Kamis, 17 Januari 2008

Anda Dan Sang Pencipta


Orang sering sulit dimengerti, tidak pikir panjang dan selalu
memikirkandiri sendiri,namun demikian ... ampunilah mereka.

Bila anda baik hati, orang mungkin menuduh anda egois, atau
punya mau, namun demikian ... tetaplah berbuat baik.

Bila anda sukses, anda akan menemui teman-teman yang tidak
bersahabat, dan musuh-musuh sejati anda, namun demikian ...
teruskan kesuksesan anda.

Bila anda jujur dan tulus hati, orang mungkin akan menipu anda;
namun demikian ... tetaplah jujur dan tulus hati.

Hasil karya anda selama bertahun-tahun dapat dihancurkan orang
dalamsemalam; namun demikian ... tetaplah berkarya.

Bila anda menemukan ketenangan dan kebahagiaan, mungkin ada
yang iri; namun demikian ... syukurilah kebahagiaan anda.

Kebaikan anda hari ini gampang sering dilupakan orang;
namun demikian ... teruslah berbuat kebaikan.

Berikanlah yang terbaik dari anda dan itu pun tidak akan
pernah memuaskanorang, namun demikian... tetaplah memberi
yang terbaik.

Pada akhirnya ....

Perkaranya adalah antara anda dan Sang Pencipta....
dan bukan antara anda dan mereka.

Tetaplah Bersemangat.


Seringkali situasi berjalan tak sesuai kehendak. Atau
mungkin meninggalkan anda. Mulai dari, patah Hati, promosi terhambat, usulan
ditolak, hingga hal sepele: data komputer rusak. Semua itu
bisa jadi mengecewakan dan getir. Anda dipersilakan
memilih sikap apa pun yang anda mau, namun jangan sampai
kehilangan semangat. Saat anda memilih untuk tetap semangat dan
positif, sesungguhnya pilihan itu tak banyak. Pertahankan semangat
anda meski situasi sulit dan tidak memihak anda.

Percayalah, anda takkan sanggup kecewa selama dua puluh
empat jam terus-menerus. Pada saatnya semangat anda menemukan
harapan baru. Tetaplah optimis untuk mengerjakan segala
sesuatunya. Kesulitan itu hanya sementara datang untuk pergi.
Janganlah kehilangan antusiasme dan semangat, karena itulah pegangan
yang kokoh. Semangat adalah milik anda yang hakiki.
Bukankah semangat adalah kata lain dari "spirit"? Sedangkan
"spirit" adalah roh dan jiwa anda.

Meraih sesuatu bukanlah hal yang terbatas pada pekerjaan
tangan. Bila anda mau meraih dengan seluruh yang anda miliki,
tidak ada hal yang tidak tercapai.

Railah dengan kaki. Bila sesuatu saat ini tidak tergapai,
bergeraklah, hingga hal itu dalam jangkauan. Bergeraklah
menuju tujuan, ketimbang menunggu tujuan anda bergerak
kepada anda.

Raihlah dengan pikiran. Visualisasikan tujuan anda. Lihatlah
dengan jelas dalam pikiran anda, dan anda akan mulai bisa
menggapai. Gunakan daya pikir anda untuk mengembangkan
rencana realistis dan perencanaan tindakan.

Raihlah dengan imajinasi. Jadilah kreatif dalam menggapai.
Selalu ada banyak cara dalam mencapai tiap tujuan. Gunakan
imajinasi anda untuk bekerja dan mengembangkan segala peluang.
Bila satu jalur terhalang, bayangkan selusin alternatif dan
ikuti yang paling berpeluang.

Raihlah dengan semangat. Rasakan kegembiraan pada setiap
saat kehidupan dan anda akan mengembangkan dalam diri sendiri,
kesadaran akan pemenuhan. Sedemikian banyak hal yang bisa
anda raih bila anda secara tulus bersyukur atas hal-hal
yang telah anda miliki.

Depresi


Apa yang menyebabkan kita sampai menderita depresi? Sejauh depresi itu
diartikan sebagai sebuah kondisi batin yang tertekan dalam waktu panjang
(stress berkelanjutan) dan mengakibatkan hilangnya harapan hidup, makna
hidup, motivasi berprestasi, dan kepercayaan-diri (losing mood and
confidence), tentu saja sebab-sebabnya banyak. Namanya juga orang hidup.
Realitas kehidupan ini terkadang lebih kejam dari kekejaman yang sanggup
kita bayangkan.

Meski kita ingin segera dapat mengatasi depresi, tetapi tak jarang kita
malah mempraktekkan hal-hal yang memperparah depresi itu. Ini antara lain
bisa dijabarkan sebagai berikut:

1. Hanya mencari-cari tip, saran atau tehnik yang jitu untuk
mengatasi depresi. Tip dari buku, saran dan tehnik dari orang lain itu
sangat kita butuhkan tetapi posisinya di sini bukan sebagai penentu,
melainkan sebagai pembantu (bantuan. Kita membutuhkan semua itu tetapi tidak
boleh mengandalkan pada semuanya. Artinya, tip dan saran itu akan berguna
ketika kita dalam keadaan sedang berusaha untuk mengatasi depresi dan tidak
berguna kalau kita duduk dan diam saja.

2. Tidak percaya, menolak atau skeptis terhadap saran, pendapat atau
bantuan orang lain. Ini adalah bentuk padanan yang ekstrim dari yang
pertama. Menutup diri, menutup-nutupi, melecehkan semua orang atau menjauhi
orang kerapkali justru akan membuat kita semakin 'depressed' dengan keadaan
kita.

3. Hanya menyalahkan keadaan atau orang. Mungkin saja yang membuat
kita depresi itu adalah dunia ini yang telalu kejam atau orang lain. Tetapi
akan malah berbahaya kalau yang kita ingat dan yang kita lakukan adalah
hanya mengutuk dunia dan mengutuk orang lain. Harus ada inisiatif dari dalam
diri kita untuk mengobati diri sendiri.

4. Kurang kreatif dalam menemukan cara atau terlalu "taat" pada
rutinitas yang biasa-biasa. Ini juga bisa membuat depresi itu makin
mendalam. Ada saran agar kita membagi aktivitas menjadi tiga: a) aktivitas
positif yang wajib, b) aktivitas yang untuk fun atau pleasurable, dan c)
aktivitas yang untuk menabur kebajikan pada orang lain seperti membantu atau
menyambung hubungan.

5. Membiarkan munculnya definisi diri negatif, misalnya saja: saya
sudah tidak punya apa-apa lagi, saya muak melihat diri saya, hidup saya
sudah hancur dan tidak bisa diperbaiki lagi, dan seterusnya. Ini adalah
definisi atau kesimpulan atau label tentang diri sendiri yang kita buat
sendiri. Jika ini terus berlanjut akan mempersulit upaya recovery.

6. Menolak realitas dengan cara yang merugikan. Realitas itu kalau
ditolak dengan tujuan menolak yang asal menolak (denial), ini akan
memperparah pertengkaran yang membuat depresi itu makin mencengkeram. Tetapi
bila kita terima dengan pasrah dan kalah (larut dan hanyut), ini juga tidak
menyembuhkan. Yang diharapkan adalah menerima untuk memperbaiki. Seperti
yang ditulis Dr. Felice Leonardo Buscaglia, " Trauma yang abadi di adalah
penderitaan yang tidak diikuti dengan perbaikan."

7. Menganut paham perfeksionis yang tidak rasional. Dari pengalaman
sejumlah ahli dalam menangai penderita depresi, konon yang menghambat upaya
recovery adalah ketika seseorang berpikir bahwa dia harus bebas dari depresi
seketika itu dan langsung, tidak usah repot-repot. Mengatasi depresi butuh
proses yang berkelanjutan, dan jika kita menolak proses itu bukan malah
cepat tetapi malah semakin lama.

Tujuh hal di atas dapat kita gunakan untuk menjelaskan realitas di mana ada
orang yang semakin buruk langkahnya, makin buruk hubungannya dan makin buruk
caranya dalam menghadapi hidup saat depresi. Anda mungkin punya teman,
keluarga atau tetangga yang malah semakin tertutup, semakin tidak persuasif,
semakin tidak bijak, semakin sempit, semakin tertutup dan sejumlah "semakin"
yang negatif lainnya.

Tetapi ada juga sekelompok orang yang mulai menunjukkan bukti-bukti
perbaikan diri, perbaikan hubungan dan perbaikan cara dalam menghadapi
realitas. Semakin jelas langkah yang ditempuh, semakin open dan bijak,
semakin bisa memilih orang, semakin ramah, semakin soleh hidupnya, dan
seterusnya. Sebisa mungkin kita perlu berjuang untuk menjadi manusia
kelompok kedua.

Mengatasi Depresi

Secara umum, agenda mengatasi Depresi itu bisa kita buat berdasarkan
poin-poin berikut ini:

1. Membangun citra diri positif

Citra diri berasal dari bagaimana kita menyimpulkan diri sendiri atau
beropini tentang diri sendiri. Yang positif membuahkan citra positif. Untuk
membangun yang positif ini diperlukan tiga hal:

¡ø Anda perlu menciptkan definisi, opini atau kesimpulan yang
positif

¡ø Anda perlu melawan munculnya opini, definisi atau kesimpulan
negatif dengan cara menghentikan, mengganti atau membatalkan

¡ø Anda perlu menciptakan alasan-alasan faktual, bukti nyata untuk
mendukung kesimpulan positif yang Anda ciptakan

Sedikit tentang alasan faktual itu, saya ingin memberi contoh misalnya saja
Anda berkesimpulan bahwa hidup Anda memang masih bermakna (untuk diri
sendiri dan untuk orang lain). Kesimpulan ini lebih positif ketimbang Anda
punya kesimpulan yang sebaliknya. Tetapi jika yang Anda lakukan hanya
sebatas merasa atau menyimpulkan (tanpa diiringi dengan perbuatan dan hasil
atau pembuktian bertahap), lama kelamaan kesimpulan Anda ini akan kalah oleh
fakta yang ada tentang diri Anda. Jangan pernah berpikir bahwa perbaikan
diri itu bisa ditempuh dengan cara tidak melakukan sesuatu. Forget it.

2. Menjalankan agenda perbaikan berkelanjutan yang realistis

Kesalahan kita saat terkena depresi adalah: kita hanya merasakan bagaimana
depresi itu tetapi kurang berpikir tentang apa saja yang masih bisa kita
lakukan untuk memperbaiki diri di masa depan. Kita tenggelam ke dalam masa
lalu yang buruk dan lupa meng-imajinasi-kan masa depan yang lebih bagus.
Padahal, masa lalu itu sudah tidak bisa diubah. Padahal, masa depan itu
masih "open" buat kita. Agar ini tidak terjadi, Anda boleh memilih agenda
perbaikan di bawah ini:

¡ø Anda merencanakan program atau jadwal tentang apa yang perlu anda
lakukan
dan apa yang perlu Anda hindari agar hidup Anda menjadi lebih bagus di hari
esok berdasarkan keadaan Anda.

¡ø Anda mencanangkan target yang benar-benar ingin Anda raih sebagai
bukti
adanya perbaikan dalam diri Anda, misalnya mendapatkan pekerjaan,
mendapatkan orang yang lebih bagus, mendapatkan tempat yang lebih bagus, dan
seterusnya.

¡ø Anda merumuskan tujuan jangka pendek atau panjang yang ingin Anda
wujudkan, seperti misalnya menyelesaikan kuliah, meningkatkan penguasaan
bidang, menambah pengetahuan atau skill, dan lain-lain

Tiga hal di atas perlu dilakukan dengan catatan harus realistis: bisa
dilakukan dari mulai hari ini, dengan menggunakan sumber daya yang sudah
ada, dan dari lokasi hidup di mana Anda saat ini berada. Hindari membuat
program atau target yang "mengkhayal" atau hanya berfantasi atau terlalu
tinggi sehingga tidak bisa dilakukan dan tidak bisa diraih.

3.Menggunakan ketidakpuasan

Saat depresi, pasti kita tidak puas dengan hidup kita. Ini bisa positif dan
bisa negatif, tergantung bagaimana kita menggunakan. Bagaimana supaya bisa
positif? Salah satu caranya adalah dengan menggunakan ketidakpuasan itu
sebagai dorongan / motivasi unntuk melakukan sesuatu (menjalankan program,
meraih target atau tujuan). Anda bisa menggunakan ketidakpuasan atas masa
lalu dan hari ini sebagai pemacu untuk memperbaiki atau mengubah hari esok.
Jika PHK telah membuat Anda depresi, jadikan itu sebagai motivasi untuk
memperluas jaringan, memperbaiki skill, membangun karakter yang lebih
positif, dan seterusnya. Ini jauh lebih positif ketimbang kita hanya
merasakan depresi, mengasihani diri sendiri dan menyalahkan orang lain.

4. Memperbaiki / memperluas hubungan

Wilayah hubungan yang perlu diperbaiki adalah: a) hubungan dengan diri
sendiri: control diri, meditasi, dialog diri, dll, b) hubungan dengan orang
lain dan c) hubungan dengan Tuhan (meningkatkan iman). Memperbaiki hubungan
dengan diri sendiri akan membuat kita cepat mengontrol atau menarik diri
dari keadaan yang tidak menguntungkan kita. Kalau kita sadar bahwa kita
sedang depresi dan sadar bahwa kita harus segera mengambil tindakan,
tentunya ini akan beda persoalannya.

Memperbaiki hubungan dengan manusia akan membantu usaha yang kita lakukan
dalam mengatasi depresi. Kita tetap harus ingat bahwa manusia itu bisa
digolongkan menjadi dua: a) ada manusia yang menjadi sumber depresi buat
kita, dan b) ada manusia yang menjadi bantuan solusi atas depresi. Yang kita
butuhkan (sebanyak-banyaknya) adalah manusia kelompok kedua. Jangan sampai
kita menjauhi semua manusia, trauma kepada semua manusia, atau tidak percaya
pada semua manusia.

Bagaimana memperbaiki hubungan dengan Tuhan? Ada banyak cara untuk
memperbaikinya, antara lain: a) meningkatkan iman, b) menjalankan ajaran
agama yang kita pilih (formal dan non-formal) sampai benar-benar kita merasa
dan meyakini ada semacam "kebersamaan". Kebersamaan di sini bukan
kebersamaan yang "halusinasi" (tidak berdasar dan tidak berefek), tetapi
kebersamaan yang mendorong kita untuk melakukan hal positif dan menghindari
hal negatif. Kebersamaan seperti ini akan memperkuat dan mencerahkan.

5. Mengganti paham "perfection" menjadi "excellence"

Dengan bahasa yang sederhana dapat dijelaskan bahwa perfection adalah
menuntut kesempurnaan (dari orang lain, dari diri sendiri dan dari dunia
ini). Sementara, excellence adalah mengusahakan kesempurnaan secara
bertahap, perbaikan berkelanjutan. Perfection lebih dekat pada keyakinan
yang tidak rasional. Keyakinan seperti ini lebih mudah terkena depresi pada
saat kita ingin mengatasi depresi, misalnya saja kita tidak mau gagal lagi
(kemungkinan untuk gagal itu selalu ada), kita anti toleransi terhadap
kelemahan orang lain (semua orang punya kelemahan), dan seterusnya.

Menurut Susan Dunn, MA, (When Perfect Isn't Good Enough, www.selfgrowth.com,
perfeksionis dapat mengakibatkan hal-hal buruk yang antara lain adalah: a)
dapat mengantarkan kita pada isolasi diri, b)dapat mengantarkan kita menjadi
orang yang takut menghadapi resiko hidup, c) dapat mengantarkan kita pada
kesulitan dalam membuat keputusan atau sasaran hidup yang tepat, d) dapat
mengantarkan kita pada kesalahan dalam menilai diri (overestimate), e) dapat
mengantarkan kita menjadi orang kerdil yang sulit mempercayai orang lain.D

Cinta karena Allah


Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya
tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan
tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih
emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga,
derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu
melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan
meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah
dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).

Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang
sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila,
orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut
oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah
para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang
begitu agung, cinta yang murni.

Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan
manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh
lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi
segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam
beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di
jalan-Nya.

Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan
mencitai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa
ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara,
menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi
mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah,
tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang
dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya
pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-Nya.

Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat
dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat
Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu
langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya
dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya gairah dalam hidup. Di
saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah kerumah
sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin
melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti,
namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran
cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya.

Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk
terhadap Khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki, maut,
jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah,
tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang
hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta
dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di
akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup didunia,
Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana
ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan
salah satu penyebab do'a tak terijabah.

Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih
menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun
melakukan maksiat.

Bagaimana mungkin do'a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki
sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah.

Bagaimana mungkin do'a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah,
sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah tangga..

Bagaimana mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh, sementara
dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak
terabaikan, dan kasih sayang tak dicurahkan.

Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud,
sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi contoh teladan

Banyak orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu.
Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang Khaliq, karena
disebabkan secuil musibah yang ditimpakan padanya. Yakinlah wahai saudaraku
kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada
hambanya yang beriman¡Ä

Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita,
agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak
bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini tinggal bagi kita
membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah,
agar kita terhindar dari cinta palsu.

Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang betul-betul berkorban
untuk Allah Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa hal yang
perlu kita persiapkan yaitu:

1) Iman yang kuat

2) Ikhlas dalam beramal

3) Mempersiapkan kebaikan Internal dan eksternal. kebaikan internal yaitu
berupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Seperti
qiyamulail, shaum sunnah, bacaan Al-qur'an dan haus akan ilmu. Sedangkan
kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan pada Allah,
dengan keistiqamahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah, dan tarikan
nafas disepanjang hidup ini. Dengan demikian InsyaAllah kita akan menggapai
cinta dan keridhaan-Nya.

Dalam menghirup nafas kehidupan


Re: [Sarikata.com] Bls: Jangan Menyalahkan Cinta
Dalam menghirup nafas kehidupan

siapa yang mengirimimu hidup
sedang pengetahuanku hanya antara mula kini dan nanti
Siapa Yang Memberi mu Cinta
Hanya Tuhan Yang Memahami semua

perjalanan tanpa sapa merayap di tanah tandas
Kita yang terlahir, hidup dalam cinta
Kita yang selalu mencari makna cinta
Kita yang selalu bertanya tentang cinta yang kandas

Kita semakian menua
Tetap tidak bisa mengerti bagaimana cinta bisa ada
Apakah karena asmara
Atau hanya sebuah nafsu belaka

Dalam menghirup nafas kehidupan
di sana menggurat garis mimpi
membaca paras yang piatu di mulut-mulut terpasung serapah
Akan Suatu cinta yang hadir dan usah

dan di pintu tunggu
kita hanya bisa terdiam dan membisu
Berteman dengan harap Menunggu cinta itu hendak mengetuk dan bertamu
atau terdiam termangu ketika cinta itu berlalu

Kita hanya mahluk
Yang selalu patuh dan tunduk
Kepada Sang Maha Kuasa
Yang telah menggariskan semua


Tetap tidak bisa memahami hubungan, Hidup, Cinta, dan Takdir.
Depok, 7 January 2007
Erwin Arianto

pernah pada suatu Waktu,


pernah pada suatu Waktu,
aku berjalan melawan arah angin menderu
aku mencarimu, membawa sendu kudekap rapat
dalam asa tebalku. aku ingin memberikannya padamu,

angin mungkin menghempasku dalam deru yang menggebu
Kini terus membayangkanmu sedang menungguku
Menunggu waktu yang tak hanya semu
teringat sepasang purnama di langit-langit matamu

menangis dalam pelukmu,
merasakan usapan hangat di Pipiku.
terurai rambut ikalmu membuat syahdu
Sosok mungilmu membias rasa kala itu

entah masa lalu ku atau kau
yang menangis sesenggukan di pelukku
Aku yang terus menanti walau itu tak berarti
Kembali meneta hati untuk seorang bidadari


Dalam perenunganku, Kembali Mencoba menulis
Depok 5 January 2007
Erwin Arianto

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting