Rabu, 19 September 2007

Mutiara Maya (dari seorang sahabat)


Mutiara Maya
By: Aline

Aku berkata,
"Engkau adalah Bulan"
Bulan purnama bersinar indah
warnanya merekah merah
Menyinari gelap gerah

Ketika Bulan tertutupi awan,
Aku berkata,
"Engkau bukan bulan!"
Karena engkau tak pernah tertutupi
Sinarmu selalu menyinari

Aku berkata,
"Engkau adalah matahari"
Sinarnya tak pernah henti
Selalu ada sehayat dunia

Ketika matahari terbenam
Aku berkata,
"Engkau bukan Matahari'
Engkau tak akan dipalingi
Siapapun tidak berani

Aku berkata,
"Engkau adalah bintang!"
Berkilauan dimalam hari
Berkelap-kelip bagaikan lilin api
Panorama indah dimalam hari

Ketika bintang bertaburan
Aku berkata,
"Engkau bukan bintang!"
Engkau hanya satu
Tak akan ada duanya

Dirimu begitu indah
Hatimu amat elegan
Cintamu begitu megah
Nuranimu amat menyahduhkan

Orang tersenyum walau memikirmu
Orang tertawa walau sekedip mata memandangmu
Orang menangis bila merinduimu
Orang merana bila kehilanganmu

Enkau bukan bulan
Engkau bukan matahari
Engkau bukan bintang
Lalu, siapakah engkau?

Engkau mutiara maya
Tak kan pernah bisa dirasa
Tak kan pernag ada kembarnya
Engkau mutiara adanya

*Maaf, Mas Erwin! Puisinya berantakan. Gak bisa bikin puisi hebat kayak Mas Erwin. Mohon tipsnya! Inilah gambaran dirimu sobat!
*Simpan baik-baik ya! Jika suatu hari nanti kita berpisah... (tidak ada yg kekal, Mas)... Siapa tahu aku cepat jadi almarhumah....atau ada sesuatu yg membuat kit tdk bisa kontakan lagi... Mas bisa membacanya. Saat itu, Mas akan teringat Aline. Sahabat yg menyebalkan. Candanya kadang kelewatan...Gara-gara 'Jabatan Tangan Perpisahan'-nya, Mas jatuh dari moto. Iya, mas ya?
*Mari kita berjanji, untuk menjaga persahabatan ini. Biarkan ia terjaga di hati. Walaupun Msudah beristri, sudah punya anak, sudah kakek-kakek, ingat persahabatan ini. OK?

Salam,
Aline

Mendapat hikmah dari kecelakaan


Mendapat hikmah dari kecelakaan motor yang saya alami, ternyata kita hidup membutuhkan sesuatu yang kita anggap tidak kita butuhkan, atau memiliki peranan kecil dari hidupkiya. Dari sesuatu yang kurang kita perhatiakan. Dan menjadi sesorang yang bersedia menolong tanpa pamrih.

Selama ini saya mungkin kurang mengaggap peran tangan kiri saya, karena orang tua selalu mengandalkan tangan kanan, karena tangan kanan adalah tangan yang baik, dan kita tidak boleh makan menggunakan tangan kiri, kecuali mungkin sahabat yang bertangan kidal. Dan kita anggap tanggan kiri adalah tangan yang buruk, dimana saat memberi, kita dianggap tidak sopan saat memberi dengan tangan kiri.

Tetapi kemarin saat saya mendapat cobaan yang manis dari tuhan dengan terjatuh dari motor, saya merasakan suatu yang menyakitkan dan membingungkan ketika tangan kiri saya memar dan tidak bisa digerakan. Dan saya merasakan betapa bermanfaatnya tangan kiri. Jadi tanpa tangan kiri yang kita anggap tangan tidak baik, maka kita akan kurang maksimal kerja kita. Jadi kita membutuhkan tangan kiri yang kita anggap tidak sopan, dan kurang baik.

Dan ketika saya diobati oleh teteh, suster di klinik, selama ini saya kurang bersilahturahmi kepada saya, teteh dengan telaten mengobati saya. Terimakasih teteh, mungkin selama ini saya kurang menganggap peran teteh, karena tidak bersinggungan langsung dengan bagian klinik.

Dan ketika seorang yang sama sekali tidak saya kenal, bagian engineering membantu saya dengan memijit tangan saya yang keseleo, maka saya begitu terharu dalam hati, seseorang yang sama-sekali tidak saya kenal mau dengan ikhlas tanpa pamrih membatu mengobati tangan saya. Terimakasih bapak waluyo.

Begitu juga dalam hidup ini terkdang kita mengaggap remeh kehadiran bebrapa orang seperti bibi yang membantu dalam rumah kita, office boy dalam kantor kita. Apakah dengan beranggapan kita telah menggaji kita bisa semena-mena. Karena tanpa mereka pasti kita akan keteteran. Coba anda lihat saat si bibi pulang kampong, kita akan sangat bingung dan mencari pengganti tidak ada karena lebaran, kita kerjakan semua kerjaan sendiri. Begitu berat dan sangat terasa kebutuhan dan kontribusi si bibik yag besar.

Ketika dikantor, saat pagi office boy, menyiapkan minuman kita, menyiapkan ruang meeting saat kita mau meeting, membantu kita mengangkat barang dan dukomen yang kita perlukan. Mungkin kita akan mengucilkan peran office boy tersebut. Tapi sewaktu-waktu office boy kita cuti, atau pun sakit. mungkin terasa kita harus menyiapkan minum sendiri, menyiapkan alat-alat meeting sendiri, mengangakat dokumen yang berat sendiri.

Maka saya mengajak sahabat-sahabat sekalian, untuk menghargai peran mereka yang ada disekitar kita tanpa membedakan pangkat, golongan, atau status seseorang, karena mereka memiliki kontribusi, terhadap keseharian kita.
Kita harus bisa mensinergikan semua yang kita anggap kurang memberi kontribusi, seperti hasil dari pensinergian dua hal, atau dua orang, atau dua pikiran, tidak sama seperti dalam matematika 1+1=2, dengan kita bisa menyatukan menghargai dan mensinergikan semua hal, walaupun terkadang kita menganggap peran mereka tidak seberapa. Dengan mensinergikan maka hitungannya adalah 1+1= sesuai dengan target kita.
Marilah kita menghargai seseorang, sesutau yang terkadang kita tidak anggap penting, karena manusia adalah mahluk social yang tidak bisa hidup sendiri. Mari kita menhargai semua orang tanpa memandang status, karena kita adalah sama dihadapan tuhan. Janganlah kita sombong, karena tidak ada yang bisa kita sombongkan sama sekali

“ Manusia adalah mahluk social, yang tidak bisa hidup sendiri, maka saling menghormati antara sesama adalah hal yang terbaik”

“ Dengan mensinergikan beberapa hal, beberapa orang, akan menghasilkan hasil yang optimal, disbanding dengan bekerja secara individual”

Dalam perenungan ku, bersyukur kondisi ku telah lebih baik setalah kecelakaan dan bisa menulis lagi. Terimakasih tuhan atas teguran termanis untukku. Alhamdulillah.
Depok 15 September 2007 21:53
Erwin Arianto
Http://blogerwinarianto.blogspot.com





Hanya Tertawa Ceria


Hati ini terus mendendangkan rasa yang ada
Terkenang semua kenangan
Yang telah aku lewati
Bersamanya dirinya yang tidak lagi mempunyai rasa

Mulai ku buka lembar baru
Dalam Buku kehidupan ini
Mencatat sesuatu yang membuatku biru
Melupakan semua derita yang telah teralami

Aku ingin bahagia menjalani hidup ini
memulai buka misteri hidup dan cintaku
dan berharap semua adalah cerita menggugah
yang membuat hari ini selalu indah

Ku mulai berlari menyusur cerita ini
Mengisi dengan nyanyi keceriaan hati
Bersama orang-orang yang menyayangi
Tidak untuk tersakiti lagi

Bagai seorang bocah kecil tanpa duka
Ku terus Menari dan menyanyi bahagia
Tanpa ada air mata, hanya tawa ceria
Memberi warna dalam hidup dengan penuh makna
Membuat diriku ini selalu bahagia

Dalam Kesendirianku, Menikmati kebahagian hati
Cimanggis-Depok 24 August 2007 22::22
Erwin Arianto
See more about my artikel & Poem on Http://erwinarianto.blogspot.com
Salam Persahabatan


Kaulah pemilik hidup ku


Menatap dengan tatapan hampa
Melihat dan mencari sebuah asa
Mencoba berbicara dengan jiwa
Tentang hidup dan derita

Tuhan ku yang baik hati
Kau beri aku anugrah sangat berarti
Hamba sering mengeluh tanpa menyukuri
Semua seakan tak berarti

Kau beri aku hidup
Kau beri aku karunia
Kau beri aku tanpa ku minta
Kau beri semua sampai tak terhingga

Tuhan
Hamba sering berteriak
Menyanggah dan berontak
Menganggap semua ini hanya riak

Tuhan
Maafkan kesalan diri ini
Terimakasih atas musibah ini
Menyadarkan diri ini

Tuhan
Dalam lupa ku
Kau tetap menyayangku
Kaulah pemilik hidup ku

Tuhan
Aku tersadar
Aku telah jauh melanggar
Semua yang telah kau qadar

Tuhan
Bimbinglah hamba ini
Menjadi insan yang selalu menykuri
Semua rahmat dan karunia mu
Tuhan terimalah sembah sujudku
Sabagai tanda taqwaku kepada mu

Dalam perenunganku, bersyukur atas musibah ini… dan bersyukur karena telah kembali pulih
Depok, 17/9/2007 21:36 WIB
Erwin Arianto
Pindah alamat di http://blogerwinarianto.blogspot.com


Maafkan Aku Sobat!!!


“Wisnu, besok anterin aku cari motor ya” ucap Frans kepada ku, “ oke besok aku anter deh” kataku kepada wisnu, wisnu adalah sahabat karibku di kantor. Aku adalah staff personalia pada suatu kantor di bilangan cikarang. Wisnu dan aku adalah karib pada kantor tersebut, kebetulan rumah kakakku dekat dengan rumah wisnu, dan akupun sering bermain bareng dengan wisnu. Akupun berjanji untuk menmabantunya mencari motor.

Frans pun mengumpulkan Koran poskota untuk menacarikan motor, kami berkeliling di bilangan pondok gede, condet. Tetapi kami tidak mendapatkan motor yang dimaksud oleh Frans. “Nu besok anterin ke bilangan cibubur ya aku dapet informasi motor dari milis nih, aku mau follow-up” Frans mendesakku untuk mengantarkan mencari motor laki-laki. “oke besok gue anterin” Dan kami mengunjungi tempat motor tersebut, akhirnya terjadi kesepakatan kami pun membeli motor.

“frans, tuh cewek siapa” Tanya wisnu kepada ku, “itu adalah yuni, calon anak baru untuk bagian exim yang gantiin maya” kataku, “cantik juga, pinter lo milihnya’ kata wisnu kepadaku “ iya donk.. frans” ktaaku. “Wisnu gimana kabar ika, baik-baik saja kan” kataku menanyakan kabar kekasih wisnu. “Ya gitu deh… baik-baik aja” kataku kepada wisnu.

“sekarang cewek lo siapa frans “ wisnu berkata kepada ku, “ada deh..anak perusahaan Samsung” kataku menjelaskan kepada wisnu. “ lo mah ganti-ganti pacar terus.. kapan kawin.. usia lo kan dah 28 cepetan kawin entar keburu engga laku loh” kata wisnu kepadaku lagi. “Kawin belum ada modal, mau modalin lo” aku menjawab pertanyaan wisnu.

“frans gue dapet no telp si yuni” kata wisnu kepada ku, “gila lo.. anak baru lo mau pacarin juga..” kataku kepada wisnu , sepertinya sahabat karibku itu menyai anak baru tersebut dan kelihatannya dia jatuh cinta berat kepada yuni.

“lo kayaknya naksir berat si yuni ya” Tanya ku kepada wisnu, “Iya baru gue liat nih si wisnu begitu jatuh cinta” si atmojo salah satu teman kumpul kami di gank pantry. “ah engga…” wisnu mengelak, ‘ kalau lo suka gue anterin ke rumahnya, gue tau rumahnya deket dengan gue, di tambun” kata afrizal. “tau lo ingit ika udah ngapain sich anak kayak gitu aja” kataku kepada frans.

Dari hari kehari kuperhatikan wisnu makin tergila-gila terhadap Yuni anak baru bagian exim, kebetulan lokasi duduk wisnu berhadapan dengan yuni, kusering memergoki wisnu sering mencuri pandang kepada Yuni. Aku pun semakin yakin kepada wisnu telah terlanjur menyukai yuni.

“frans bantuin gue dong.. gue jatuh hati banget sama yuni, gue dah coba telp dia, gue dah usaha tapi engga ada hasilnya” kata wahyu kepadaku. “ engga ah gue engga ikut campur” kataku menghindar

tapi hari demi hari aku sering melihat wisnu bengong begitu memperhatikan yuni menatap kosong kehadapan yuni. Kasihan juga si wisnu kataku. Apa ya yang harus aku lakukan agar sahabat ku dapat mencintai atau melupakan yuni.

“ Mas, aku main ke tempat kos ya” Uli kekasihku memberi kabar akan main ketempatku ketika pulang kos, ya aku sangat menyayangi uli, selain cantik, cerdas anaknya dan juga mandiri, itulah tipe ku. Kami sudah pacaran 1 tahun. Dan kami pun sudah saling percaya dan burasaha mengenal.

Tanpa sepengetahuan sahabatku wisnu dan kekasihku uli aku berniat membantu wisnu untuk dapat mengenal dengan yuni, aku pun mendapat ide aku akan menembak yuni, untuk membantu teman ku agar bisa mendapatkan yuni, karena wisnu telah memohon kepadaku untuk membantunya mendapatkan yuni.

“Yun besok kita ketemuan di MM bekasi ya, pulang kerja” aku berujar kepada yuni “ada apa frans… “ Tanya yuni kepada ku. “ada yang akan aku omongin” kata ku kepada yuni. Dan kami pun makan di MM dan berbincang sekenangan, dan aku pancing kenapa yuni menolak frans, dia memberi alas an akan focus kerja dulu. Dan akupun semakin penasaran maka aku tembak yuni “ aku suka kamu, mau kamu jadi pacar ku” tanyaku kepada yuni. “engga ah aku mau focus kerja” ktanya kekeh. Dan karena hari sudah malam aku mengantar dia pulang di bilangan tambun. Orang tuanya begitu ramah, begitulah awal penilaian ku, kepada orang tuanya yang mengajaku berbicara panjang lebar.

Bebrapa minggu aku makin penasaran untuk mengungkapkan cintaku kepada yuni, dan kali ini dia meyetujui bahwa kami bisa mennjadi sepadang kekasih. Aku pun berkata dalam hati “tidak konsisten kamu yuni, kemarin bilang mau kerja, sekarang kamu trima aku” tetapi baru 2 hari kami jadian dia menelphone ku dan berkata “Frans yang kemarin tidak jadi, kita putus aja” aku pun mengutuk dan mengumpat aku merasa di permainkan olehnya.

“Fran gue nginep tempat kos lo ya” wisnu berkata kepadaku , “aku mau main kerumah yuni kamu anterin aku ya” dia menyambung perkataanya lagi. “ya udah tapi bilang yuni dulu ya” aku dengan bingung mengijinkan, akupun bingung ternyata dia mau mengajak kerumah yuni, apa aku harus bercerita kepada wisnu kejadian itu ya.

“ayo fran udah maghrib nih kita kerumah yuni” wisnu menarik aku , “tunggu aku mau cerita sebentar” aku berujar, dan aku pun menceritakan semua bahwa aku pernah menembak yuni. Tetapi wisnu hanya tertawa mendengarnya dan berkata“ha.ha.ha.ha.. gila loh. Dibelakang gue gebetan gue lo embat juga, syukurin lo diputusin” , “ iya niatnya mau Bantu lo, tapi gue diputusin seumur-umur gue baru pertama diputusin cewek, kesel nih” Malam itu kami pun tetap bermain ke rumah yuni, pulang dari sana wisnu marah-marah karena di cuekin si yuni. Besoknya“fran lo nikahin aja tuh si yuni” katanya ngeledekin aku, “engga ah bukan tipe gue, lagian aku dah punya uli, lebih cantik mirip agnes monika” ktaku membela diri.

4 bulan berlalu, wisnu pun sudah melupakan yuni, dan aku dengar dia akan menikah dengan ika kekasihnya. Tanpa ada firasat apapun tiba-tiba yuni menelfon ku “fran besok anterin aku ke taman bunga cibubur ya” “ iya dating aja” kataku. Yuni pun kuajak kerumah kakakku, disana ada ibuku, dan tiba-tiba ibu berkata kepadaku “ Nak yuni, kalau mau menikah dengan fran harus bisa masak, dia suka makan lo” seakan aku tidak percaya ibu berkata seperti itu, aku pun hanya diam, ketika yuni sudah mau pulang tiba-tiba ibu berkata “nak yuni tolong sampaikan ke orang tuamu ibu sekeluarga akan main ke rumah nak yuni 1 minggu lagi Ya” akupun tak bisa berkata apa-apa.

Minggu yang tak kuharapkan datang, dan aku pun mengajak ibu ku, karena ayahku telah meninggal ketika aku berusia 3 tahun, tapi karena aku sedang bingung, ibu kuajak muter-muter karena kesasar. “kamu gimana sih fran, udah pernah kesini belm, masa sama calon istri tidak tau alamatnya” perasaan ku pun semakin gelisah.

Ketika sampai di rumah yuni, ayahnya sedang kondangan, dan keluargaku didiamkan di teras rumah yuni selama 30 menit. Dan yang aku tidak sangka ibu nya yuni hanya memakai baju daster yang agak robek. Seperti tidak menghargai keluarga ku, kulihat ibu mulai kesal dengan hal ini. Dan ketika ayahnya yuni datang baru kami diajak bicara, tetapi kejadian menyedihkan terjadi kedua orang tuanya bertengkar, dan masuk kedalam, kembali keluar, dan bertengkar kembali. Dan setelah itu ternya ibuku melamarkan yuni untuk ku. Dan duniaku kiamat. Bagaimana dengan uli kekasihku.

Sepulang dari rumah yuni aku pun berdebat dengan ibu, mengapa mendadak, urusan nikah adalah seumur hidup. Dan aku bilang aku sudah punya calon sendiri. Tetapi ibu semakin marah, sudah berkali-kali aku di jodohkan dan berkali-kali aku menolaknya, dan dia ingin melihat anak terakhirnya menikah sebelum dia meninggal. Semenjak itu aku semakin sering melamun.

“uli, kita harus putus “ aku memutuskan uli, “Kenapa mas” uli marah “kenapa tiba-tiba apa salah ku” Tanya uli kepadaku “kita engga cocok uli” kataku berdalih, dalam hatiku aku menangis dan aku berteriak dan ingin berkata uli aku masih sayang kamu… aku ingin menikah dengan kamu…. Maaf uli…. Aku harus meninggalkan mu. Dan aku pun meninggalkan uli denga muka tertunduk tidak bisa menatapya karena aku terlalu menyayanginya.

Tiba-tiba yuni mengundurkan diri dari kantor ku, dan di kantor pun merebak gossip aku akan menikah dengan yuni. “fran bener kamu mau nikah dengan yuni” Tanya wisnu kepadaku. Aku hanya tersenyum dan berkata “ah itu gossip” aku pun pusing kembali, aku merebut seorang di sayangi sahabat karibku.

Tiap malam aku berdoa, “tuhan kalau ini jalanmu aku ihklas, Bantu aku menyakini sahabat karibku, wisnu, dan uli kekasihku, beri aku kekuatan, aku hanya ingin berbakti kepada ibuku” aku pun berdoa dan sholat tahajud.

Tiba-tiba sebuah tinju melayang kearahku, iya itu adalah tinju wisnu yang memukul wajahku “penghianat kamu frans, kenapa kamu menghianati aku, sahabat kamu, sudah banyak kita berbagi suka-duka aku sudah anggap kamu saudaraku” aku pun meminta maaf kepada wisnu, semenjak itu aku semakin renggang kepada wisnu.

Dan tibalah hari pernikahanku, banyak tamu yang datang, dan uli entah siapa yang memberi tahu dia datang “selamat frans, inikah pilihan hati kamu” dia berkata di depan yuni dengan senyum sinis. Dan wisnu pun tidak datang ke pernikahan aku.

akupun kehilangan sahabat karib ku, tetapi inilah pengorbanan ku untuk ibuku. Maafkan aku wisnu, uli… inilah takdir tuhan, suatu saat aku akan menjelaskan kepada kalian. Tapi aku tidak menyesali pernikahanku. Aku tidak pernah pacaran sama sekali dengan yuni. Semua terjadi begitu tiba-tiba. Di satu sisi aku beruntung semua proses pernikahan ku begitu lancer, satu pihak aku menyakiti sahabatku dan kekasih hatiku. Wisnu kamu tetap seorang sahabat ku… dan uli aku begitu sayang padamu. Maafkan ku sahabat dan kekasihku.

“jodoh ditangan tuhan manusia hanya bisa berusaha, tetapi tuhanlah yang menentukan”

Cerpen ini adalah fiktif belaka, jika terdapat kesamaan nama tokoh dan pristiwa adalah suatu kebetulan.

Dalam perenungan ku, bersyukur kondisi ku telah lebih baik setalah kecelakaan dan bisa menulis lagi. Terimakasih tuhan atas teguran termanis untukku. Alhamdulillah.
Depok 15 September 2007 21:53
Erwin Arianto
Http://blogerwinarianto.blogspot.com

DPR, kepanjangan dari Dewan Perwakilan Rakyat


DPR, kepanjangan dari Dewan Perwakilan Rakyat, terkadang pikiran nakal yan kurang berilmu mempertanyakan, apakah saya sebagai rakyat terwakilkan oleh lembaga yang katanya terhormat tersebut…?

Dari awal terbentuknya anggota DPR yaitu pemilu, yang katanya anggota DPR tertentu mewakili daerah tertentu, pesta demokrasi rakyat Indonesia yang menghabiskan anggaran yang besar yang katanya memilih wakil rakyat… tetapi sebagai rakyat dari suatu daerah tidak tahu siapa yang menjadi wakil saya… hmmm, saya hanya dipaksa keadaan untuk memilih partai dengan symbol yang dan program tidak jelas.

Jadi saya memilih partai dan partai yang menentukan wakilnya yang duduk di kursi DPR yang empuk dan nyaman, jadi DPR itu wakil rakyat atau wakil partai… bodohnya saya tidak bisa menjawab pertanyaan mudah tersebut.

Tapi kayaknya sich DPR warkil partai deh, buktinya anggota DPR tertentu untuk menduduki sebagai anggota DPR harus membayar kepada partainya, semakain besar setorannya semakin besar kans jadi anggota DPR, kenapa kepada partai, kenapa tidak kepada rakyat, katanya Dewan Perwakilan Rakyat, kok bayarnya kepartai sich… jadi warkil partai donk….

Dan ketika sudah duduk sebagai anggota DPR, Setiap bulan anggota DPR tersebut harus setoran wajib ke partai sebagai dana kontribusi partai kepada dirinya, sekali lagi, kalau supir angkot setoran kemajikannya berarti majikannya yang memiliki angkotnya. Tapi jika DPR setoran ke partai siapa pemilik anggota DPR, partai atau rakyat. Yang pasti Partai donk ya…

Terus ketika anggota DPR mendapat fasilitas rumah, apakah DPR mewaikili rakyat… ketika banyak rakyat jangan kan untuk rumah sederhaba, rumah kecil pun rakyat tidak memilikinya, ada yang tinggal di pinggiran kali, dibawah kolong jembatan, dan daerah kumuh lainya, yang sering tergusur. Jadi Angota DPR yang katanya lagi terhormat, mereka mewakili rakyat memiliki rumah, jadi rakyat kecil engga boleh punya rumah, cukup diwakili oleh anggota DPR aja yang memilili rumah dan rumah mewah yang banyak harus diwakili oleh anggota DPR… kasihan rakyak punya rumah pun harus diwakili. Kan mereka Angota DPR jadi wajar mewakili rakyat memiliki rumah mewah.

Anggota DPR dengan bijaknya diberi fasilitas MOBIL dinas, tetapi rakyat untuk naik bus harus bersesak-sekan, harus main dorong-dorongan, naik taksi dirampok, naik kereta juga setali tiga uang, jangan kan kepikiran buat beli mobil, buat beli minyak goreng aja susah… jadi rakyat harus diwakili juga dalam memiliki mobil, biar anggota DPR yang naik mobil mewah, kan kepemilikan mobil mewah udah terwakilin oleh anggota DPR, jangan marah… kan hasil pemilu, kan DPR, Dewan Perwakilan Rakyat, jadi rakyat cukup diwakili saja ya, cukup melihat wakilnya naik mobil mewah.


Ketika Banyak anggota DPR katanya sih studi banding, jalan-jalan keluar negri, banyak informasi dari media, mereka jalan-jalan gratis dengan alas an studi banding dengan membawa sanak famili berlibur sambil shoping gratis, lain pihak rakyat boro-boro mikirin jalan-jalan ke luar negri, jalan-jalan ke ragunan, atau ke alun-alun kota saja sudah susah, tapi jangan marah ya, kan jalan-jalannya sudah diwakili oleh anggota DPR, kan DPR, Dewan Perwakilan Rakyat, jadi rakyat cukup diwakili saat mau jalan-jalan oke.

Saat DPR ingin memperbaiki gedung dengan anggaran Ratusan miliar, rupiah, di satu sisi, banyak korban gempa untuk mendirikan rumah yang nilainya jutaan rupiah saja engga punya uang, terus gimana, apakah kantor DPR lebih penting dari rumah hidup rakyat… kembali kepada singkatan DPR, untuk punya rumah rakyat harus diwakli saja ya. Kan DPR, Dewan Perwakilan Rakyat.

Saat jalan di jalan raya, macet, rakyat harus antri panjang banget, sampai stress di jalan, tetapi yang katanya nih wakil rakyat, dengan santai menggunakan fore rider, mereka bebas menerobos kemaceta, bahkan motor yang menurut peraturan engga boleh masuk tol, dan jalur kiri hanya untuk darurat, kalau kita lewat jalur kiri ada polisi kita ditilang, mereka lewat dengan bebas. Jangan marah mas, mba, kan kita rakyat, dan mereka wakil kita jadi boleh dong lewat dengan nyaman, jangan marah kan DPR, Dewan Perwakilan rakyat, jadi kenyawaman berkendara sudah diwakili oleh mereka.

Saat rakyat ribut tentang kenaikan harga karcis tol, dan harus membayar dengan mahal karcis tol, mereka dengan santainya menerima gratisan tol dari pihak pengelola, wah asik jalan tol gratis, jangan mengharap ya om tante, kan nyamanya gratisan tol udah di wakilkan oleh DPR, ingat lo, kan kita yang milih DPR, jadi gratisan jalan tol sudah diwakili oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Saat kita rakyat yang rata-rata adalah buruh menginginkan adanya pension dan pesangon yang baik dan layak karena kita telah bekerja dengan baik puluhan tahun untuk perusahaan, dengan mudahnya mereka mengusulkan peruabahan system pesangon dengan system yang menyakitkan. Sedangkan anggota DPR mungkin dapat pension seumur hidup walau hanya masa jabatan hanya 5 tahun. Ironi, tapi maaf banget jangan marah ya… kan pesangonya dah diwakili oleh DPR, kan mereka Anggota Perwakilan rakyat, pesangon kita diwakili aja.

Sahabat semua saat kita menginginkan suatu aspirasi kita di dengarkan, kita harus dengan kekerasan berdemo di depan gedung DPR, kenapa kita harus demo kan mereka wakil kita, kdang kita harus berhadapan dengan polisi, kok perwakilan rakyat, ketika rakyat menginginkan aspirasanya di dengarkan rakyat diperlakukan seperti musuh, seperti alergi terhadap rakyat. Kenapa ya… ada yang punya jawabanya…? Apakah mereka menganggap suara DPR Suara rakyat, jadi tidak perlu dengarkan suara kita kerena mereka DPR. Perwakilan Rakyat,

Saya yang bodoh ini pun sering berpikir bodoh, apakah orang yang berhak katanya mewakili rakyat hanya beberapa ratus orang itu, yang hanya berputar itu-itu saja dari tahun ke tahun, tidak adakah orang yang lebih bijaksana yang berhak menggantikannya untuk mewakili rakyat.

Terkdang saya bingung, kenapa ya mereka menamakan diri Elite politik apakah mereka menganggap dirinnya orang elite negeri ini. Sedih banget, negera ini hanya milik beberapa orang yang katanya DPR dan orang yang menamai dirinya Elite.

Hanya coba bertanya kapan kita rakyat lebih diperhatikanm di layani, kan kita sudah memiliki wakil kita di DPR, apa sich fungsi perwakilan kita… mohon dapat dijelaskan kepada saya yang tidak bergelar professor atau pun Doctor, kadang saya bertanya di mana wakil kita, yang seharusnya ada saat sahabat-sahabat kita di sidoarjo terkena musibah Lumpur, dimana wakil kita saat aceh, pangandaran, jogja, bengkulu, padang terkena bencana.

Dimana wakil kita saat banyak sahabat kita yang merantau ke luar negeri yang nota bene adalah rakyat yang memilih mereka, saat banyak tenaga kerja Indonesia yang disiksa di luar negeri. Bukan untuk jalan-jalan atau studi banding di luar negeri, mereka hanya mencari sesuap nasi. Jadi untuk apa kita memiliki DPR, dan sekarang juga adanya DPD atau Dewan Perwakilan Daerah.

Daerah mana yang diwakilkan saat di Nusa Tenggara Timur, sahabat-sahabat saya terkana gizi buruk yang terus berualang, dimana wakilnya yang duduk terhormat di senayan dalam lembaga DPR dan DPD. Apakah hak hidup dan hak mendapat makan bisa diwakilkan oleh mereka.

Selalu tidak ada dana untuk rakyat, saat rakyat meminta pendidikan, yang terjadi pendidikan akan di swastakan, Perguruaan tinggi di BHMN kan, saat kebutuhan pokok melonjak dengan mahal, dimana dewan yang terhormat, di mana wakil rakyat, yang sangat diharapkan rakyat untuk membantu mereka. Mereka diam bisu, tuli, dan buta terhadap kesusahan rakyat. Pantaskah mereka disebut Dewan Perwkilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah.

Hanya mengajak para sahabat anak negeri, negeri Indonesia mari kita berdoa agar Para Wakil Rakyat, di bukakan Kebutaan, Ketulian, Kebisuaan mereka saat melihat rakyat, agar mereka di beri kesadaran pada saat bulan ramadhan ini. Agar para wakil rakyat, bisa kembali merakyat, dan meresakan kesengsaraan rakyat negeri ini.

Bila ada keritik saran dan masukan harap langsung di kirimkan ke Email Erwinarianto@gmail.com atau dib log saya di http://blogerwinarianto.blogspot.com bila terdapat kata-kata yang salah dan menyinggung mohon dapat dimaafkan.

“Dalam Harapan menginginkan wakil rakyat yang benar-bener memahami rakyat , bukan wakil yang mewakilkan untuk semua fasilitas yang seharusnya milik rakyat“

Dalam Perenungan Malam, Untuk Rakyat Indonesia memiliki wakil yang lebih memahami rakyat
Depok 15 September 2007 21:53
Erwin Arianto
Http://blogerwinarianto.blogspot.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting