Senin, 08 Oktober 2007

Sebab-sebab Naik-turunnya Iman dan Cara Meningkatkan Keimanan


CARA MENAIKKAN KADAR IMAN :

1. Pelajarilah berbagai ilmu agama Islam yang bersumber pada Al-Qur'an dan
Hadits

a. Perbanyaklah membaca Al-Qur'an dan renungkan maknanya

Ayat-ayat Al-Qur'an memiliki target yang luas dan spesifik sesuai kebutuhan
masing-masing orang yang sedang mencari atau memuliakan Tuhannya. Sebagian
ayat Al-Qur'an mampu menggetarkan kulit seseorang yang sedang mencari
kemuliaan Allah, dilain pihak Al-Qur'an mampu membuat menangis seorang
pendosa, atau membuat tenang seorang pencari ketenangan.

"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah
supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran
orang-orang yang mempunyai pikiran."

(QS, Shaad 38:29)

"Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada
orang-orang yang lalim selain kerugian."

(QS, al-Israa' 17:82)

b. Pelajarilah ilmu mengenai Asma'ul Husna, Sifat-sifat Yang Maha Agung.

Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan
Maha Mengetahui, maka ia akan menahan lidahnya, anggota tubuhnya dan gerakan
hatinya dari apapun yang tidak disukai Allah.

Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Indah, Maha Agung dan Maha
Perkasa, maka semakin besarlah keinginannya untuk bertemu Allah di hari
akhirat sehingga iapun secara cermat memenuhi berbagai persyaratan yang
diminta Allah untuk bisa bertemu dengan-Nya (yaitu dengan memperbanyak amal
ibadah).

Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Santun, Maha Halus dan Maha
Penyabar, maka iapun merasa malu ketika ia marah, dan hidupnya merasa tenang
karena tahu bahwa ia dijaga oleh Tuhannya secara lembut dan sabar.

c. Pelajari dengan cermat sejarah (Siroh) kehidupan Rasulullah SAW.

Dengan memahami perilaku, keagungan dan perjuangan Rasulullah, akan
menumbuhkan rasa cinta kita terhadapnya, kemudian berkembang menjadi
keinginan untuk mencontoh semua perilaku beliau dan mematuhi pesan-pesan
beliau selaku utusan Allah.

Seorang sahabat r.a. mendatangi Rasulullah saw dan bertanya, "Wahai Rasul
Allah, kapan tibanya hari akhirat?". Rasulullah saw balik bertanya : "Apakah
yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari akhirat?". Si sahabat
menjawab , "Wahai Rasulullah, aku telah sholat, puasa dan bersedekah selama
ini, tetap saja rasanya semua itu belum cukup. Namun di dalam hati, aku
sangat mencintai dirimu, ya Rasulullah". Rasulullah saw menjawab, "Insya
Allah, di akhirat kelak engkau akan bersama orang yang engkau cintai". (HR
Muslim) Inilah hadits yang sangat disukai para sahabat Rasulullah SAW.
Jelaslah bahwa mencintai Rasulullah adalah salah satu jalan menuju surga,
dan membaca riwayat hidupnya (siroh) adalah cara terpenting untuk lebih
mudah memahami dan mencintai Rasulullah SAW.

d. Mempelajari Jasa-jasa dan Kualitas Agama Islam

Perenungan terhadap syariat Islam, hukum-hukumnya, akhlak yang diajarkannya,
perintah dan larangannya, akan menimbulkan kekaguman terhadap kesempurnaan
ajaran agama Islam ini. Tidak ada agama lain yang memiliki aturan dan etiket
yang sedemikian rincinya seperti Islam, dimana untuk makan dan ke WC pun ada
adabnya, untuk aspek hukum dan ekonomi ada aturannya, bahkan untuk
berhubungan suami -istripun ada aturannya.

e. Mempelajari Kehidupan Orang-orang Sholeh (generasi Shalafus Sholihin,
para sahabat Rasulullah SAW, murid-murid para sahabat, tabi'in dan tabi'it
tabi'in)

Mereka adalah generasi-generasi terbaik dari Islam. Mereka adalah
orang-orang yang kadar keimanannya diibaratkan sebesar gunung Uhud sementara
manusia zaman kini diibaratkan kadar keimananya tak lebih dari sebutir debu
dari gunung Uhud. Umar r.a. pernah memuntahkan makanan yang sudah masuk ke
perutnya ketika tahu bahwa makanan yang diberikan padanya kurang halal
sumbernya. Sejarah lain menceritakan tentang lumrahnya seorang tabi'in
meng-khatamkan Qur'an dalam satu kali sholatnya. Atau cerita tentang seorang
sholeh yang lebih dari 40 tahun hidupnya berturut-turut tidak pernah sholat
wajib sendiri kecuali berjamaah di mesjid. Atau seorang sholeh yang menangis
karena lupa mengucap doa ketika masuk mesjid. Inilah cerita-cerita teladan
yang mampu menggetarkan hati seorang yang sedang meningkatkan keimanannnya.

2. Renungkanlah tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam (ma'rifatullah)

Singkirkan dulu kesombongan akal kita, renungkan secara tulus bagaimana alam
ini diciptakan. Sungguh pasti ada kekuatan luar biasa yang mampu menciptakan
alam yang sempurna ini, sebuah struktur dan sistem kehidupan yang rapi,
mulai dari tata surya, galaksi hingga struktur pohon dan sel-sel atom.

Renungkan pula rahasia dan mukjizat Qur'an. Salah satu keajaiban Al Qur'an
adalah struktur matematis Al Qur'an. Walau wahyu Allah diturunkan bertahap
namun ketika seluruh wahyu lengkap maka ditemukan bahwa kata tunggal "hari"
disebut sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada satu tahun syamsiyyah
(masehi). Kata jamak hari disebut sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari
dalam satu bulan. Sedang kata Syahrun (bulan) dalam Al Quran disebut
sebanyak 12 kali sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun. Kata Saa'ah
(jam) disebutkan sebanyak 24 kali sama dengan jumlah jam sehari semalam. Dan
semua kata-kata itu tersebar di 114 surat dan 6666 ayat dan ratusan ribu
kata yang tersusun indah. Dan masih banyak lagi keajaiban dan mukjizat Al
Quran dari sisi pandang lainnya yang membuktikan bahwa itu bukan karya
manusia. Masih banyak pula mukjizat lainnya di alam ini yang membuktikan
bahwa alam ini memiliki struktur yang sangat sempurna dan tidak mungkin
tercipta dengan sendirinya. Adalah lumrah, bahwa sesuatu yang tidak mungkin
diciptakan manusia, pastilah diciptakan sesuatu yang Maha Kuasa, Maha Besar.
Inilah yang menambah kecilnya diri kita dan menambah kekaguman dan cinta
serta iman kita kepada Sang Pencipta alam semesta ini.

3. Berusaha keras melakukan amal perbuatan yang baik secara ikhlas

Amal perbuatan perlu digerakkan. Dimulai dari hati, kemudian terungkap
melalui lidah kita dan kemudian anggota tubuh kita. Selain ikhlas,
diperlukan usaha dan keseriusan untuk melakukan amalan-amalan ini.

a. Amalan Hati

Dilakukan melalui pembersihan hati kita dari sifat-sifat buruk, selalu
menjaga kesucian hati. Ciptakan sifat-sifat sabar dan tawakal, penuh takut
dan harap akan Allah. Jauhi sifat tamak, kikir, prasangka buruk dan
sebagainya.

b. Amalan Lidah

Perbanyak membaca Al-Qur'an, zikir, bertasbih, tahlil, takbir, istighfar,
mengirim salam dan sholawat kepada Rasulullah dan mengajak orang lain kepada
kebaikan, melarang kemungkaran.

c. Amalan Anggota Tubuh

Dilakukan melalui kepatuhan dalam sholat, pengorbanan untuk bersedekah,
perjuangan untuk berhaji hingga disiplin untuk sholat berjamaah di mesjid
(khususnya bagi pria).

SEBAB-SEBAB TURUNNYA KADAR IMAN :

Sebab-sebab dari dalam diri kita sendiri (Internal) :

1. Kebodohan

Kebodohan merupakan pangkal dari berbagai perbuatan buruk. Seseorang berbuat
jahat boleh jadi karena ia tak tahu bahwa perbuatan itu dilarang agama, atau
ia tidak tahu ancaman dan bahaya yang akan dihadapinya kelak di akhirat,
atau ia tidak tahu keperkasaan Sang Maha Kuasa yang mengatur denyut
jantungnya, mengatur musibah dan rezekinya.

2. Ketidakpedulian, keengganan dan melupakan

Ketidakpedulian menyebabkan pikiran seseorang diisi dengan hal-hal duniawi
yang hanya ia sukai (yang ia pedulikan), sedangkan yang bukan ia sukai tidak
diberi tempat dipikirannya. Ini menyebabkan ia tidak ingat (dzikir) pada
Allah, sifatnya tidak tulus, tidak punya rasa takut dan malu (kepada Allah),
tidak merasa berdosa (tidak perlu tobat), dan bisa jadi ia menjadi sombong
karena tidak merasakan pentingnya berbuat rendah hati dan sederhana.

Kengganan seseorang untuk melakukan suatu kebaikan padahal ia tahu hal itu
telah diperintahkan Allah, maka ia termasuk orang yang men-zhalimi
(melalaikan) dirinya sendiri. Allah akan mengunci hatinya dari jalan yang
lurus (al-Kahfi 18:5), dan ia akan menjadi teman syeitan (Thaaha 20:124).

Melupakan kewajiban dan kepatuhan seseorang dalam beribadah berawal dari
sifat lalai atau lemah hatinya. Waktu dan energinya harus didorong agar
diisi lebih banyak dengan perbuatan amal sholeh, kalau tidak maka kesenangan
duniawi akan semakin menguasai dirinya hingga ia semakin jauh dari ingat
(dzikir) kepada Allah.

3. Menyepelekan dan melakukan perbuatan dosa

Awal dari perbuatan dosa adalah sikap menyepelekan (tidak patuh terhadap)
perintah dan larangan Allah. Perbuatan dosa umumnya dilakukan secara
bertahap, misalnya dimulai dari zinah pandangan mata yang dianggap dosa
kecil kemudian berkembang menjadi zinah tubuh. Dosa-dosa kecil yang
disepelekan merupakan proses pendidikan jahat (pembiasaan) untuk
menyepelekan dosa-dosa besar. Karena itu basmilah dosa-dosa kecil selagi
belum tumbuh menjadi dosa besar.

4. Jiwa yang selalu memerintahkan berbuat jahat

Ibnul Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, Allah menggabungkan dua jiwa, yakni
jiwa jahat dan jiwa yang tenang sekaligus dalam diri manusia, dan mereka
saling bermusuhan dalam diri seorang manusia. Disaat salah satu melemah,
maka yang lain menguat. Perang antar keduanya berlangsung terus hingga si
empunya jiwa meninggal dunia. Adalah sungguh merugi orang-orang yang jiwa
jahatnya menguasai tubuhnya. Seperti sabda Rasulullah, "..barang siapa yang
diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang
siapa yang disesatkannya maka tidak ada seorangpun yang dapat memberinya
petunjuk". Sifat lalai, tidak mau belajar agama, sombong dan tidak peduli
merupakan beberapa cara untuk membiarkan jiwa jahat dalam tubuh kita
berkuasa. Sedangkan sifat rendah hati, mau belajar, mau melakukan
instropeksi (muhasabah) merupakan cara untuk memperkuat jiwa kebaikan (jiwa
tenang) yang ada dalam tubuh kita.

Sebab-sebab dari luar diri kita (External) :

1. Syaitan

Syaitan adalah musuh manusia. Tujuan syaitan adalah untuk merusak keimanan
orang. Siapa saja yang tidak membentengi dirinya dengan selalu mengingat
Allah maka ia menjadi sarang syaitan, menjerumuskannya dalam kesesatan,
ketidak patuhan terhadap Allah, membujuknya melakukan dosa.

2. Bujukan dan rayuan dunia

Allah SWT berfirman : "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu
hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah
antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti
hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu
menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan
di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta
keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang
menipu". (QS, al-Hadiid 57:20).

Tujuan hidup manusia seluruhnya untuk akhirat. Apapun kegiatan dunia yang
kita lakukan, seperti mencari nafkah, menonton TV, bertemu teman dan
keluarga, seharusnya semua itu ditujukan untuk meraih pahala akhirat. Tidak
secuilpun dari kegiatan duniawi boleh dilepaskan dari aturan main yang
diperintahkan atau dilarang Allah. Ibnul Qayyim mengibaratkan hati sebagai
suatu wadah bagi tujuan hidup manusia (akhirat dan duniawi) dengan kapasitas
(daya tampung) tertentu. Ketika tujuan duniawi tumbuh maka ia akan
mengurangi porsi tujuan akhirat. Ketika porsi tujuan akhirat bertambah maka
porsi tujuan duniawi berkurang. Dalam situasi dimana tujuan dunia menguasai
hati kita maka hanya tersisa sedikit porsi akhirat di hati kita, dan inilah
awal dari menurunnya keimanan kita.

3. Pergaulan yang buruk

Rasulullah bersabda : "Seseorang itu terletak pada agama teman dekatnya,
sehingga masing-masing kamu sebaiknya melihat kepada siapa dia mengambil
teman dekatnya" (HR Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baghawi).

Seorang teman yang sholeh selalu memperhatikan perintah dan larangan Allah,
karenanya ia selalu mengajak siapa saja orang disekitarnya untuk menuju
kepada kebaikan dan mengingatkan mereka bila mendekati kemungkaran. Teman
dan sahabat yang sholeh sangat penting kita miliki di zaman kini dimana
pergaulan manusia sudah sangat bebas dan tidak lagi memperhatikan
nilai-nilai agama Islam. Berada diantara teman-teman yang sholeh akan
membuat seorang wanita tidak merasa asing bila mengenakan jilbab. Demikian
pula seorang pria bisa merasa bersalah bila ia membicarakan aurat wanita
diantara orang-orang sholeh. Sebaliknya berada diantara orang-orang yang
tidak sholeh atau berperilaku buruk menjadikan kita dipandang aneh bila
berjilbab atau bahkan ketika hendak melakukan sholat.

Menaikkan kadar iman bukanlah suatu pekerjaan mudah, karena begitu banyak
usaha (menuntut ilmu, amalan-amalan) yang harus kita lakukan disamping
godaan (syaitan, duniawi) yang akan kita hadapi. Paling tidak kita termasuk
orang-orang yang lebih beruntung dibanding orang lain yang belum sempat
mengetahui "sebab-sebab naik-turunnya iman" dalam tulisan ini. Mari kita
ingatkan teman-teman kita dengan menyebarkan tulisan ini.

"Wahai manusia! Sesungguhnya diri kalian tergadai karena amal-amal kalian,
maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban
dosamu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah, Allah
Swt bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab
orang-orang yang bersujud, tidak mengancam mereka dengan neraka pada hari
manusia berdiri di hadapan Rabbul'alamin. " (Petikan Khutbah Rasulullah)

Sumber :

1. Sebab-sebab Naik Turunnya Iman, oleh Syaikh Abdur Razzaaq al-Abbaad

2. Asma'ul Husna, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

3. Penawar Hati yang Sakit, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Waktu


Betapa hebatnya waktu mengatur kita, mengatur kehidupan kita Ketika lonceng
jam usai kerja berdering, tanpa diperintah segera kita berkemas. Menyimpan
kertas dan pensil dalam laci, lalu meninggalkannya jauh-jauh. Seolah semua
persoalan telah terpecahkanuntuk hari itu.

Padahal masalah tetap terjaga selagi kita pejamkanmata.Namun, esok hari,
ketika lonceng jam mulai kerja berdentang, semua tumpukan masalah kita aduk,
seolah ia terlampau banyak tidur semalam.

Perselisihan pun bolehlah dilanjutkan kembali. Ah, betapa hebatnya waktu
menghibur kita. Betapa bergairahnya waktu membangunkan kita.Saat kita
mengatur waktu, sesungguhnya kita pun mengatur pikiran, emosi, dan perasaan
kita. Karena waktu adalah lingkaran dimana kehidupan kita berjalan, kita
atur waktu untuk mengatur kehidupan. Kita rayakan sesuatu karena kita
ciptakan hari besar. Kita heningkan diri karena kita tegakkan kesyahduanDan,
semua itu kita rangkai dalam jalinan waktu. Maka, hanya mereka yang tak
kenal akan waktulah yang terjerat dalam persoalan tiada berujung.

Bagi mereka yang tidak menghargai waktu, maka meraka akan menyia-nyiakan
waktu, walau terkdang ada orang yang sangat kekurangan waktu. Dan ketika
orang sudah divonis oleh suatu penyakit maka kehidupan orang tersebut
menunggu waktu. Maka hargai lah setiap waktu yang kau miliki, manfaatkan
untuk kebaikan etiap waktu yang termiliki.

Kegagalan dan keberhasilan kita juga kita dapat dari cara kita mengatur
waktu yang kita miliki, maka manfaatkan lah waktu yang ada saat ini, karena
waktu tidak akan pernah bergerak mundur, dari pada menyesal di kemudian,
lebih baik kita memanfaatkan dan menghargai waktu.

1 jam tanpa dosa


Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, "Ayah, bisakah seseorang
melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?"

Ayahnya menjawab sambil tersenyum : "tak mungkin, nak."

"Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?" tanyanya lagi.

Ayahnya berkata: "tak mungkin, nak."

"Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?"

Lagi-lagi ayahnya berkata : "Tak mungkin, nak."

"Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?" gadis kecil itu
bertanya lagi.
Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk menjawab: "mm.....
mungkin bisa, nak."

"Lalu.... bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? tanpa berbuat jahat
untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, yah? Bisakah?"

Ayahnya tertawa dan berkata : "Nah, kalau itu pasti bisa, nak."

Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata : "Kalau begitu ayah, aku mau
memperhatikan hidupku jam demi jam, waktu demi waktu, momen demi momen,
supaya aku bisa belajar tidak berbuat dosa. Kurasa hidup jam demi jam lebih
mudah dijalani, ya?"

Menembus awan biru bergelora


Sang surya bersinar dengan lembut
Menyinari liku ruang hati tak tertuju
Terduduk, terdiam dan membisu
Membuka ruang hati tak bertaut

Angin bertiup dengan mesra
Menyentuh rasa bergetar dalam sukma
Memaknai asa yang ingin bersua
Memberi semua dengan cinta

Sang merpati hadir saat hati ini sendiri
Mengepak sayap putih membawaku terbang tinggi
Menembus awan biru bergelora
Melambungkan angan dan asa tak sebatas fatamorgana

Derai rindu mengalir deras dalam liku terus berliku
Membawa raga dalam buaian asa dan keinginan
Menjamah kalbu menggapai impian
Memaksa sang waktu untuk jalan yang tertuju

Kekasih atas hati ini
Menyatu diri dalam perbedaan yang tak memisahkan
Membuang keakuan dalam satu nuansa hati
Ucap terimakasih atas cinta yang kau berikan
berjanji tak akan lagi berbagi hati
Kini satu cinta yang kuberi tertuju tuk kekasih hati

Dalam Kesendirianku, Untuk shinta nih PRnya dah aku buat
Cimanggis-Depok 07 october 2007 22:46
Erwin Arianto
See more about my artikel & Poem on
Http://blogerwinarianto.blogspot.com

memaknai hidup


Berbincang dengan seorang sahabat, dan dia berkata kenapa yah saya tidak
bisa menikmati hidup, walau saya memiliki semua yang saya miliki. Hal ini
menurut saya banyak ditanyakan beberapa sahabat.

Banyak orang yang menjalani hidup ini dengan tidak mengerti makna dari hidup
mereka. Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak,
dan akhirnya meninggal dalam keadaan hanya pasrah dalam menjalankan
kehidupan dengan kosong.

Sebagaimana kita memandangi hidup, demikianlah kehidupan kita. Hidup menjadi
berarti, bermakna, karena kita memberikan arti kepadanya, memberikan makna
kepadanya. Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti,
maka hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong.

Hal terbesar di dunia ini bukanlah dimana Anda berdiri, melainkan kemana
Anda akan pergi." Itu artinya, jika Anda mampu menetapkan,memahami dan
memperjelas tujuan hidup, maka kemungkinan untuk memaknai hidup lebih besar.

Ada dua hal yang dapat membuat orang menjadi sadar dalam menjalankan
kehidupan. Pertama, peristiwa-peristiwa pahit dan musibah. Musibah
sebenarnya adalah ''rahmat terselubung' ' karena dapat membuat kita bangun
dan sadar. Anda baru sadar pentingnya kesehatan kalau Anda sakit.

Kematian mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan
kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk
memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu
tiba-tiba saja meninggal. Kematian menyadarkan kita pada betapa singkatnya
hidup ini, betapa seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa
bodohnya kita menimbun kekayaan yang tidak sempat kita nikmati.

Dalam mencoba mengisi dan menyadari arti kehidupan menyadari, yaitu siapa
diri kita, darimana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu
kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan
kontemplasi. Dan sedikit perenungan akan membuat kita mengerti akan makna
dari kehidupan. Ingat kehidupan berjalan tidak hanya mengejar keinginan
mimpi duniawi.

Terkadang kita melupakan keberadaan orang terdekat, kita melupakan afeksi
atau kasih sayang dari orang-orang terdekat yang membuat kita berarti,
pengakuan keberadaan kita juga membuat kita bisa menikmati hidup. Disayangi
orang tua, keluarga, anak, sahabat memberi kita kesempatan kita berarti dan
menikmati kehidupan. Bayangkan ketika kehidupan kita hanya mengejar harta,
mimpi, dan sukes dan kita mengabaikan keberadaan orang terdekat oleh kita,
ketika mimpi, dan kesuksesan telah tercapai kita hanya menikmati sesaat, dan
setelah itu kita akan kembali kosong.

Buat apa terlalu sibuk mengumpul-ngumpulkan kekayaan, dengan menyalahgunakan
jabatan kalau hasilnya tidak dapat Anda nikmati selama-lamanya. Apalagi Anda
sudah merusak jiwa Anda sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal,
jiwa inilah milik kita yang abadi.

Sering terpikirkan terkadang dalam kehidupan ini kita hanya mengejar
kesenangan ragawi, kita kurang memperhatikan kesukesan jiwa, dan hati kita,
maka banyak kita lihat saat ini orang yang memiliki kekosongan hati, dan
dengan hati yang kosong akan mudah kita depresi, stress dan lainya. Karena
tidak seimbangnya kebutuhan ragawawi dan kebutuhan jiwa.

Bukalah mata dan hati Anda untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan
semua pikiran dan paradigma Anda. Sayang, banyak orang yang mendengarkan
semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk
mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat
mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum
sepenuhnya tersadar.

Jadi saya hanya mengharap dan mengingatkan kepada para sahabat, mari kita
jalani hidup dengan keseimbangan, mari kita nikmati hidup, mencapai sukses
dalam kehidupan tanpa melupakan sukses setelah kita meninggalkan dunia juga
harus dipikirkan.

" menikmati hidup tidak hanya dengan harta dan kekuasaan, menikmati hidup
dengan hati yang tulus lebih berarti "

Dalam Perenungan, memaknai kehidupan
Depok, 7 Augustus 2007 20:30
Erwin Arianto

Jumat, 05 Oktober 2007

(joke) maksa deh...


Atasnya putih bawahnya Item ?
*Kuntilanak pake stoking

Disukai sekaligus dibenci oleh pria ?
*Ketemu Cewek cakep, nggak tahunya kuntilanak

Disukai sekaligus dibenci oleh wanita?
*Kuntilanak pake kaen kafan ketat


Barang mewah apa yg bikin stress ?
*Mobil BMW isi Kuntilanak

Apa yang mengharukan sekaligus mendebarkan ?
*Lagi sedih dipeluk kuntilanak

Baju apa yg cocok dipake ke kondangan tapi gak pernah dipake ke kondangan?
*Batik motif kuntilanak

Apa artinya sudah jatuh tertimpa tangga ?
*Artinya sudah gaji kecil, tiap pulang kerja ketemu kuntilanak pula..

Kecil item, gak ada yg berani megang ?
*Semut nempel di kuntilanak

Berapa umur kuntilanak ?
*Dibawah 10 tahun, klo 10 s/d 20 namanya KuntilABG, diatas 20 - namanya Kuntilremaja ...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting