jujur
3.Merendah diri dan berbudi bahasa yang santun
4.Jangan sombong
5.Senang Membantu
6.Jangan Memanfaatkan Kebaikan Orang lain
7.Pandai Membawa diri... dan sifat "cair" atau mudah menyesuaikan diri dalam
keadaan apapun
8.Menghargai dan Menghormati sesama tanpa memandang siapa lawan bicara kita
9.tanamkan sifat kasih sayang dengan sesama
10.Percaya diri

Merubah sikap kita dengan mencoba seperti yang saya coba ungkap kan diaatas
adalah untuk kepentiangan kita sendiri. Karena dalam kehidupan ini akan
berlaku azas timbal balik.... jika kita ingin dihargai dan dihormati kita
harus memulai menghormati orang lain dahulu...

ayo hargai diri kita.. jangan mengharap orang lain menghargai kita...
sebelum kita menghargai diri kita sendiri dan menghargai orang lain... bila
ada tulisan yang kurang berkenan ditunggu saran dan kritik ke
erwinarianto@gmail.com

"Bagaimana kita memperlakuakan orang lain, sama dengan kita kita
diperlakukan orang lain"

Dalam perenungan, ayo saling menghormato
Cimanggis, Depok 27 November 2007 8:45
Erwin Arianto
See my profile on http://profiles.friendster.com/erwinarianto

Jumat, 23 November 2007

Bagaimana menghadapi orang lain?


Bagaimana menghadapi orang lain?

Keunikan manusia yang kita temui di sekeliling kita kadang2 membuat kesukaran tersendiri baik bagi kita yang menghadapi mereka maupun sebaliknya.

Setiap hari kita membuat penilaian tentang orang yang kita jumpai baik berdasarkan penampilan fizikal, pola pembicaraan atau kesan pertama kita terhadapnya. Selain itu kita juga mempunyai penilaian tentang diri kita sendiri. Contohnya, jika kita sering diberitahu, “Engkau tidak akan mengetahui”, kita lalu membuat penafsiran bahawa kita dianggap bodoh.

Andaian yang muncul tentang diri kita sendiri boleh menyulitkan kita dalam menghadapi orang lain. Jadi orang lain tidak selamanya merupakan sumber kesukaran, satu-satunya.

Anggapan mengenai orang lain dapat menyulitkan kita sendiri. Biasanya, tingkah laku kita menunjukkan anggapan kita. Misalnya: kita cenderung memberikan reaksi terhadap cara berpakaian orang lain. Saat kita melihat seseorang dengan pakaian yang “seadanya” maka kita menganggap bahawa orang tersebut adalah orang yang “biasa-biasa saja” atau dengan kata lain bukan orang yang kaya. Maka cara kita memperlakukan mereka pun juga “seadanya”.

Tetapi apabila kita bertemu dengan seseorang yang memakai pakaian yang “mewah/ ekslusif” maka kita cenderung beranggapan bahawa orang tersebut adalah orang yang “berada” dan perlakuan kita pun terhadapnya akan jelas berbeda. Padahal menilai orang hanya dari penampilan fizikalnya saja sangat tidak bijaksana.

Anggapan kita mengenai orang lain dapat menciptakan atau merubah orang lain yang sebenarnya tidak ada. Dengan dipengaruhi oleh “keyakinan” kita sendiri dan diperkuat oleh “persepsi” mengenai orang lain, kita dapat membuat keputusan yang dapat menimbulkan masalah yang sesungguhnya tidak ada. Inilah problem dengan aanggapan mengenai orang lain. Mustahil memang untuk tidak membuat anggapan mengenai orang lain, tetapi tidak bijaksana untuk tidak menguji aanggapan2 tersebut.


Menilai diri kita sendiri.

Aanggapan kita tentang orang lain hampir selalu dipengaruhi oleh penilaian kita mengenai diri kita sendiri. Bagaimana pun anggapan mencakupi berbagai hubungan, apakah itu dilakukan dari jarak jauh atau dari jarak dekat, dan hubungan meliputi diri kita sendiri dan orang lain. Kita dapat membuat anggapan hanya tentang orang lain dari perspektif kita sendiri yang sering diwarnai oleh diri kita tentang diri kita sendiri.

Contohnya seorang akan selalu mengalami kesulitan jika rakan kerjanya melakukan pekerjaan yang menurutnya tidak sempurna (tidak seperti yang ia harapkan). Ia akan menjadi kepayahan bagi rakan kerjanya, demikian pula rakan kerjanya akan menganggap orang tersebut adalah orang bermasalah.

Strategi menghadapi orang lain.

Kita tidak dapat menghapuskan masalah kerana merupakan sebahagian dari dunia yang kita diami. Tetapi kita dapat menguranginya dengan memandang diri kita sendiri dan dengan berusaha memahami orang lain. Menangani orang bermasalah adalah tugas rangkap dua: kita harus menimbulkan kesadaran pada diri kita sendiri dan kesadaran pada orang lain.

- Periksalah aggapan kita sendiri tentang orang lain dan penilaiannya mengenai orang lain maupun mengenai kita.

- Penilaian kita kadang merupakan akibat pengalaman baik pengalaman yang benar maupun yang tidak benar, tergantung bagaimana kita menyelesaikannya.

Selalunya cara penilaian merupakan keturunan dari “keyakinan” yang ditanam di dalam diri kita oleh orang tua, saudara, guru dsb. Kunci untuk membuka suatu anggapan ialah dengan bertanya “Apakah kita telah memeriksanya dengan pertimbangan yang dewasa?” Jikalau kita tidak memeriksanya dan mempertimbangkannya secara dewasa, maka penilaian atau anggapan tersebut adalah penilaian kurang yang ada dalam diri kita. Dan asumsi tersebut lebih sukar kita kendalikan dibandingan dengan penilaian kita sendiri.

- Sebagaimana penilaian, motivasi juga harus dimunculkan untuk disadari. Jangan menganggap atau menduga sesuatu tanpa alasan, hal itu tidak ada gunanya dan kita dapat terperangkap dalam gambaran yang palsu mengenai suatu hubungan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman ya

Jangan tanya aku

Jangan tanya aku

Jangan tanya aku mengapa mereka kini menjadi lebih sering tersenyum
Jangan tanya aku mengapa mereka kini menjadi lebih ceria
Jangan tanya aku mengapa mereka bisa lebih menikmati hidup
Jangan tanya aku bagaimana mereka bisa senantiasa tertawa bahagia
Jangan tanya aku kenapa mereka bisa menghadapi tekanan dalam beraneka
situasi sulit
Jangan tanya aku...

Karena itu bukan semata-mata karena aku
Bukan semata-mata karena aku sering berada di dekat mereka
Bukan semata-mata karena aku memberikan pengaruh pada mereka

Kebahagiaan muncul di dalam diri mereka
bukan semata-mata karena apa yang aku tuliskan

Kebahagiaan bisa muncul
dari bagaimana cara mereka menatap hidup

Kebahagiaan bisa muncul
karena mereka mau percaya bahwa mereka bisa

Kebahagiaan bisa muncul
karena mereka mau percaya bahwa hari esok masih ada

Kalaupun mereka berkata semua itu karena aku

Aku tidak sepenuhnya merasa begitu

Karena pada dasarnya
Kebahagiaan adalah keputusan mereka sendiri

Itu terserah mereka
Apakah mereka mau memilih untuk bahagia
atau nelangsa?

Aku disini hanya bisa turut tersenyum
Karena melihat mereka bisa tersenyum

Aku disini hanya bisa turut tertawa
Karena melihat mereka bisa tertawa

Sungguh
Ini semua bukan karena aku hebat
Bukan karena aku pandai
Bukan karena aku kuat

Aku juga hanya manusia biasa

Namun aku percaya
Itu semua bisa terjadi
karena ada sesuatu yang memberi pengaruh dalam hati mereka
karena ada Tuhan yang memberikan kesejahteraan bagi mereka

sahabatku,
hanya ingin berbagi tentang apa yang kupikirkan
Hanya ingin meringankan beban para sahabat
hanya ingin berbagi dengan para sahabat
Hanya ingin menambah sahabat dan terus bersahabat

Maafkan bila banyak tulisan ini yang menyinggung dan menyakiti
aku berharap Kalian terus tetap berbahagia
Dan bermimpi menmbuat dunia lebih baik dengan sedikit pemikiran
dari orang yang kurang berilmu ini

Semoga Indonesia dan dunia menjadi lebih baik.....
Dalam perenungan, Hanya berfikir dan bercerita dan berbagi dengan sahabat
Cikarang, 22 November 2007, 12:00
Erwin Arianto
Http://erwinarianto.co.nr

Alasan itu selalu bisa dibuat, kan?


Alasan itu selalu bisa dibuat, kan?

Akan selalu saja ada alasan untuk melogiskan sebuah penolakan.
Akan selalu saja ada alasan untuk melakukan sesuatu yang tidak baik.
Akan selalu saja ada alasan, untuk sebuah kejahatan... jadi "seolah-olah" benar. Yah jadi "seolah-olah" tepat.

Kenapa kamu kok ga dateng ke meeting ini?
Duuuh sibuk, kurang enak badan, kecapean, de el el...
Kamu ini nampaknya bener2 sibuk kerja sekali ya?
Yah begitulah
Tapi kok masih sempet jalan2, chatting, ngobrol?!?

Contoh lain....
Kenapa kok kamu ga masukin orang ini dalam teammu?
Dia ga punya pengalaman apa2, kita kan perlu orang yang memenuhi kualifikasi dong.
Orang yang ini sangat capable kok, kenapa kamu ga terima?
Yah qta kan mau berikan kesempatan pada orang2 baru.

Kenapa kok kamu berbuat begitu "kejam" ke orang itu?
Ini demi kebaikan dia kok. Supaya dia sadar akan kesalahannya...

Kenapa kok kamu sering banget datang telat?
Bus macet, kesiangan banyak kerjaan jadi begadang sampai pagi, dan beraneka alasan lainnya.

Sebuah alasan bisa saja logis dan bisa diterima akal sehat ketika sekali dua kali alasan itu disampaikan. Setelah itu jika kesalahan serupa masih terjadi berarti masalahnya bukan alasan. Masalah dah ada di tingkat karakter...

Bahkan untuk hal2 yang jelas salah, mungkin aja kalo mau dirasionalisasi dan dilogiskan bisa kok...

Kenapa kok kamu mencuri barang orang? Itu kan dosa...
Dia terlalu kaya. Saya melakukan ini demi pemerataan pendapatan dan keadilan sosial.

Kenapa kok kamu membunuh?
Saya tolong orang itu supaya cepat bertemu dengan Tuhan-Nya.

Kenapa kamu berpoligami?
Ini untuk mengetes kesetiaan dan kemurnian hati pasangan saya.

dan lain-lain... dan lain2...

Semuanya relatif... Meski sesungguhnya untuk sesuatu yang salah tetap haruslah salah adanya...

Sikap yang tidak komit tetaplah tidak komit. Itu ada di masalah karakter... Masalah ada di dalam diri orang, bukan di luar...

Perkara menolak tetaplah menolak...
Betapapun kita mencoba merasionalisasi segala sesuatu menjadi terasa logis. Mencari-cari alasan sedemikian rupa sehingga kelihatan valid dan objektif. Tetap saja sisi subjektivitas pastilah ada... Tidak mungkin dipungkiri, itu wajar dan itu normal kok. Bukan untuk disembunyikan... tp faktor itu toh masih mungkin untuk ditekan.

Ketika kamu berpikir bahwa kamu sudah cukup objektif dalam menilai orang, yah biasanya saat itulah kamu sama sekali bersikap tidak objektif.

Terkadang saya bertanya kenapa yah ngga banyak orang mau mengakui kelemahan diri... dan berkata...
Ini salah saya, saya akan memperbaiki diri dari posisi yang ada sekarang.. Saya keliru, maafkan saya. Yah memang jarang ada kata2 semacam itu yang diucapkan dengan tulus, bukan sekedar basa-basi untuk menarik simpati.

Kenapa sih ya manusia harus mencari alasan?

Yah, mungkin saja karena memang manusia itu tak pernah mau disalahkan... Lagian, untuk setiap kesalahan... alasan itu selalu bisa dibuat, kan?? seperti keadaan kepemimpinan dan masyarakat indonesia saat ini sering membuat alasan untuk membenarkan yang salah... ayo kita mulai gerakan kembali ke hati nurani, untuk diri sendiri, masyarakat, dan bangsa indonesia....mari sukses bersama...

"lebih baik mengakui kelemahan dan kesalahan untuk diperbaiki, daripada menutupi yang akan membodohkan kita terus...."

" Ayo akuilah kelemahan kita untuk kebaikan kita, Beranilah berkata jujur walau itu menyakitkan"


Kamis, 15 November 2007

CINTA & PERNIKAHAN


CINTA & PERNIKAHAN

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya?

Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting
yang kamu anggap paling menakjubkan, artinyakamu telah menemukan cinta".

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"

Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)". Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya"

Gurunya kemudian menjawab "Jadi ya itulah cinta"

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan saja. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"

Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"

Gurunya pun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"
**************************
CATATAN - KECIL :

Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.
Terimalah cinta apa adanya.

Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar Ruum : 21)

Semoga kita menjadi bagian dari kaum-kaum yang berfikir tersebut.
*****************
Memutuskan Untuk Menikah
Berikut Janji Allah bagi orang yang akan menikah sebagaimana kami kutip dari sebuah sumber di internet. Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang ragu untuk menikah.


“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)“(An Nuur : 26)

Dikatakan, jika kita ingin mendapat jodoh yang baik, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki diri. Semoga masing-masing dari kita mendapatkan yang terbaik dari Allah SWT.

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (An Nuur: 32).

Amiin.. semoga Allah memberi jalan keluar kepada kita yang berniat menikah atas kesulitan yang tengah kita hadapi (melalui usaha yang maksimal tentunya).

“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya“(HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Dikatakan, bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.

“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya.”(HR. Thabrani).

Mari sama-sama kita luruskan niat. Semoga usaha yang tengah kita jalani menuju pernikahan senantiasa mendapat limpahan barokah.

Selasa, 13 November 2007

ketika busway bukan solusi


Begitu parahnya lalu lintas di jakarta saat ini, dan menurut pendapat saya tingkat kemacetan dijakarta sudah terlalu akut, apa lagi saat pembangunan busway bukan solusi yang ditawarkan tetapi bencana yang di dapat.

Sebagai pengguna jalan raya, yang saya inginkan, dan pasti juga n teman-teman inginkan adalah kenyamanan dalam jalan raya, tetapi saat ini yang kita terima kemacetan yang parah, tidak perduli waktu, pagi, siang, malam, libur atau hari kerja.

Saat ini jalanan adalah seperti sekolah, ya sekolah yang mengajarkan stress, sekolah stress yang sangat baik, dimana setiap orang dilatih untuk tidak sabar, dilatih gontok-gontokan. Penurunan kualitas hidup berada disini.

Saat kenaikan jalan tol, dengan tenang pemerintah mengatakan bahwa kenaikan sudah sesuai dengan undang-undang, yang bisa dilakukan oleh rakyat hanyalah menerima dengan hati tidak ikhlas dan penuh keterpaksaan, mau gimana ya pemerintahnya bela investor terus sih. Padahal jalan tol keadaanya tidak memadai, tetap macet, kok pelayanan payah bayarnya naik terus ya. Bayar kok macet!!!

Saat rencana pembangunan monorel, yang merupakan proyek yang bisa dianggap solusi, yang terjadi kemacetan semakin parah, dan ternyata tidak bisa terselesaikan, karena contraktor kurang dana. Yang terjadi sekarang seonggok tiang tidak terpakai…

Saat pemerintah DKI (gubernur sutiyoso) pertama kali mendengungkan program busway, banyak penentangan yang terjadi, dan apa yang dilakukan pemerintah, seperti biasa arogansi pemimpin, rakyat tidak digubris…. Dengan bangga dia berkata inalah yang dibutuhkan rakyat DKI.

Seiring dengan berjalannya waktu, busway ternyata tidak menjawab solusi kemacetan, dan saat menjelang lengser sutiyoso sebagai gubernur DKI terdahulu mengkebut proyek busway yang nota bene telah dikecam banyak pihak…adakah satu tanda tanya ada sesuatukah dibalik itu, bukan berburuk sangka.. dan telah menjadi rahasia umum ketika suatu proyek dapat dilaksanakan pasti terdapat upeti untuk penguasa.

Pemerintah DKI boleh bangga bahwa busway telah mendapat anugrah menyelamatkan dunia dengan mengurangi polusi. Satu pertanyaan saya yang tak berilmu… benarkah hal itu, yang terjadi adalah Jarak tempuh sebelum busway dibuat dengan adanya busway mengalami waktu yang lebih lama, dan menghabiskan konsumsi BBM yang lebih banyak. Apakah ini mengurangi pulusi yang ada, dan saat banyak tanaman di tebang untuk proyek busway ironi.

Membaca berita pada surat kabar… gubernur terbaru DKI fauzi bowo, mengatakan bahwa busway bukan lah salah satu solusi kemacetan. Betul bang fauuzi… karena busway.. kami semakin menderita di jalan. Saya yang berkendara dengan motor pun saat ini susah, tidak bisa cari celah jalan dan kestukan yang terjadi.

Inikah program yang dibanggakan oleh pemerintah DKI, berikan kami solusi, sampai kapan kami akan tua dijalan, benarkah busway itu sebagai solusi, bahkan pemerintah DKI tidak bisa menjawab. Sampai kapan rakyat harus bersabar menghadapi kemacetan ini, ketika pejabat pemerintah menggunakan protokoler yang terasa nyaman dalam berjalan.

Hanya membayangkan bagaimana jika terdapat keadaan urgensi, saat ada yang sekarat dalam ambulan, ketika terjebak kemacetan, susahnya menyelamatkan nyawa sesorang, ketika mobil pemadam kebakaran terjebak macet, berapa rumah yang harus menjadi korban. Ketika kita terdapat urusan bisnis, berapa nilai peluang yang hilang. Begitulah akibat kemacetan yang terjadi.

“Hanya berharap mendapat kenyawaman dalam jalan raya. “


Dalam Perenunganku, Cape di jalan…
Depok 13 November 2007, 12:07
Erwin Arianto
http://blogerwinarianto.blogspot.com

Kamis, 08 November 2007

Stress


Stress begitulah banyak sahabat berkata kepada saya... kenapa stress.. pertanyaan yang sering saya ajukan kepada para sahabat. dan banyak jawaban dari kenapa stress adalah karena mereka tidaka dapat menyesuaikan diri dengan keadaan saat ini.

Stress bisa muncul dikarenakan beberapa hal, stress bisa muncul ketika sesorang memiliki cita-cita dan cita-cita yang didambakan tidak kunjung tiba, atau seseorang bisa stress karena kejadian masa depan yang tidak tercapai.

memang stress hanya muncul saat ada masalah, saat tidak ada masalah kita mungkin akan tenang-tenang saja. Begitu ada masalah yang mengancam bisnis kita atau kita mengalami kerugian besar atau terkena musibah maka stress akan mulai muncul. Stress akan bertambah saat investor mulai mempertanyakan uang yang mereka tanamkan kepada kita.

Atau saat karir kita dalam bekerja tidak mengalami peningkatan signifikan, saat kontribusi kita tidak dihargai, dan banyak hal lagi yang menyebabkan stress.

Inilah dinamika hidup. Mungkin ini adalah salah satu alasan mengapa ada orang yang tidak memiliki cita-cita atau meraih pancapaian yang lebih tinggi. Mereka mungkin tidak mau menghadapi stress dan menghabiskan energi. Namun seperti quantum, selalu memerlukan energi untuk pindah ke orbit yang lebih tinggi. Jika tidak, kita akan tetap seperti kita sekarang ini.

Oleh karena kita, kita perlu memiliki suatu ketangguhan dalam menghadapi stress. Jangan sampai stress bisa menguasai diri kita dan bahkan menghancurkan diri kita. Ketangguhan itu hanya bisa muncul jika keimanan kita kuat. Setiap masalah dan konsekuensinya adalah dari Allah dan kita serahkan semuanya kepada Allah sambil kita tetap berusaha. Kita akan memiliki ketangguhan jiwa kita.

sesorang yang stress relatif tidak bisa menerima keadaan yang mereka hadapi saat ini, dan berusaha mengubah keadaan diluar kemampuan yang mereka miliki.


atau ketika stress itu datang, coba alihkan pikiran dengan berjalan keluar dari rutinitas yang ada, dengan refresshing atau bertamasya akan dapat meringankan stress yang ada, atau menyalurkan hobby yang dimiliki dengan merawat tanaman, binatang peliharaan, menulis, olah raga. dengan menyalurkan hobby dapat meringkan pikiran kita dan menghindari stress agar kita bisa berkarya dan menjalan kan hiudp dengan lebih baik.

dengan mendekat kan diri kepada tuhan, orang terdekat, keluarga, sahabat, kita bisa berbincang dan berbagi masalah yang ada, dengan berbagi perasaan yang ada kita juga dapat menghilangkan stress diri.

Dan stress dapat diminimalkan dengan selalu bersyukur, dan ikhlas dalam menerima apa yang diberi, dijalani dalam hidup. dengan ikhlas maka apapun yang kita terima tidak akan menjadi suatu masalah. dan kita bisa lebih tenang dalam menjalankan hidup ini.

" Ikhlas menjalani hidup akan menghindarkan anda dari stress "

" beribadah teratur, dekat dengan keluarga, Salurkan hobby adalah obat salah satu cara menghilangkan stress "

Dalam perenunganku, Stress jangan ya..
Depok 07 November 2007
Erwin Arianto
Http://blogerwinarianto.blogspot.com


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting