Jumat, 07 Desember 2007

LIDAH


LIDAH


''Siapa yang menahan lidahnya, pasti Allah menutupi auratnya, siapa yang dapat menahan amarahnya, pasti Allah akan melindunginya dari siksa-Nya, dan siapa yang memohon ampunan kepada Allah, pasti Allah menerima permohonan ampunannya.'' (HR Ibnu Abu Dunya).
Bahaya lidah sangat besar dan tidak ada orang yang bisa selamat darinya kecuali orang yang diam. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW bersabda, ''Siapa yang diam, pasti selamat.'' (HR Tirmidzi).
Menjaga lidah memang tidak mudah. Salah satu dampak dari bahaya lidah adalah banyaknya fitnah yang bermunculan di mana-mana, hampir tak ada satu tempat pun di dunia ini yang selamat dari fitnah akibat lidah. Benar apa kata peribahasa bahwa lidah lebih tajam dari pedang.
Orang yang mampu menjaga lidah, berarti dialah orang yang akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Suatu ketika, Sahl bin Sa'ad RA bertanya kepada Rasulullah SAW, ''Wahai Rasululullah, apakah jalan keselamatan?'' Nabi menjawab, ''Tahanlah lidahmu, perluaslah rumahmu dan tangisilah kesalahanmu.'' (HR Tirmidzi).
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, ''Siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua janggutnya (lidah) dan dua kakinya, maka aku menjamin baginya surga.'' (HR Bukhari).
Betapa hebatnya orang yang mampu menjaga lidah. Sampai-sampai dikatakan dalam sebuah hadis bahwa orang yang menjaga lidahnya, mampu mengalahkan setan. ''Simpanlah lidahmu kecuali untuk kebaikan, karena sesungguhnya dengan demikian, kamu dapat mengalahkan setan.'' (HR Thabrani).
Begitulah para sahabat, mereka lebih rela mengunci lidahnya dari berkata yang tidak diridhai Allah dan Rasul-Nya. Setiap perkataan pasti ada yang mencatat dan akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah SWT. Karena itu, menjaga lidah merupakan salah satu upaya untuk menghindari hisab di akhirat. ''Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.'' (QS Qaaf: 18). Wallahua'lam.

Rabu, 05 Desember 2007

Berbalas Puisi


Di hamparan rerumputan yang mulai basah . . .
entah itu karna hujan
atau tlah bercampur dengan tangisku . . .
kau tetap saja berdiri mematung
menatapku dengan tatapan penuh kemuakan . . .

Langitpun seakan ikut marah . . .
ia menggelegar
memadukan kilatan petir yang semakin kontras saja . . .
namun sekali lagi
kau tetap saja membisu . . .

Bicaralah wahai sayangku . . .
agar aku tau apa maumu . . .
bukalah semua kenginanmu padaku . . .
bicara . . .
sebelum dunia ini tenggelam karna hujan

On 12/3/07, putri barlian

=============================================================
Petang kala itu
temaram langit hitam kelabu
Aku hanya bisa diam mengagu
Bukan karena kemuakan ku

Dan hujan pun terus menyapa kita
Ingin Ku ungkapkan seribu kata
Tapi air mata itu membuat ku tak bisa berkata
Karena tak ada kata melihat air mata

Dalam Diam ku kuharap kau pahami
Betapa aku menginginkan mu
Betapa hati menyayangi mu
cinta yang tak Untuk menyakiti

Kau tahu betapa dalam rasa ini
Rasa ku yang hanya tertuju untuk mu
Biarkan aku bercerita dalam diam ini
Karena kaulah permaisuri kalbu

Cikarang, 03 Desember 2007
Erwin Arianto
================================
Sebenarnya . . .
Ingin aku berpaling dari hatimu
Ingin aku pergi dari istana ketulusanmu
Ingin aku melupakan keajaiban cinta
yang tlah kau perbuat . . .
Tapi kenapa tidak bisa ???

Hati tlah memilih surga yang lain
Mendapat mahkota cinta yang lain
Menggapai angkasa dengan warna yang baru
Tapi bayang-bayangmu tetap di belakangku,
kenapa?!

Lupakan aku saja sayang . . .
Bukan masa kita bercinta lagi . . .
Raihlah buah yang lebih ranum dari aku
Mungkin saja ia dapat mengisi hatimu yang tlah aku tinggalkan . . .


putri barlian
Dec 4, 2007 4:34 PM
=================================================

Senin, 03 Desember 2007

Pekerja Outsourcing


Hari ini ketika audit department lain saya berjalan melewati bagian produksi di kantor terlihat banyak pekerja pabrik yang anak-anak baru lulus smu sedang bekerja dengan riang dan gembira, tapi kegembiraan mereka adalah senyum kegetiran dalam menghadapi hidup, sebagai buruh kontrak dan buruh outsourcing....

Perusahaan saya, seperti mungkin banyak perusahaan lainnya saat ini banyak memperkerjakan karyawan kontrak dan karyawan outsourcing, karena outsourcing adalah suatu hal yang wajar dan sah dari segi undang-undang 13 th 2003.

tetapi dibalik itu, jika kita sebagai tenaga kerja outsourcing, kita tidak terdapat kepastian kerja dari perusahaan yang sedang bekerja, kapan pun kita dapat diganti kalau perusahaan tidak puas atau pun ada faktor like dan dislike. bagai mana dengan masa depan pekerjaa outsourcing...

Pernah terpikir jika seseorang pegawai atau karyawan menjadi karyawan kontrak atau pun outsourcing bagaimana hidup mereka, masa depan mereka, banyak perusahaan khususnya manufaktur mempekerjakan tenaga muda. dan mereka rata-rata hanya berpendidikan SMU. apakah ada perusahaan yang mau mengontrak mereka pada usia 30-50 tahun....? (Semoga masih ada), kalau tidak, bangsa indonesia siap menerima ledakan pengangguran yang lebih besar

Dari sisi management, perusahaan akan lebih senang mempekerjaan karyawan outsourcing untuk cost down (penekanan biaya), serta efesiensi, Untuk itu diperlukan suatu perubahan struktural dalam pengelolaan usaha dengan memperkecil rentang kendali manajemen, dengan memangkas sedemikian rupa sehingga dapat menjadi lebih efektif, efisien dan produktif.

menurut pemkiran pengusaha yang pernah saya baca "selama ini, buruh Indonesia selalu menuntut gaji yang lebih tinggi tanpa meningkatkan produktivitasnya. Sedangkan para pengusaha akan kesulitan melakukan pemutusan hubungan kerja, karena mereka harus membayar banyak kewajiban, seperti uang pesangon." itulah alasan suburnya bisnis penyedian jasa tenaga outsourcing

pekerjaan disub-kontrakkan (outsourcing) melahirkan persoalan, pada kenyataan sehari-hari outsourcing selama ini diakui lebih banyak merugikan pekerja/buruh, karena hubungan kerja selalu dalam bentuk tidak tetap/kontrak (PKWT), upah lebih rendah, jaminan sosial kalaupun ada hanya sebatas minimal, tidak adanya job security serta tidak adanya jaminan pengembangan karir dan lain-lain sehingga memang benar kalau dalam keadaan seperti itu dikatakan praktek outsourcing akan menyengsarakan pekerja/buruh dan membuat kaburnya hubungan industrial .

pada UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, tidak ada satupun peraturan perundang-undangan dibidang ketengakerjaan yang mengatur perlindungan terhadap pekerja/buruh dalam melaksanakan outsourcing. Kalaupun ada, barang kali Permen Tenaga Kerja No. 2 Tahun 1993 tentang kesempatan kerja waktu tertentu atau (KKWT), yang hanya merupakan salah satu aspek dari ousourcing.


karena rata-rata pekerjaa outsourcing, satpam, cleaning service, operator pabrik da lainya adalah yang berpendidikan rendah, inilah relasi dari kebijakan pemerintah tentang pendidikan, dimana pemerintah masih belum peduli untuk peningkatan SDM indonesia, yang berakhir pada rendahnya tingkat pendidikan rakyat sehingga banyak rakyat tidak bisa mendapat penghidupan yang layak.

Buat Sahabat yang saat ini terikat kontrak Outsource Janganberkecil hati dan khawatir. Ingat masa depan tetap ada ditangan dan hanya diri sendiri dan Tuhanlah yang akan merubah hidup. Kalau kita baru sebatas kerja kontrak ya terima dulu, sambil nimba ilmu, nambah ketrampilan, buat nambah "amunisi" dalam persaingan dunia kerja, Kemudian cari -cari peluang yang sesuai dengan keahlian kita.



Dalam perenunganku, Tidak setuju dengan sistem outsourcing...
Depok 2 Desember 2007
Erwin Arianto

Antara Bunaken, tomohon, dan tondano


Lambai mesra nyiur di pantai
Menikmati Salad ikan menggugah rasa
Sepanjang manado boulevard
melihat noni cantik melaju dan melenggang

Rindu malam di manado
camar laut berlali menyanyi
Menggapai irama penuh simponi
Membuat beta ternina bobo

titik gerimis jatuh persatu
Torang lewat selalu menyapa
Tersenyum tertanda bahagia
gemintang manja menambah syahdu

Tiup mesra sang angin laut
Membawa kedamaian rasa terpencar
Antara Bunaken, tomohon, dan tondano
Alam perawan memanjakan beta terbuai bumi manado

Layar nelayan melaju tanpa takut
Melayar melaju meninggal selat manado
Di manado hati beta terpaut
menikmati malam semakin larut

Dalam perenunganku, Kangen audit luar kota lagi.. manado yang indah...
Depok 28 November 2007
Erwin Arianto
Mampir ke http://erwinarianto.co.nr


Kenalan, Kawan & Sahabat


Kenalan, Kawan & Sahabat

Sepanjang perjalanan hidup kita selaku manusia kita berpeluang berkenalan dan mengenali banyak orang. Orang-orang ini pada amnya dapat dikatogeri kepada tiga kumpulan: Kenalan, Kawan dan Sahabat.

1.Kenalan(Known): Orang-orang ini adalah mereka yang kita kenali nama atau ingat nama mereka namun kita tidak rapat dengan mereka. Perhubungan adalah berputar sekitar "Hai atau Hello" lalu berjabat tangan dan bersoal-jawap beberapa soalan dan meminta diri. "Bah, minta maaf, saya ada urusan. Sampai jumpa lagi. Ok, bye..." Pendek kata, kita saling mengenali tetapi tidak rapat dan tidak merasa apa-apa meskipun tak berhubungan sekalian lama. Kerana mereka tidak mempangaruhi dan tidak menyentuh hidup kita. Tidak ada kerinduan untuk bertemu. Tapi kalau terjumpa secara tiba-tiba berteguran juga. Namun tidak dapat bercerita panjang. Macam mau cepat-cepat pergi saja dengan alasan ada urusan. Rasa seperti tidak enak bercakap lama-lama. Kalau dibawa pergi makan dan minum pun tidak mahu. Pasti menolak dengan alsan sudah "baru juga makan dan minum nii." Inilah yang dikatakan orang-orang yang kita kenali namun tidak rapat. Tetapi bagi orang-orang yang tiba-tiab kita jumpa dan mereka masih mesra dengan kita, mereka inilah yang dikatakan kawan atau "Companions".

2.Kawan(Companions): Mereka ini adalah orang-orang yang bersama-sama dengan kita terutama sekali semasa bersekolah, atau menuntut di pengajian tinggi atau sama mengikuti kursus atau latihan untuk suatu aktiviti. Malah sama sama membesar dan bersukan seperti bermain bolasepak. Dimasa-masa tersebut kita rapat sekali tetapi bila dah tamat sekolah, atau pengajian atau kursus dan masing-masing sibuk dengan pekerjaan dan kehidupan sendiri maka perhubungan itu menjadi renggang. "Lost contact" dah. Walau bagaimana pun kalau terjumpa dikedai atau dimana-mana pasti panjang cerita. Disamping meluangkan masa untuk makan dan minum. Inilah yang dikatakan kawan. Pendek kata, jarang-jarang berjumpa tetapi kalau tiba-tiba berjuma pasti ramai juga! Kisah-kisah lalu terungkit kembali. Kisah yang manis dan lucu pasti menjadi bahan percakapan. Tapi apa yang jelas ialah kawan biasanya tidak "keep in touch" dengan kita. Tetapi bagi beberapa orang yang "stay in touch" dengan kita meskipun pun tak selalu tetapi mereka tetap bertanya khabar sekali-sekala, orang-orang seperti inilah yang dikatakan Sahabat atau "Friends."

3.Sahabat(Friends): Orang-orang yang kita kenali dari dulu lagi sampailah sekarang. Meskipun tak selalu berjumpa tetapi rapat. Kalau ada apa masalah seperti merekalah yang kita cari dan mereka sedia membantu. Dan kalau ada keramaian seperti perkahwinan mereka pasti kita jemput. Walaupun tidak selalu bertemua namun sekurang-kurangnya ada beberapa kali bertemu didalam setahun. Misalnya pada hari-hari perayaan. Mereka pandai datang sendiri ke rumah atau tiba-tiba muncul dihadapan rumah kita. Kalau berjumpa pasti panjang sekali cerita dan makan bersama. Mereka ini kalau mendengar kita ada masalah besar mereka pasti datang dan memberi bantuan meskipun kita tidak meminta. dan mereka ini juga tidak meminta-minta daripada kita. Mereka iklas dan jujur didalam persahabatan.Inilah yang kita kenali sebagai sahabat sejati atau "best friend."

Memang banyak sekali orang yang kita temui didalam hidup kita. Namun bukan semua orang boleh dianggap sebagai sahabat. Sebenarnyanya kebanyakan ynag kita kenal sekadar menjadi kenalan dan kawan sahaja. Walau bagaimana pun, samada seseorang itu sekadar kenalan atau kawan atau sahabat, perkara ini terserahlah kepada kita untuk menilai orang-orang yang kita temui didalam hidup kita. Namun kalau kita telah berjanji kepada seseorang bahawa kita akan menjadi sahabatnya selama-lamanya maka kita ada kewajipan untuk membukitkan janji kita ini. Jangan hanya manis dimulut sahaja tetapi dihati lain-lain. Pendek kata, bersahabat biarlah selama-lamanya.


sumber milist

Di sudut simpang lima

sayu sinar lampu jalanan
Menerangi tapak kaki membuyar lamunan
Menatap jejak kaki sang petualang
Menapaki Malam di semarang

Di sudut simpang lima
Sesosok lembut meracik pecel penuh aroma
Menggoda selera ingin Mencoba
Besama dia sahabat setia

Melaju jalan kereta besi tua
Berlari berputar di tengah simpang lima
Tatap rona penjaja teh poci menggoda
senyum manis gincu merah tua

Memberi senyum kepada setiap petualang
yang sengaja berjalan lalu lalang
Hanya berharap menyabung nyawa
untuk keluarga dan anak tercinta

Deru angin semakin kencang
Sang penjaja teh poci tak tenang
Ketika tak seorang pun datang
Tak sadar kini waktu berpulang
membawa selembar rupiah dengan riang
hanya sekedar tuk mengisi dandang


Dalam perenunganku, teringat ketika audit di semarang semarang yang damai...
Depok 28 November 2007
Erwin Arianto
Mampir ke http://erwinarianto.co.nr

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting