Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Januari 2008

Teruntuk Bidadari yang pernah bersemayam Dihati


Kala fajar tiba sang mentari tersenyum manja
Di atas jembatan cinta memandang cakrawala
entah apa yang harus kutunggu di sini
separuh hati di atas jalan sunyi

Sayap-sayapnya terbuka
menuruni awan menuju bumi
sangkala meniup angin kencang
Membawa diri tentang cinta yang dingini

bus-bus karyawan turut bersemayam
di aspalnya terbenam airmata
hangus terpanggang bila waktu meraut siang
Dan kita pernah lalui semua itu disini

Teruntuk Bidadari yang pernah bersemayam Dihati
Hanya satu ku berminta, Maaf kan takdir yang terjadi
Biarkan kita bisa kembali bersua
Walau hanya dalam dunia yang maya

kamu yang memang sangat teringini
Terkuak suatu cerita kita yang tak bisa menyatu
Entah karena coretan pena takdir waktu
Atau karena ketercampakan hati yang tersakiti

Dalam perenungan, Krikil-krikil cinta
Cikarang 12 January 2008 15:45
Erwin Arianto

Dalam menghirup nafas kehidupan


Re: [Sarikata.com] Bls: Jangan Menyalahkan Cinta
Dalam menghirup nafas kehidupan

siapa yang mengirimimu hidup
sedang pengetahuanku hanya antara mula kini dan nanti
Siapa Yang Memberi mu Cinta
Hanya Tuhan Yang Memahami semua

perjalanan tanpa sapa merayap di tanah tandas
Kita yang terlahir, hidup dalam cinta
Kita yang selalu mencari makna cinta
Kita yang selalu bertanya tentang cinta yang kandas

Kita semakian menua
Tetap tidak bisa mengerti bagaimana cinta bisa ada
Apakah karena asmara
Atau hanya sebuah nafsu belaka

Dalam menghirup nafas kehidupan
di sana menggurat garis mimpi
membaca paras yang piatu di mulut-mulut terpasung serapah
Akan Suatu cinta yang hadir dan usah

dan di pintu tunggu
kita hanya bisa terdiam dan membisu
Berteman dengan harap Menunggu cinta itu hendak mengetuk dan bertamu
atau terdiam termangu ketika cinta itu berlalu

Kita hanya mahluk
Yang selalu patuh dan tunduk
Kepada Sang Maha Kuasa
Yang telah menggariskan semua


Tetap tidak bisa memahami hubungan, Hidup, Cinta, dan Takdir.
Depok, 7 January 2007
Erwin Arianto

pernah pada suatu Waktu,


pernah pada suatu Waktu,
aku berjalan melawan arah angin menderu
aku mencarimu, membawa sendu kudekap rapat
dalam asa tebalku. aku ingin memberikannya padamu,

angin mungkin menghempasku dalam deru yang menggebu
Kini terus membayangkanmu sedang menungguku
Menunggu waktu yang tak hanya semu
teringat sepasang purnama di langit-langit matamu

menangis dalam pelukmu,
merasakan usapan hangat di Pipiku.
terurai rambut ikalmu membuat syahdu
Sosok mungilmu membias rasa kala itu

entah masa lalu ku atau kau
yang menangis sesenggukan di pelukku
Aku yang terus menanti walau itu tak berarti
Kembali meneta hati untuk seorang bidadari


Dalam perenunganku, Kembali Mencoba menulis
Depok 5 January 2007
Erwin Arianto

Selalu sekantung rindu


Selalu sekantung rindu
kukirimkan oleh ku untukmu
Rindu yang kukemas dalam keinginan satu
Satu Yang selalu diam dan membatu

Kini tumpah ruah segala kisah
kusampaikan dalam monolog bisu
tanpa air mata kesedihan tak bertuah
hanya hening di hela nafas membelenggu

tapi Angin ini masih setia
meski cinta meringkuk di nebula fana
ia tetap berjaga sampai sinar terakhirnya
Akan terjaga sampai akhir nafasnya

dan aku bermeminta, jika ini mimpi indah,
jangan pernah ijinkan pagi datang membangunkanku.
biarkan ku terbuai di kawah Mimpi cinta
di atas awan tanpa membelenggu rasa bersanding Duka

Dalam perenunganku, mencoba menulis aja
Depok 5 January 2007
Erwin Arianto

Rabu, 02 Januari 2008

Walau harus kurelakan matahari pergi


Menanti sebuah cinta di hati yang kunantikan
Sebabku tak mampu membaca firasat hati
Kan kudengar senandung kata hatiku
Sebabku tak sanggup mengartikan getar yang ada kini


Mengapa berat yakinkan tentang cinta
Mengapa kau sulit mengaku cinta padahal terasa
Dalam ruang rindu dan sunyi malam
Hati ini terus berbisik tentang suatu asa


Akhirnya kita harus memilih satu yang pasti
Mana mungkin terus jalani keraguan ini
Karna cinta takkan ingkari takkan terbagi
Karena cinta tidak untuk menyakiti


Walau harus kurelakan matahari pergi
Aku bisa terima meski harus terluka
Karena ku terlalu menyayangimu dan tak bisa dustai
Biarlah semua menjadi debu yang tak berarti


Dan aku harus bisa memahami
Lebih baik jangan mencinta, agar tidak saling tersakiti
Berakhirlah sudah semua kisah ini
Inilah takdir bahwa kita tak akan bisa memiliki


Dalam Perenungan malam, kembali ingin menulis lagi.. kangen
Depok 05 Augustus 2007 4:37
Erwin Arianto
Think to read more, go to Http://blogerwinarianto.blogspot.com


Kamis, 13 Desember 2007

disudut bumi terdiam menepi


Burung malam Terbang menari dalam kelam
dalam malam menabuh kumpulan cahaya
yang mengecupku sebelum menikam
Kuhanya bisa tunjukkan pada sebuah jiwa

aku terdampar disini sendiri
disudut bumi terdiam menepi
menyekat repihan mimpi
Bertanya tentang asa yang teringini

Di panggung yang gelap
Kusaksikan tarianmu yang pekat
Goresan luka yang tak dapat kuingkari
membawa atas ego yang tak bisaku tunai

Bahkan ketika bulan sabit dan bintang padam
Diranting matamu ada purnama tersangkut
melepas ingin hati terpaut
Karena kau lah yang terdalam

AKu Menahan angin teramuk Badai
atas guliran luka tak pernah terobati lagi
Kini dengan luka di dalam hati
Maaf kan aku harus melangkah pergi

Dalam perenunganku, Kerikil-krikil Cinta
Depok 5 Desember 2007, 11:29
Erwin Arianto


Sabtu, 08 Desember 2007

Memelihara Persahabatan


Memelihara Persahabatan

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya...
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan
proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah
sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan diwarnai
dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan
tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun
tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula
orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain :

1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.

Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari
seribu teman yang mementingkan diri sendiri
"Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita.
Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita."**

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan.
Siapa yang berada di samping anda ??
Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??
Siapa yang menjadi tameng untuk urusan rahasia Anda,
diwaktu ada masalah dengan keluarga anda.??
Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun
yang dapat anda berikan ??
Merekalah sahabat2 anda.
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan
mereka.

Senin, 03 Desember 2007

Antara Bunaken, tomohon, dan tondano


Lambai mesra nyiur di pantai
Menikmati Salad ikan menggugah rasa
Sepanjang manado boulevard
melihat noni cantik melaju dan melenggang

Rindu malam di manado
camar laut berlali menyanyi
Menggapai irama penuh simponi
Membuat beta ternina bobo

titik gerimis jatuh persatu
Torang lewat selalu menyapa
Tersenyum tertanda bahagia
gemintang manja menambah syahdu

Tiup mesra sang angin laut
Membawa kedamaian rasa terpencar
Antara Bunaken, tomohon, dan tondano
Alam perawan memanjakan beta terbuai bumi manado

Layar nelayan melaju tanpa takut
Melayar melaju meninggal selat manado
Di manado hati beta terpaut
menikmati malam semakin larut

Dalam perenunganku, Kangen audit luar kota lagi.. manado yang indah...
Depok 28 November 2007
Erwin Arianto
Mampir ke http://erwinarianto.co.nr


Di sudut simpang lima

sayu sinar lampu jalanan
Menerangi tapak kaki membuyar lamunan
Menatap jejak kaki sang petualang
Menapaki Malam di semarang

Di sudut simpang lima
Sesosok lembut meracik pecel penuh aroma
Menggoda selera ingin Mencoba
Besama dia sahabat setia

Melaju jalan kereta besi tua
Berlari berputar di tengah simpang lima
Tatap rona penjaja teh poci menggoda
senyum manis gincu merah tua

Memberi senyum kepada setiap petualang
yang sengaja berjalan lalu lalang
Hanya berharap menyabung nyawa
untuk keluarga dan anak tercinta

Deru angin semakin kencang
Sang penjaja teh poci tak tenang
Ketika tak seorang pun datang
Tak sadar kini waktu berpulang
membawa selembar rupiah dengan riang
hanya sekedar tuk mengisi dandang


Dalam perenunganku, teringat ketika audit di semarang semarang yang damai...
Depok 28 November 2007
Erwin Arianto
Mampir ke http://erwinarianto.co.nr

Kamis, 29 November 2007

Di hampar luas padang ilalang


Di hampar luas padang ilalang
Semilir Bayu datang menghembus
Membawa kabar sang belalang
Menghanyut hati dalam waktu yang lurus

pada ujung tepi sang ilalang
Tertumpu titik-titik embun
Pada kumpulan rindu daun-daun
meyakinkan asa teringini datang

Hembus mesra sang angin
mengecup cinta kening sang embun
terkepak sayap bidadari
Menggapai gemintang menghimpun

asa yang menggebu
bergelora untuk dapat menyatu
Menggapai rasa memadu Nuansa
Menapaki ribuan rintang menyerbu
Menuju jalan bahagia bersama

Dalam Perenunganku, Untuk Perempuanku
Cimanggis-Kelapa dua Depok 27 November 2007 22:06
ErwiN Arianto
http://erwinarianto.multiply.com

Tapal-tapak angin di atas Mega


Tapal-tapak angin di atas Mega
Awan lembut Ditarik tangan langit
hujan tiba menjelma tirai-tirai panjang
menghembus cahaya kilat terang

Hanya lapang ladang petualang
Bermain diantara ribuan ilalang
Menguapkan luka duka cempaka
terucap kidung dimulut pendoa

Mahluk-mahluk berhidung mawar
membawa sitar berterang penuh sinar
Memencarlari ke sebuah belukar
Mencari Asa hati terpendar

Engkau ricik air di sebuah danau
Menjelma rintik-rintik cahaya
menyeka embun di matanya
teriris lagu hati suara sengau

Bidadari sedang terluka
Sekeping sayatan di sayap tak terbang
membuat luka sayap tak henti meradang
bertanya kankah Terhenti kisah Tersembunyi kita
dibisik kata-kata kita mencari makna semua
Berharap kan mengerti makna yang ada

Dalam Perenunganku, Krikil-krikil cinta
Cimanggis-Kelapa dua Depok 26 November 2007 22:06
ErwiN Arianto

Menikmati setitik malam di cikini


Temaram senyum sang bulan
manawarkan aroma sebuah lamunan
menemani kami sepasang pencinta
menyatu cinta berpadu rasa

Menikmati setitik malam di cikini
Menghirup aroma Nikmat bubur ini
Membawa rasa memadu ingin dan asa termiliki
Berbagi cinta tak terwakili

Kala sang kereta besi melintas
menyatu dua ingin dalam batas
Menjelma rintik-rintik cahaya
Memberi nuansa sahdu kita berdua

mengalir Lagu orkestra nan sahdu
dari irama lalulang kendaraan terdengar merdu
Membawa ku menikmati wajahmu yang ayu
yang selalu mengisi ruang kalbu

Bersama musisi jalananan malam itu
Ku nyanyikan sebuah lagu rindu
Setitik malam ini adalah milik kita
tak ingin kisah ini terlupa
Berharap untuk selamanya terus bersama

Dalam perenunganku, Hanya menulis saja
Depok, 26 November 2007, 21:56
Erwin Arianto
Baca puisi ini di http://www.kabarindonesia.com

Selasa, 27 November 2007

Bila cintaku bertasbih


Bila cintaku bertasbih
ku panjat doaku padaMu ya Allah
ku panjat cintaku abadi semoga tidak akan hilang

cintaku pada Rasul.
cintaku pada ilmu
cintaku pada kesejahteraan
cintaku pada kekasih dunia akhiratku...
cintaku bertasbih terus bertasbih

la illaha illallah...........muhammadar rasullullah
Ya Allah Ya Rahman.. Ya Rahim
bawalah cintaku ini dalam tasbih zikruallahMu
dan abadikan juga jodohkanku dengan cintaku yang satu ini
berkatilah kami dan rahmati kami
dengan rezeki dan juga kebahagiaanMu


Dalam perenunganku, mencoba berzikir pada MU ya Allah
Depok 26 November 2007 15:36
Erwin Arianto

Jumat, 23 November 2007

Garis cakrawala adalah bayangan hampa

Garis cakrawala adalah bayangan hampa
Memancar sinar mutiara katulistiwa
Mimpi-mimpi Sempurna datang menghampiri
Sampurnakan pertemuan rasa menggapai mimpi

Hampar luas mega terbentang
Memberi ruang gerak tak terbatas
Menggapai bintang tertinggi diatas
Menerangi bumi dengan cahaya terang

Percikan rasa menyapu nuansa
Menatap diantara yang akan
tuk memberi pencerahaan
Wujudkan angan dan asa

Dengan semangat tersimpan
Dengan tekat tertanam
Kubaktikan semua termiliki
Kepada negeri tercinta ini

Dengan harap menggebu
Menderap langkah kaki tertuju
Demi kejayaan tanah ku tercinta
Tanah Tercinta Indonesia

Dalam Perenunganku, Untuk PKAB (http://pkab.wordpress.com) Berjuang terus sahabat
Depok, 23 November 2007 21:56
Erwin Arianto
Find My Article on http://www.kabarindonesia.com

Pada padang rumput terhampar


Mentari pagi menyinari bumiku
Memberi hangat sapa pada semesta
Menghapus dingin membeku
Memberi kesegaran aroma jiwa

Pada padang rumput terhampar
Ilalang tumbuh merakah
Tertiup angin berputar tak sudah
Membawa senyum kalbu bergetar

Pagi yang manja mempertemukan embun dan ilalang
Suatu kisah indah tak akan hilang
Ruang waktu yang memisahkan
Menutup ruang gerak pada sang angin

Melukis sebuah Angan
Dalam relung kalbu yang pernah membeku
Terurai rasa yang semakin mendalam
Rasa ini setinggi-tinggi nirwana

Cinta kau harus ampuni aku atas semua yang lalu
Kau lah embun segar pagi hari
Kuingin memulai dengan setia ku
Biar ku mulai dengan kesungguhan ini

Dalam perenunganku, Untuk perempuanku
Depok 23 november 2007 22:21
Erwin Arianto
Lihat puisi ku di http://erwinarianto.co.nr

Rabu, 21 November 2007

Kurayapi sekujur kesepianku

Kurayapi sekujur kesepianku
Mengundang angan dan sengat kumbang
Mata bintang yang diam dan berkelesatan
Menyuguhi harapan di semesta lenggang

Sampai kasih dan ingin terbentang
Membujuk pengembara merakah
Yang tenggelam di bawah kubang resah
Menanti dara cantik yang telah datang

Membujuk arah pengembara merambah
Terus mewangi aroma bunga cinta sampai ujung hari
Membangkitkan gairah sang pencinta dalam darah
Yang menentangkan kesenyapan sendiri

Ku temukan perempuanku
Dalam batas asa ku mengagumi sesok diri membaui
Dan membenamkan dua serpihan bintang
Yang memancarkan pesona terang

Ia selalu memintaku melukiskan kisah yang ada
Atas cinta terperi di dinding-dinding hati
Kami hanyalah sepasang pecinta mengharap sejati
Bersama berkelana dari waktu-kewaktu menjaga setia


Dalam perenunganku, Untuk perempuanku
Depok 20 november 2007 22:21
Erwin Arianto
Lihat puisi ku di http://blogerwinarianto.blogspot.com

Kosong hampa jiwa yang terus merindu


Embun pagi menetes berbulir di setiap ujung daun
Menyejukan menentramkan memberi segar aroma pagi
Menemani lembut sapa sang fajar melantun
Membawa kedamaian dan ketenangan diri

Membaca dan menembangkan kalam mu ilahi
Membawa kententraman diri yang gundah
Menghapus semua ragu dan resah
Dalam suatu jiwa yang terus sendiri

Jiwa-jiwa sepi terus lari dan mencari
Meresapi makna diri terhadiri
Kosong hampa jiwa yang terus merindu
Tak terbendung keinginan bertemu

Begitu kuat rasa yang hanya tertuju
mengetuk inginku terus mencari-Mu
dalam setiap detik waktu ku
Menginginkan selalu berjumpa Mu

Hanya demi cintaku yang iklas kepadamu
Sebagai tanda tunduku atas titahmu
menanti datangnya sang wahyu
Temukan langkahku berminta akan taqwaku


Dalam perenunganku, Sembah Sujudku Untuk mu ya robku
Depok 20 november 2007 22:21
Erwin Arianto
Lihat puisi ku di http://erwinarianto.multiply.com


Kembali kurajut waktu yang telah terlepas


Malam Semakin larut menggumuli dengan kepekatan
Suluh benderang pagi membinarkan sentuhan lembut
Seutuhnya dalam warna molek dan segar
Bersama dengan sang embun penuh kelembutan

angin, embun, sayap,telah kulupakan menuju
Hanya kenangan terbangkang
Kutuang dalam gelas-gelas waktu
Kubuang semua angan dan impian lalu menyebrang

Kembali kurajut waktu yang telah terlepas
Pergi dengan dengus terakhir sebelum senja bebas
Ketika kau pergi dan berlari
Entah tau kankah kau kembali

Tuhan melulu bungkam dan hanyut dalam darahku
Tentang tanyaku akan hayal dan mimpi yang biru
Melongsor pasir-pasir angan yang terjulang
Diatas linangan masa silam tenggelam terawang

Wajahmu yang pernah kucandra dalam mimpi
Selalu melayang dalam hayal dengan ingin hati
Bergelayut bergantung disetiap aliran teringini
Gelap telah memutus kan inginku tak terpenuhi
Kini aku jalani kisah baru yang tak termaui
Dengan keterpaksaan dan berat hati menjalani


Dalam Pernunganku, Krikil-krikil Cinta
Depok 20 November 2007 22:00
Erwin Arianto
Mampir ke blog ku di : http://blogerwinarianto.blogspot.com


Jumat, 16 November 2007

Ditemani gemerisik dedaunan yang ditiup angin


Semuanya kini telah berakhir
Meninggalkan aku berdiri dalam sepi
Ditemani gemerisik dedaunan yang ditiup angin
Bersama rembulan yang redup mengintip di dalam kegelapan malam
Bersama keremangan alam pekat dalam senyap

Semuanya kini telah berakhir
Menghilang tanpa bekas dari hati yang cemas
Semua samar dalam bayangan yang bias
mimpi-mimpiku pudar terasa pedihnya

Hati ini semakin luka dalam mengharap cinta
Tak ada kata, tak da suara yang terucap
Persimpangan itu menghadang langkahku
Dan hidup memang harus memilih satu jalan

Sekarang aku ingin melangkah kaki ini
Mengikuti satu sinar menuju kebahagian
Aku harap tiada yang mengecewakanku
kan kucipta hidupku kembali

Tanpa airmata
Tanpa cintamu
Tanpa belai lembut
Dan tanpa dirimu lagi
Pergi dengan tetes air mata

Dalam perenunganku, Krikil..krikil Cinta
Dapok, 14 November 2007 11:29
Erwin Arianto,
Http://erwinarianto.Multiply.com

Hatimu terluka lagi!


Hatimu terluka lagi!
Siapa yang dapat memahami diri mu kini?
Pada sekeping hati nurani
Dan pandangan yang jauh serta sebuah hati

kaulah bidadari penyejuk kalbu
kaulah bidadari penenang mata
kaulah bidadari santapan jiwa
kau lembutkan hati yang buta.

Jangan kau titiskan air matamu wahai Bidadariku
Jangan kau murungkan wajahmu wahai Bidadariku
Jangan kau kurung diri mu wahai Bidadariku
Jangan Kau Sesali semua ini wahai Bidadariku

Pada sekuntum mawar yang mekar
dan air sungai yang mengalir
disitu ku lihat terukir wajah mu
dan tersimpan kisah cinta kita berdua.

Hatimu terluka lagi..!
Dan sebuah impian cinta
Yang pasti kekal abadi
Sebuah nostalgia yang lalu
tidak mudah untuk ku lupakan
dan akan ku simpan erat-erat

diri ini
Sering terbuai oleh mimpi
Lalu aku sering bertanya
Dapatkah kita Bersatu Tuk Selamanya

Dalam perenunganku, Krikil..krikil Cinta
Dapok, 14 November 2007 11:29
Erwin Arianto,
Http://erwinarianto.wordpress.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting