Rabu, 05 September 2007

Akhir Sebuah Jiwa


Waktu terus mengalir
Membuka kisah terukir
Kehidupan terus bergulir
Membuka lembar sedih dan bahagia berulir

Sesosok pelita pupus telah berakhir
Membawa kenangan yang telah terlahir
Ayah kini jasad mu telah bersatu dengan bumiku
Begitu indah lukisan rasa di hati tentang dirimu
Inilah akhir sebuah waktu

Ayah ku tercinta
Kau didik aku jadi peribadi tangguh
Cinta dan kasih mu membuat teduh
Begitu melekat tak akan pernah sirna

Ayah ku tersayang
kini ruh mu telah pergi melayang
Semua kebersamaan kita akan selalu ku kenang
Tak ada duka saat bersama kau selalu membuaku riang

sang surya perlahan menghilang
meninggalkan siang
Kini saat ananda pergi tinggalkan liang
Ananda kan selalu kirim doa agar kau tenang



Dalam perenungan malamku, `tuk sahabat ku yang baru ditingal ayah tercinta sabar ya...
Depok 05 Agustus 2007 21:38
Erwin Arianto
Be my friend come to http://erwinarianto.blogspot.com
Just learn blog visit Http://rumahblogerwin.blogspot.com

Bersama Selamanya Di Dalam Jiwa


Terdiam ku di sudut jiwa
Dingin di sekujur tubuhku
Memandang jasadmu terakhir
Tak terasa air mata ini mengalir

Hanya bisa ku diam
Tak ada kata-kata hanya gundah dan kelam
Layangkan mata menabuh cahaya
Membawa jiwa terbang memandang pesona

Masih terjelas pesona kharismamu
Masih jelas terasa getar dawai jiwamu
Terukir semua di relung jiwa terdalam
Terus menyinari hati yang gelam

Inilah perjalanan mu menuju syurga tuhan
Dimana kita akan menuju berjalan
Biarkan kita terus bermain dalam mimpi yang tak nyata
Bersama selamanya di dalam jiwa
Yang akan terus merindu rasa bersama kita yang lama

Perlahan lepas semua Tanya
Tanda lepas semua bersama
Lepas kan peluk terakhir tinggalkan semua
Terangkai bunga cinta untuk dirimu ayahanda

Hanya rasa sepi meratapi
Hilangkan semua tangis di hati
Ayah, Kaulah sosok pribadi yang tak terganti
Tertancap dalam doaku untukmu dari relung hati

Dalam perenungan malamku, `tuk sahabat ku yang baru ditingal ayah tercinta sabar ya...
Depok 05 September 2007 21:38
Erwin Arianto
Be my friend come to http://erwinarianto.blogspot.com

MEMBACA DENGAN EFEKTIF


MEMBACA DENGAN EFEKTIF
Oleh: Roy Sembel

Salah satu unsur penting dalam Manajemen Diri adalah membangun kebiasaan untuk
terus menerus belajar atau menjadi manusia pembelajar yang senantiasa haus akan
informasi dan pengetahuan.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Henry Ford, pendiri General Motors yang
mengatakan bahwa "Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty.
Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to keep
your mind young."

Tidak peduli berapapun usia kita, jika kita berhenti belajar berarti kita sudah
tua, sedangkan jika senantiasa belajar kita akan tetap awet muda. Karena hal
yang terbaik di dunia akan kita peroleh dengan memelihara pikiran kita agar
tetap muda.

Salah satu cara paling efektif untuk belajar adalah dengan membaca. Namun
sayangnya sebagian besar kita tidak pernah punya waktu untuk membaca. Alasan
utama yang sering kita sampaikan adalah kesibukan pekerjaan. Kita terjebak dalam
rutinitas dan tekanan pekerjaan sehingga tidak memiliki kesempatan untuk
mengasah gergaji kita, seperti yang diceritakan oleh Stephen Covey dalam bukunya
"The 7 Habits of Highly Effective People" sebagai berikut:

Andaikan saja anda bertemu seseorang yang sedang terburu-buru menebang sebatang
pohon di hutan.

"Apa yang sedang anda kerjakan? Anda bertanya.

"Tidak dapatkah anda melihat?" demikian jawabnya dengan tidak sabar. "Saya
sedang menggergaji pohon ini."

"Anda kelihatan letih!" anda berseru. "Berapa lama anda sudah mengerjakannya?"

"Lebih dari lima jam," jawabnya, " dan saya sudah lelah! Ini benar-benar kerja
keras."

"Nah, mengapa anda tidak beristirahat saja beberapa menit dan mengasah gergaji
itu?" anda bertanya. "Saya yakin anda akan dapat bekerja jauh lebih cepat."

"Saya tidak punya waktu untuk mengasah gergaji," orang itu berkata dengan tegas.
"Saya terlalu sibuk menggergaji."

Bahkan menurut Covey, kebiasaan mengasah gergaji merupakan kebiasaan yang paling
penting karena melingkupi kebiasaan-kebiasaan lain pada paradigma tujuh
kebiasaan manusia efektif. Kebiasaan ini memelihara dan meningkatkan aset
terbesar yang kita miliki yaitu diri kita. Kebiasaan ini dapat memperbarui
keempat dimensi alamiah kita – fisik, mental, spiritual, dan sosial/emosional.

Membaca merupakan salah cara kita untuk memperbaiki dan meningkatkan efektifitas
diri kita. Meskipun kita memiliki "keterbatasan waktu", kita tetap perlu
mengasah gergaji kita. Caranya adalah dengan menguasai cara membaca yang efektif
sehingga waktu yang kita gunakan menjadi efisien.

Namun sebelumnya kita perlu mengenali berbagai tipe gaya belajar seseorang,
yaitu:

a. Visual.
Belajar melalui melihat sesuatu. Kita suka melihat gambar atau diagram. Kita
suka pertunjukan, peragaan atau menyaksikan video.

b. Auditori.
Belajar melalui mendengar sesuatu. Kita suka mendengarkan kaset audio, ceramah
kuliah, diskusi, debat dan instruksi verbal.

c. Kinestetik.
Belajar melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung. Kita suka
"menangani", bergerak, menyentuh dan merasakan/mangalami sendiri.

Semua kita, dalam beberapa hal, memanfaatkan ketiga gaya tersebut. Tetapi
kebanyakan orang menunjukkan kelebihsukaan dan kecenderungan pada satu gaya
belajar tertentu dibandingkan dua gaya lainnya. Pada anak-anak kecenderungannya
adalah pada kinestetik dan auditori, namun pada saat mereka dewasa,
kelebihsukaan pada gaya belajar visual ternyata lebih mendominasi.

Memahami gaya belajar pribadi anda akan dapat meningkatkan kinerja dan prestasi
anda. Anda akan mampu menyerap informasi lebih cepat dan mudah. Anda dapat
mengidentifikasi dan mengapresiasi cara yang paling anda sukai untuk menerima
informasi. Anda akan bisa berkomunikasi jauh lebih efektif dengan orang lain dan
memperkuat pergaulan anda dengan mereka.


Tiga Faktor Penting Meningkatkan Kemampuan Belajar

Ada tiga faktor penting dalam penguasaan ketrampilan untuk belajar:

pertama adalah pola pikir dan sikap (mindset and attitude) kita terhadap
belajar.

Kita harus memiliki hasrat (desire) dan kecintaan (passion) yang dalam terhadap
nilai-nilai untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Belajar tidak hanya
sekedar melalui pendidikan formal semata, tetapi dalam setiap aspek kehidupan
kita harus senantiasa mengembangkan sikap belajar. Sikap mau membaca, mendengar,
mau mengerti dan mau belajar dari orang lain merupakan sikap yang perlu
senantiasa dikembangkan jika kita ingin memperbaiki diri ataupun gagasan kita.


Faktor kedua dalam meningkatkan ketrampilan untuk belajar adalah kemampuan kita
untuk mendayagunakan kekuatan pikiran kita (terutama pikiran bawah sadar –
subconscious mind) untuk mempercepat proses belajar (accelerated learning).
Pikiran bawah sadar merupakan kekuatan yang luar biasa jika kita dapat
mengoptimalkan potensinya. Seringkali kita melupakan bahwa anugerah yang
terindah dan terbesar yang diberikan Tuhan kepada kita adalah kemampuan pikiran
kita. Hal inilah yang membedakan kita dengan ciptaanNya yang lain.

Hal yang paling mudah kita lakukan untuk mengembangkan ketrampilan untuk belajar
adalah dengan banyak membaca. Meluangkan waktu sedikitnya satu jam sehari untuk
membaca buku merupakan kebiasaan yang baik bagi kita untuk mulai mengembangkan
diri kita.


Banyak sekali metoda untuk meningkatkan kecepatan membaca (speed reading) maupun
pemahaman (comprehension) terhadap isi dari suatu buku. Ketrampilan inilah yang
amat kita perlukan untuk meningkatkan daya serap dan kecepatan kita dalam
membaca sebuah buku. Selain membaca, meningkatkan kemampuan dapat diperoleh
melalui seminar, pelatihan maupun mendengarkan kaset-kaset motivasi.



Faktor ketiga dalam meningkatkan kemampuan belajar kita adalah disiplin diri dan
kegigihan (self discipline and persistence).
Tanpa kedua hal ini maka belajar hanyalah kegiatan yang sifatnya tergantung
suasana hati (mood) dan kita tidak dapat mencapai keunggulan (excelence) hanya
dengan belajar setengah hati. Sudah saatnya kita mengubah kebiasaan-kebiasaan
kita.
Ada pepatah yang mengatakan "Your Habits will Determine Your Future. Miliki
kebiasaan belajar, dan mulai langkah pertama anda. Proses mengubah kebiasaan
sangat ditentukan oleh kedisiplinan diri dan kegigihan kita, sehingga setelah
melakukannya dalam periode waktu tertentu, hal tersebut tidak lagi menjadi beban
tetapi telah menjadi kebutuhan. Jika pada awalnya sulit melakukan tetapi setelah
itu anda jadi terbiasa.

Ketrampilan Dasar untuk Membaca yang Efektif.

Sebelum kita mengembangkan kemampuan membaca dengan efektif, kita perlu
menguasai terlebih dulu beberapa ketrampilan dasar, yaitu:

1. Konsentrasi
Kebanyakan kita menganggap bahwa konsentrasi adalah pekerjaan berat dan sangat
sulit dilakukan. Kita memiliki suatu keyakinan bahwa hal tersebut susah untuk
dilakukan. Padahal kalau kita menyenangi sesuatu, katakanlah menonton konser
musik band favorit kita atau film di bioskop, maka kita akan dapat
berkonsentrasi menikmati pertunjukan yang berlangsung lebih dari dua jam. Kita
ternyata dapat berkonsentrasi cukup lama jika kita melakukan sesuatu yang kita
senangi. Inilah pola pikir pertama yang harus kita kembangkan untuk belajar
berkonsentrasi.

Hal yang kedua adalah bahwa mengembangkan daya konsentrasi sama halnya dengan
mengembangkan dan menguatkan otot-otot tubuh kita. Kita perlu latihan yang
teratur dan terus menerus. Salah satu teknik untuk mengembangkan daya
konsentrasi adalah teknik kontemplasi. Kontemplasi adalah suatu teknik
menggunakan pikiran kita seperti sebuah lampu senter (searchlight) untuk mencari
dan menemukan informasi baru. Untuk melatihnya, anda perlu lakukan setiap hari
(sedikitnya 5 menit sampai maksimum 10 menit per latihan). Caranya dimulai
dengan fokus terhadap apa yang ingin kita ketahui. Misal, kita ingin mengetahui
cara meningkatkan kecerdasan finansial (membaca buku Robert Kiyosaki misalnya),
kemudian pikirkan gagasan tersebut secara mendalam dan tanyakan pada diri anda
pertanyaan-pertanyaan seperti, "Apa artinya kecerdasan finansial? Apa
implikasinya pada hidup saya? Apakah hal tersebut bisa saya lakukan? Dan
seterusnya lakukan sampai sekitar 5-10 menit.

Jika anda sudah bisa bertahan konsentrasi 10 menit, tingkatkan kemampuan anda
dengan berlatih langsung membaca sebuah buku 10-20 menit. Lakukan setiap hari
sampai daya tahan konsentrasi anda meningkat sedikit demi sedikit.

2. Membuat Peta Pikiran (Mind Mapping)
Teknik ini merupakan cara untuk meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada
dalam buku.
Pertama, kita awali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah halaman kertas
kosong.
Kemudian seperti pohon dengan cabang dan ranting kita kembangkan tema pokok
menjadi sub tema di sekelilingnya dengan dihubungkan memakai garis seperti
jari-jari roda.
Berikut adalah langkah atau prinsip dalam membuat peta pikiran dalam buku
Accelerated Learning for the 21st Century karangan Colin Rose dan Malcolm J.
Nicholl:

a. Mulai dengan topik di tengah-tengah halaman.
b. Gunakan kata-kata kunci.
c. Buatlah cabang-cabangnya
d. Gunakan simbol, warna, kata, gambar dan citra (images) lainnya.
e. Gunakan seperti poster dengan dasar putih bersih.
f. Buat tulisan atau gambarnya warna warni
g. Gunakan alat tulis berwarna terang

Membuat peta pikiran adalah latihan yang perlu dilakukan terus menerus. Sama
halnya seperti teknik kontemplasi, kita perlu berlatih mengunakan peta pikiran
untuk mengetahui informasi atau menganalisa masalah.
[Bisa juga melihat di Gua Kalong, bagian Peta Konsep dan Otak]

3. Relaksasi
Cara ini dikembangkan oleh Sandy MacGregor dalam bukunya Piece of Mind. Pada
prinsipnya dikatakan bahwa otak atau pikiran kita lebih mudah menyerap dan
mengingat informasi pada saat kondisi pikiran kita relaks yang ditunjukkan
dengan frekuensi gelombang otak yang rendah. Mengenai teknik relaksasi pernah
dibahas dalam edisi Mandiri sebelumnya. Bagi anda yang berminat mempelajari
dapat membaca buku Sandy MacGregor tersebut atau buku SELF MANAGEMENT: 12
Langkah Manajemen Diri karangan Aribowo Prijosaksono dan Marlan Mardianto.


Teknik Membaca Cepat
Kita hidup dalam zaman di mana kita setiap hari dibanjiri buku baru tentang
topik yang kita sukai atau yang berkaitan dengan bidang pekerjaan kita. Pembaca
biasa takkan bisa membaca semua buku yang telah diterbitkan tentang topik yang
berkaitan dengan bidang bisnis atau profesionalnya.

Sedangkan membaca itu sendiri bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan
sekaligus menjengkelkan. Padahal kita semua tahu bahwa membaca sama halnya
dengan kita menikmati pertunjukan konser atau film yang bagus. Membaca
melibatkan partisipasi aktif kita. Seluruh emosi, hasrat dan minat kita juga
harus terlibat dalam proses membaca, sehingga membaca menjadi pengalaman yang
menyenangkan.

Dengan keterbatasan waktu yang kita miliki, bagaimana kita dapat mengembangkan
kemampuan membaca secara efektif sehingga dengan tenggang waktu yang sama, kita
bisa mengambil inti dari lebih banyak buku. Kecuali untuk buku fiksi atau sastra
yang memang ingin kita nikmati jalinan cerita, emosi, dan rangkaian
kata-katanya, membaca buku nonfiksi (textbook) adalah seperti membaca surat
kabar. Yang kita perlukan adalah informasi dan gagasan pokok pengarang.

Hanya sedikit orang yang membaca koran dengan cara per bagian, halaman per
halaman. Kita biasanya membaca beberapa halaman pertama dengan mendetail, lalu
hanya sekilas membaca yang lain, mencari topik yang menarik. Sekarang kita akan
belajar melakukan hal yang serupa dengan buku yang akan kita baca.

Sebelum mulai membaca ada sejumlah alat bantu yang dapat membantu kita untuk
dapat memahami keseluruhan isi sebuah buku:

Sampul buku:
Biasanya pokok pikiran terpenting dari sebuah buku tercetak di sampulnya.
Informasi ini membantu penjualan buku dan memberikan perspektif penerbit tentang
isi buku. Sampul buku memberikan gambaran kepada kita tentang apa yang akan kita
dapatkan di bagian dalam.

Biografi penulis:
Informasi ini akan memberi tahu kita tentang latar belakang pendidikan,
pengalaman dan kegiatan penulis saat ini yang membuat ia bisa menulis buku
tersebut. Dengan memahami informasi tentang penulis akan membantu kita untuk
lebih mudah mengikuti alur pemikirannya dalam buku tersebut.

Bagian awal:
Bagian ini terdiri atas kata pengantar, prakata, atau bab pendahuluan (prolog).
Biasanya justru bagian-bagian ini yang perlu secara mendalam kita pelajari,
karena intisari seluruh gagasan penulis tentang tema buku tersebut terangkum
dalam bagian awal buku. Yang jelas bagian ini memaparkan tujuan penulisan –
pernyataan misinya. Pada titik ini kita bisa memutuskan untuk membaca lebih
lanjut atau kita hanya akan menggunakannya untuk referensi.

Daftar Isi:
Sebenarnya bagian ini adalah kerangka buku. Penulis menggunakan masing-masing
topik bab sebagai gantungan untuk menjelaskan keseluruhan pemikirannya tentang
topik tertentu. Ada berapa bagian? Berapa bab? Bacalah Daftar Isi dengan teliti
untuk melihat apakah topik-topiknya sesuai dengan apa yang kita cari.

Indeks:
Teliti indeks di bagian belakang buku. Lihat apakah ada kata-kata kunci yang
menarik bagi anda.

Kita harus memeriksa semua hal tersebut sebelum membaca bukunya. Inilah yang
disebut dengan proses scanning, yaitu kita melihat secara selintas keseluruhan
isi dari buku yang akan kita baca. Begitu mulai membaca, kita bisa bebas
melompati materi yang sudah kita ketahui atau materi yang tidak kita minati.

Pada bagian tertentu kita bisa mendalami karena ada topik atau informasi yang
harus kita cermati dan kita cerna lebih dalam. Proses ini disebut dengan proses
skimming.


Berikut adalah hal-hal yang perlu untuk membaca dengan efektif:

1. Setelah melakukan proses scanning, kita dapat membuat peta pikiran (mind
charting) buku tersebut.
Tidak usah terlalu detil, tetapi cukup informatif untuk menjelaskan isi buku
dalam satu halaman kertas. Kalau perlu kita lakukan rekonstruksi terhadap daftar
isi digabung dengan informasi lain dari biografi, kata pengantar, pendahuluan
dan sinopsis di sampul buku tersebut.

2. Siapkan stabilo atau alat tulis untuk menandai informasi atau apa saja yang
ingin kita ingat.

3. Pahami jalan pikiran penulis.
Semakin cepat kita mengetahui topik, tujuan, pokok masalah materi yang kita
baca, semakin baik pemahaman dan ingatan kita akan hal itu.

4. Hindari baca kata per kata dan kalimat per kalimat.
Coba tangkap sekelompok kata dengan mata anda setiap kali
menggerakkannya.Apalagi untuk buku berbahasa asing, kita tidak perlu
menterjemahkannnya kata demi kata, karena akan menghambat proses penyerapan
informasi dalam otak anda.
Bandingkan anda membaca dengan bersuara dan membaca dalam hati. Kecepatannya
akan berbeda jauh.
Biasanya saya berkonsentrasi pada kalimat pertama dan kalimat terakhir dari
sebuah paragraf, atau mata saya melihat seluruh badan paragraf dan menangkap
pesan intinya.

5. Buatlah ringkasan sambil membaca.
Jika tak ada ringkasan bab, buatlah sendiri setiap selesai membaca satu bab.

6. Bandingkan dengan tulisan lain bertopik sama yang pernah anda baca.
Ingat teknik kontemplasi. Cobalah mengembangkan pertanyaan-pertanyaan dan kaitan
satu sama lain seperti anda mencari sesuatu dengan senter.

7. Untuk mempermudah kita menggunakan buku tersebut sebagai referensi, kita bisa
mencatat isi buku tersebut dalam sebuah buku catatan atau kertas khsusu yang
dapat kita simpan dan kita lihat kembali setiap saat.

Demikianlah prinsip-prinsip dan langkah-langkah yang perlu kita ketahui untuk
meningkatkan efisiensi membaca. Namun sekali lagi, sama seperti ketrampilan yang
lain, membaca memerlukan jam terbang. Kita perlu berlatih, berlatih dan berlatih
sehingga kecepatan dan efisiensi membaca kita meningkat dari waktu ke waktu.

Selamat membaca dan meningkatkan aset pribadi anda yang paling penting, diri
anda sendiri.


"Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps
learning stays young. The greatest thing in life is to keep your mind young". --
Henry Ford


See more just visit http://erwinarianto.blogspot.com
or
Start make blog visit http://rumahblogerwin.blogspot.com


Selasa, 04 September 2007

Percaya kau juru mudi hidup ini


Kini kusadari beban hidup yang kumiliki
Tak pernah usai ku temukan jawaban ini
Semakin memberat langkah hidup ini
Lewati semua hari-hari yang kujalani

Kau selalu ada mendampingi disisi
Tak pernah kucoba menyapa
Selalu ku coba sendiri atasi
Semua tetap saja hampa terasa

Tuhan maafkan ku
Sering khilaf melanggar karena inginku
Yang sering tak terkendali melakukan dosa
Melanggar semua norma yang ada

Tuhan maafkan ku
Karena sering ku melupa kehadiranmu
Sudilah terangi hidup dan jalanku
Pasti kuikuti semua takdir atas diriku

Ternyata lebih indah saat berserah
Percaya kau juru mudi hidup ini
Membawa kedamaian jiwa tak bertepi
Dalam menjalani hidup dan mengentaskan mimpi diri
tentramkan jiwa menghilang semua resah

Dalam Perenungan malamku, menuju ramadhan nan kurindu
Cimanggis-Depok 3 september 2007, 22.40.WIB
Erwin Arianto
See more on Http://erwinarianto.blogspot.com


Beberapa Sebab yang Dapat Melunakkan Hati


Beberapa Sebab yang Dapat Melunakkan Hati

oleh : Fathi Majdi As-Sayyid

1. Takut akan datangnya kematian secara tiba-tiba sebelum taubat.
2. Takut tidak dapat menunaikan hak-hak Allah SWT secara sempurna.
Sesungguhnya hak-hak Allah SWT itu pasti akan dimintai
pertanggungjawabannya.
3. Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan berjalan di atas jalan
kemaksiatan dan jalan syetan.
4. Takut memandang remeh atas banyaknya nikmat Allah kepada diri Anda.
5. Takut akan balasan siksa yang segera di dunia, karena maksiat yang Anda
lakukkan.
6. Takut terbongkarnya aib, akibat perbuatan buruk yang Anda lakukan.
7. Takut mengakhiri hidup dengan su'ul khatimah.
8. Takut menghadapi sakaratul maut dan sakitnya sakaratul maut.
9. Takut menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur.
10. Takut akan azab dan kedahsyatan di alam kubur.
11. Takut menghadapi pertanyaan hari kiamat atas dosa besar dan dosa
kecil.
12. Takut melewati titian shirath yang tajam. Sesungguhnya titian shirath
itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang.
13. Takut menghadapi siksa yang sangat pedih.
14. Takut dijauhkan dari jannah, tempat kenikmatan yang abadi.
15. Takut dijauhkan dari memandang wajah Allah SWT.
16. Anda harus mengetahui dosa dan aib Anda.
17. Ma'rifah anda kepada Allah SWT yang anda rasakan siang dan malam
sedang anda tidak bersyukur.
18. Takut tidak diterima amalan dan ucapan anda.
19. Takut bahwa Allah SWT tidak akan menolong dan membiarkan anda sendiri.
20. Kekhawatiran anda menjadi orang yang tersingkap aibnya pada hari
kematian dan pada saat mizan ditegakkan.
21. Hendaknya anda menyerahkan urusan diri anda, anak-anak anda, keluarga,
suami, dan harta anda kepada Allah SWT. Dan janganlah bersandar dalam
memperbaiki urusan ini kecuali hanya kepada Allah SWT.
22. Sembunyikanlah amal-amal anda dari sifat riya' ke dalam hati anda,
seringkali sifat riya' itu memasuki hati anda sedang anda tidak
merasakannya. Hasan al-Bashri Rahimahullah pernah berkata, ''Berbicaralah
wahai engkau diri, dengan ucapan orang shalih yang qona'ah lagi ibadah.
Sedang engkau mengerjakan amalan orang fasik dan riya'. Demi Allah, ini
bukan sifat orang yang ikhlash."
23. Jika anda ingin sampai pada derajat ikhlas, maka hendaknya akhlakmu
seperti akhlak seorang bayi yang tidak peduli orang yang memujinya dan
mencacinya.
24. Hendaknya anda memiliki sifat cemburu ketika larangan Allah SWT
dilecehkan.
25. Ketahuilah bahwa amal shalih namun dengan sedikit dosa lebih disukai
Allah SWT dari pada amal shalih yang banyak namun diiringi dengan dosa
yang banyak pula.
26. Ingatlah setiap anda sakit bahwa anda telah istirahat dari dunia dan
akan menuju akhirat dan akan menemui Allah SWT dengan amalmu yang buruk.
27. Hendaknya ketakutan anda kepada Allah SWT menjadi jalanmu menuju-Nya
selama anda sehat.
28. Setiap anda mendengar kematian seseorang, maka perbanyaklah mengambil
pelajaran dan nasihat. Dan jika anda menyaksikan jenazah, maka
bayangkanlah bahwa anda yang sedang dihasung.
29. Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahwa Allah SWT menjamin
rizki kita sedang hatinya tidak tentram kecuali dengan adanya sesuatu yang
ia kumpulkan. Dan menyatakan bahwa sesungguhnya akhirat itu lebih baik
dari dunia, sedang kita mengumpulkan harta dan tidak menginfakkannya
sedikitpun, dan mengatakan bahwa kita pasti mati padahal dia tidak pernah
ingat mati.
30. Lihatlah dunia dengan pandangan i'tibar (penuh mengambil pelajaran)
bukan dengan pandangan mahabbah (rasa cinta) kepadanya dan sibuk dengan
perhiasannya.
31. Ingatlah bahwa anda sangat tidak kuat menghadapi cobaan dunia. Lantas
apakah Anda sanggup menghadapi panasnya neraka jahannam?
32. Diantara akhlak sesama mukmin adalah menasihati sesama mukmin.
33. Jika anda melihat orang yang lebih tua dari anda maka muliakanlah ia
dan katakanlah, ''Anda telah mendahului saya dalam Islam dan amal shalih,
maka anda jauh lebih baik di sisi Allah SWT.''
Sedangkan jika melihat orang yang lebih muda usianya, maka katakanlah
kepadanya, ''Anda keluar ke dunia setelah saya, maka anda lebih sedikit
dosanya dari saya dan lebih baik di sisi Allah SWT.''!!!!! *_*

wanita dan kecantikan


Semua wanita di dunia ini ingin terlihat cantik, untuk apa untuk dapat diperhatiakan dari lingkungan sekitar, sahabat, keluarga, terutama oleh kekasih hati. Sehingga banyak wanita yang rela melakukan apa saja agar dapat predikat cantik. Hal ini wajar baik wanita usia muda, maupun yang sudah berumur pun akan senang jika mendapat pujian cantik. Saat ini baik disadari ataupun tidak kecantikan wanita sudah menjadi industri yang menggiurkan, dari usaha salon kecantikan, produk kosmetik, produk obat-obatan pelangsing tubuh, produk apearel, produk fashion dan bahkan paranormal pun laku untuk pemasangan susuk agar seorang wanita terlihat cantik. Menandakan begitu terobsesinya wanita dengan kecantikan.

Tanpa sadar banyak wanita saat ini dari wanita ABG, Remaja, Dewasa, dan usia cukup berumur yang menjadi objek dari suatu industri kecantikan untuk merawat kecantikan dan tubuhnya demi kecantikan yang ditentukan oleh industri kecantikan dengan parameter yang sengaja diciptkan suatu industri.
Sungguh menyedihkan saya melihat beberapa wanita yang terobsesi untuk menjadi cantik dengan cara operasi kecantikan untuk merubah bentuk bagian tubuhnya dengan cara operasi plastic, yang terkadang bila dilakukan bukan orang yang professional maka bukan kecantikan yang didapat, malah perubahan yang menyedihkan, bahkan bisa berakibat fatal berupa kematian.
Menurut pribadi saya penilaian kecantikan itu adalah relative, penilaian tentang kecantikan abstrak dan berubah-ubah, tidak ada standar kecantikan yang pasti, dari jaman-ke jaman konsep kecantikan selalu berubah-ubah. Dalam jaman serba komersil ini citra cantik merupakan sebuah komoditas yang dapat dibuat sesuai persepsi sesuai indutri kecantikan, dan tanpa disadari banyak wanita menjadi korban kecantikan. Banyak industri mempersepsikan kecantikan dengan menampilkan sesok wanita yang ideal.
Suatu pertanyaan dari saya.. apakah dengan kita memakai produk tersebut kita bisa seperti model iklan yang ditampilkan…?, maksud saya jika kita memakai produk pemutih, yang berubah hanya warna kulit kita, apakah wajah, rambut, dan penampilan kita seperti ikon iklan pada produk kecantikan tersebut, jawaban saya tidak. Apakah dengan memakai suatu rancangan model pakaian dari suatu merk terkenal yang mahal kita akan berubah penampilan kita seperti model iklan merk tersebut…? Jawabannya saya tidak… Banyak wanita yang rela dan tidak fikir panjang untuk mengeluarkan biaya hanya untuk impian dengan predikat cantik.
Bahkan saat ini diindonesia terdapat suatu konsep pemikiran bahwa wanita belasteran antara pribumi dengan bangsa eropa, ataupun bangsa lain, lebih cantik dari wanita pribumi…? Menurut saya tidak selalu. Tetapi pencapan atau konsep yang ada mencap wanita belateran atau biasa disebut indo, dengan kulit putih, hidung mancung dan bertubuh tinggi itu cantik. Yang membuat wanita pribumi kurang percaya diri untuk disbanding dengan wanita indo tersebut.
Menurut saya yang tidak memiliki ilmu tentang kecantikan, kecantikan itu berdasarkan rasa percaya diri, keunikan pribadi, dan tidak terpaku pada dimensi visual yang dapat di lihat mata, keperibadian yang menarik bisa membuat suatu wanita terlihat cantik dan menarik. Dan kecantikan bisa terpancar dari karakter, prilaku dan pengetahuan.
Jadi kenapa kita harus mengikuti konsep cantik yang dituangkan oleh dunia industri kecantikan, saya percaya semua wanita adalah cantik, hanya tinggal menimbulkan kepercayaan diri, saran saya kepada semua wanita jangan selalu menjadi korban kecantikan industri. Tunjukan jati diri sendiri. Karena anda wanita semuanya cantik. Jadi banggalah menjadi diri sendiri. Karena anda cantik.
Terinspirasi banyak sahabat wanita yang rela berkorban harta yang tak ternilai hanya mendapat sebutan cantik. Bila tulisan saya terdapat kata-kata yang tidak berkenan saya mohon dimaafkan. Saran dan kritik dapat ditujukan di erwinarianto@gmail.com

“Cantik fisik akan sirna bersama usia, cantik hati dan prilaku akan terus terpelihara seumur hidup kita”

Dalam Perenungan malamku,
Cimanggis-Depok 03 September 2007, 22.04.WIB
Erwin Arianto
See more on Http://erwinarianto.blogspot.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting