Rabu, 11 Juli 2007

Cerita Kecil Tahajud

Cerita kecil tahajjud
Istri Umar bin Abdul aziz, Fathimah binti Abdul Malik, berkata kepada AlMaghirah bin Hakim, " Hai Mughirah, saya tahu bahwa kadang-kadang diantaramanusia ada orang yang lebih rajin shalat dan puasanya daripada Umar. Akantetapi, saya tidak pernah melihat orang yang dekat kepada Tuhannya sepertikedekatan Umar. Setelah shalat isya pada akhir waktunya, dia merebahkandirinya di atas tempat sujudnya. Dia berdoa dan menangis hingga tertidur.Kemudian, dia bangun lalu berdoa dan menangis hingga tertidur. Demikianseterusnya hingga subuh" (Al Zuhd karya Ibn Hanbal h.299, Hilyah Al Auliyajil.5 h.360)


Rindukah kita pada 4JJI yang menjanjikan surga? Seperti rindunya Umar binAbdul Aziz ?Atau pamrih saja atas amal yang kita kerjakan "separuh hati" danberharap bisa memasukkan kita kedalam surga? Tak bisakah kita sedikitmencintai Zat yang tiap hari tanpa henti memberi rizki kepada kita dan tanpahenti pula juga catatan penghianatan dan dosa kita beri kepada-Nya tiaphari?

Atau seperti apa kita rindu pada shalat malam kita? Masihkah kita jadiPECANDU TIDUR yang begitu nikmatnya dengan tidur dispring bed yang empukditemani istri yang cantik dan selimut yang tebal serta AC yang berhembusdan "membiarkan 4JJI menunggu" picingan mata kita "berharap" mau berkhalwatdengan-Nya ? Padahal Rasulullah SAW pun tidur hanya beralaskan daun kurmayang ketika bangun terbekaslah garis-garis dedaunan di punggungnya yangmenyebabkan pecahnya tangisan umar ketika melihat kekasihnya seperti itu?
Hamba macam apa kami ini ya Robb ..
Irhamna Ya Robb. Irhamana.


HAL JAZA UL IHSANI ILLAL IHSAN

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting